Menu

Mode Gelap
UNISAI Wisuda 1001 Lulusan, Rektor: Baik Saja Belum Cukup, Kita Harus Berupaya Meraih Unggul PTM Nagan Muda Turunkan 8 Atlet di Turnamen Silapong 5 Antar Divisi 2026 Banda Aceh Kemenag Nagan Raya Raih Tiga Trofi, Soroti Sportivitas di Laga Voli Antarinstansi Kadis Parpora Serahkan Hadiah Perlombaan HUT ke-81 RI Satreskrim Polres Nagan Raya Pasang Spanduk Imbauan, Cegah Aktivitas Penambangan Tanpa Izin Nagan Raya Raih Juara Pertama Inovasi Alat TTG Aceh 2026, Siap Wakili Aceh ke Tingkat Nasional

Opini

Berhasil Kelola Blok B Migas Aceh Utara, EKS GAM: Nova Iriansyah Gubenur Terbaik

badge-check


					Berhasil Kelola Blok B Migas Aceh Utara, EKS GAM: Nova Iriansyah Gubenur Terbaik Perbesar

 

Narasiterkini.com, Banda Aceh-Gebenur terbaik Aceh adalah Gubenur yang mampu bicara kenyataan untuk mendatangkan kesejahteraan rakyat, bukan jual janji dan hayalan demi popularitas dan politik pencitraan, karena Rakyat hidup itu butuh makan, bukan hidup di atas angan-angan dan janji-janji kosong, Begitulah ungkap Cutman, SE mantan Gerakan Aceh Merdeka Meulaboh Raya, Minggu, (21/6/2020)

Menurutnya, Kepemimpinan Nova Iriansyah akhir-akhir ini ikut menuai banyak pujian, dan dukungan atas capaian kinerja pemerintah Aceh yang mampu meyakinkan pihak pemerintah pusat agar Aceh bisa diberikan otoritas penuh dalam pengelolaan blok B Migas Aceh utara untuk kemandirian dan kesejahteraan seruluh rakyat Aceh. Dukungan senada juga di ungkapkan Teuku Cutman atau yang akrab di sapa Cutman, mantan anggota DPRK Nagan Raya itu.

Pria yang bernama lengkap Teuku Cutman sepakat dengan dukungan semua pihak atas capaian kinerja pemerintah Aceh melalui otoritas yang diberikan pemerintah pusat spaya Aceh dapat mengelola minyak dan gas bumi Blok B dikelola oleh Mobil Oil (belakangan menjadi ExxonMobil) secara mandiri sebelum kemudian pengelolaan dialihkan ke PT Pertamina Hulu Energi (PHE). Dan melalui surat bernomor 187/13/MEM.M/2020 itu, PT PEMA diminta untuk mengajukan permohonan pengelolaan migas Blok B Aceh Utara kepada BPMA, ungkap Cutman.

“Selamat atas kinerja pemerintah Aceh, setelah lebih 44 tahun lamanya, kini Aceh bisa kelola mandiri blok B Migas Aceh Utara. Alhamdulillah, dalam penantian panjang sejak tahun 1976, salah satu faktor pemicu konflik Aceh dan Jakarta adalah soalan diskriminasi dipengelolaan Sumber Daya Alam Aceh, termasuk Migas Aceh,” terang Cutman.

Di samping itu, Cutman juga menyetir sosok ideal kepemimpinan Gubenur Aceh pasca perdamaian MoU Helsinki, dibutuhkan sosok pemimpin bertindak kongkrit menesejahterakan rakyat semasa menjabat di kekuasaan. Karena masyarakat saat ini bukan hidup di era konflik yang mengandalkan senjata dan otot, melainkan kecerdasan menjadi faktor penting membawa perubahan bagi kesejahteraan rakyat Aceh. Dan ini ada pada diri Gebenur Nova Iriansyah, jelas Cutman dengan sikap yang optimistik.

Diungkapkan juga dirinya menilai jika Nova Iriansyah masuk kategori opsi gubernur terbaik untuk kondisi Aceh hari ini, dengan memiliki sejumlah pengalaman dan rekam jejak yang diakui, meskipun tidak berasal dari latar belakang Eks GAM, akan tetapi yang paling mendasar adalah cukup cakap dan memiliki kemampuan menajerial untuk memimpin Aceh dan mampu memperjuangkan butir-butir MoU Helsinki. Dengan demikian, kita menilai sosok Nova Iriansyah sangat tepat mendampingi Irwandi Yusuf kala bertarung di pilkada 2017 silam. Mengingat Nova juga telah banyak belajar tentang kelebihan Irwandi Yusuf sebelum memilih bergabung mendampingi Irwandi kala pertarung pilkada 2017 silam. Kesimpulan saya, “Gebenur terbaik Aceh adalah Gubenur yang mampu bicara kenyataan untuk mendatangkan kesejahteraan rakyat, bukan jual janji dan hayalan demi popularitas dan politik pencitraan, karena Rakyat hidup itu butuh makan, bukan hidup di atas angan-angan dan janji-janji kosong”, tegas Cutman.

Di sini kita mengajak semua pihak mendukung kerja pemerintah meskipun berbeda afiliasi politik,, tapi yang positif harus kita dukung untuk kemajuan dan kesejahteraan rakyat Aceh. Mari kita fokus pada pembangunan dan hentikan perkara politik kepentingan, supaya rakyat Aceh semakin cerdas atas sikap elit yang bisa menempatkan diri kapan kalanya bertarung dan kapan pula kalanya membangun?, tutup Cutman yang juga merupakan salah satu pendiri partai Lokal Aceh yaitu Partai Nasional Aceh besutan Irwandi Yusuf mantan Gubenur Aceh. (AKA)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Akademisi UIN Lhokseumawe Dukung Kortas Tipikor Polri: Perkuat Pemberantasan Korupsi

14 Juli 2026 - 17:59 WIB

Sistem Penjualan Tiket Lambat, DEMA STIS Al-aziziyah Sabang Desak PT ASDP Segera Evaluasi Menyeluruh 

27 Juni 2026 - 15:08 WIB

Sempat di Kritik, Mahasiswa Simeulue ini Apresiasi Sikap Terbuka Ketua Fraksi DPRA Nasdem Dapil 10 

19 Juni 2026 - 07:16 WIB

TRK: Saya Ingin Realisasikan Janji Nagan Bagaikan Brunai, Jika Kehadiran Investasi Ditolak Maka Bukan Saya Ingkar Janji 

10 Juni 2026 - 16:12 WIB

Dianggap Suara Masyarakat Beutong Ateuh Diabaikan, Mahasiswa Minta Dibuka Forum Dengar Pendapat 

4 Juni 2026 - 13:52 WIB

Trending di Opini