Menu

Mode Gelap
Pemkab Nagan Raya Kembali Raih Opini WTP ke-18 kali dari BPK-RI Terkait Perintah Naikkan Harga TBS PT SPS Tak Indahkan Penegasan Bupati, PT Socfindo dan Kallista Alam Tak Beli TBS Masyarakat Dianggap Suara Masyarakat Beutong Ateuh Diabaikan, Mahasiswa Minta Dibuka Forum Dengar Pendapat  Pasutri Aceh Selatan, Hampir Satu Dekade Tinggal di Rumah Tak Layak Huni Dengan Keterbatasan Ekonomi Pertegas Harga TBS Wajib Naik, Bupati Nagan Raya Minta Awak Media Kawal PKS Nakal Respon Keluhan Petani Sawit, Bupati TRK Panggil Seluruh PMKS dan Minta Harga TBS Dinaikkan

Daerah

Pasantren Miftahussalam di Peunaga Cut Ujong Diselimuti Debu Batu Bara, Perusahaan Dinilai Abai

badge-check


					Foto/IST: Kondisi Pesantren Miftahussalam Terkena Debu Batu Bara Perbesar

Foto/IST: Kondisi Pesantren Miftahussalam Terkena Debu Batu Bara

Narasiterkini.com, Meulaboh – Sudah sekian lama pasatren Miftahussalam yang berada di lorong pertanian, tepatnya di Desa Peunaga Cut Ujong, Kecamatan Mereubo, Aceh Barat, di selimuti debu hitam pekat persis seperti debu batu bara yang muncul dari aktivitas perusahaan pertambangan batu bara yang jarak 500 meter dari lokasi tersebut.

Kurang lebih 100 santri yang menimba ilmu disana, sebelum pengajian dimulai mereka bersusah payah membersihkan debu-debu batu bara yang melekat pada dinding dan lantai, suasana tersebut sudah berlangsung lama mereka rasakan.

Seperti diketahui keberadaan pasatren itu berada diantara dekat dengan Hauling dan stokfile penghasil limbah batu bara yang mematikan, sejak itu pula beberapa santri mengaku kepada media pengajian mulai tidak nyaman dengan kondisi populasi debu batu bara yang mencemari lingkungan sekitar imbas tersebutlah yang saat ini mereka rasakan.

Pantauan media ini pada Jumat (18/3/2022) dilokasi pasatren tersebut terlihat beberapa tempat yang dijadikan sebagai pengajian selimuti debu batu bara terutama pada dinding dan langit-langit serta lantai yang dasarnya berwarna putih menjadi hitam pekat persis seperti debu batu bara.

Ketika pewarta ini menanyakan kepada salah satu santri, debu yang sedang mereka bersihkan mengaku bahwa itu debu batu bara yang muncul dari aktivitas perusahaan pertambangan di sekitar sembari mengayunkan sapu sesekali ia bebicara,”beginilah bang kondisi pasantren kami sebelum masuk pengajian harus dibersihkan dulu debu batu bara ini,” kata salah satu santri.

Pengakuan yang sama juga dilontarkan oleh salah satu Tengku yang mengajar disana ia bernama Zulfadilah, dirinya mengatakan bahwa selama ini kami hanya bisa pasrah dengan kondisi demikian, karena selama ini keluhan yang pernah ia sampaikan terhadap penanggungjawab perusahaan tidak pernah digubris.

Ia mengaku bahwa selama ini belum ada solusi dari pihak perusahaan terkait penangganan pencemaran debu yang sudah berlangsung lama menyelimuti pasantren serta pemungkiman warga sekitar, padahal sebelumnya pihak pasantren hanya meminta memasang jaring di sekitar area pasantren dan melakukan penghijauan mungkin itu bisa salah satu cara mengantisipasi serangan debu yang terpapar ke area pasantren, dan itu juga belum terealisasi sampai saat ini,” kata Zulfadilah.

“Harapan kami saat ini adalah pihak perusahaan seharusnya peka terhadap lingkungan sekitar, bukan hanya memikirkan keuntungan perusahaan saja akan tetapi kesehatan masyarakat di sekitar area perusahaan juga perlu diperhatikan dan apa yang menjadi harapan warga seharusnya di penuhi demi keberlangsungan kehidupan yang sehat terutama bagi generasi yang saat sedang beranjak dewasa,” lanjutnya.

“Tidak menutup kemungkinan jika persoalan ini tidak digubris oleh perusahaan maka dampak dari aktivitas perusahaan yang mengeluarkan limbah debu bara yang mematikan akan terus menyerang warga setempat dan jelas akan merusak keberlangsungan hidup manusia di sekitar, jadi harapan kami kepada perusahaan segera mencari solusi agar permasalahan ini segera ditangani,” pungkas Tgk, Zulfadilah. (Dani)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pemkab Nagan Raya Kembali Raih Opini WTP ke-18 kali dari BPK-RI

4 Juni 2026 - 20:41 WIB

Pasutri Aceh Selatan, Hampir Satu Dekade Tinggal di Rumah Tak Layak Huni Dengan Keterbatasan Ekonomi

3 Juni 2026 - 11:04 WIB

Brimob Batalyon C Pelopor Bersinergi dengan Tim Gabungan Jinakkan Kebakaran Lahan di Nagan Raya

2 Juni 2026 - 17:51 WIB

Petani Muda Aceh Hadir, Menjembatani Rakyat Kecil Untuk Kesejahteraan Pertanian

26 Mei 2026 - 20:01 WIB

TRK Bertindak Sebagai Khatib, Ribuan Pengikut Abu Habib Muda Seunagan Shalat Hari Raya Idul Adha Hari ini

26 Mei 2026 - 12:13 WIB

Trending di Daerah