Menu

Mode Gelap
Sinergi Cegah Karhutla, Langkah Nyata PT Surya Panen Subur dalam Tanggap Darurat Edukasi Hijau  HUT Ke-24 Nagan Raya Digelar 19–21 Juli, Bupati TRK Ajak Masyarakat Ramaikan Pesta Rakyat Tumbuh Kembangkan Olahraga, Disparpora Nagan Raya Kerjasama dengan Yayasan Inspire Indonesia PWI Nagan Raya Kirimkan Dua Wartawan Ikuti Uji Kompetensi di Banda Aceh Antusias Orangtua Mempercayakan Pendidikan anak ke SMPN 5 Seunagan Tinggi, Pihak Sekolah Terpaksa Buka 4 Kelas Plt. Sekda Buka Pasar Murah, Pemkab Siapkan 390 Paket per Titik

Daerah

Pasantren Miftahussalam di Peunaga Cut Ujong Diselimuti Debu Batu Bara, Perusahaan Dinilai Abai

badge-check


					Foto/IST: Kondisi Pesantren Miftahussalam Terkena Debu Batu Bara Perbesar

Foto/IST: Kondisi Pesantren Miftahussalam Terkena Debu Batu Bara

Narasiterkini.com, Meulaboh – Sudah sekian lama pasatren Miftahussalam yang berada di lorong pertanian, tepatnya di Desa Peunaga Cut Ujong, Kecamatan Mereubo, Aceh Barat, di selimuti debu hitam pekat persis seperti debu batu bara yang muncul dari aktivitas perusahaan pertambangan batu bara yang jarak 500 meter dari lokasi tersebut.

Kurang lebih 100 santri yang menimba ilmu disana, sebelum pengajian dimulai mereka bersusah payah membersihkan debu-debu batu bara yang melekat pada dinding dan lantai, suasana tersebut sudah berlangsung lama mereka rasakan.

Seperti diketahui keberadaan pasatren itu berada diantara dekat dengan Hauling dan stokfile penghasil limbah batu bara yang mematikan, sejak itu pula beberapa santri mengaku kepada media pengajian mulai tidak nyaman dengan kondisi populasi debu batu bara yang mencemari lingkungan sekitar imbas tersebutlah yang saat ini mereka rasakan.

Pantauan media ini pada Jumat (18/3/2022) dilokasi pasatren tersebut terlihat beberapa tempat yang dijadikan sebagai pengajian selimuti debu batu bara terutama pada dinding dan langit-langit serta lantai yang dasarnya berwarna putih menjadi hitam pekat persis seperti debu batu bara.

Ketika pewarta ini menanyakan kepada salah satu santri, debu yang sedang mereka bersihkan mengaku bahwa itu debu batu bara yang muncul dari aktivitas perusahaan pertambangan di sekitar sembari mengayunkan sapu sesekali ia bebicara,”beginilah bang kondisi pasantren kami sebelum masuk pengajian harus dibersihkan dulu debu batu bara ini,” kata salah satu santri.

Pengakuan yang sama juga dilontarkan oleh salah satu Tengku yang mengajar disana ia bernama Zulfadilah, dirinya mengatakan bahwa selama ini kami hanya bisa pasrah dengan kondisi demikian, karena selama ini keluhan yang pernah ia sampaikan terhadap penanggungjawab perusahaan tidak pernah digubris.

Ia mengaku bahwa selama ini belum ada solusi dari pihak perusahaan terkait penangganan pencemaran debu yang sudah berlangsung lama menyelimuti pasantren serta pemungkiman warga sekitar, padahal sebelumnya pihak pasantren hanya meminta memasang jaring di sekitar area pasantren dan melakukan penghijauan mungkin itu bisa salah satu cara mengantisipasi serangan debu yang terpapar ke area pasantren, dan itu juga belum terealisasi sampai saat ini,” kata Zulfadilah.

“Harapan kami saat ini adalah pihak perusahaan seharusnya peka terhadap lingkungan sekitar, bukan hanya memikirkan keuntungan perusahaan saja akan tetapi kesehatan masyarakat di sekitar area perusahaan juga perlu diperhatikan dan apa yang menjadi harapan warga seharusnya di penuhi demi keberlangsungan kehidupan yang sehat terutama bagi generasi yang saat sedang beranjak dewasa,” lanjutnya.

“Tidak menutup kemungkinan jika persoalan ini tidak digubris oleh perusahaan maka dampak dari aktivitas perusahaan yang mengeluarkan limbah debu bara yang mematikan akan terus menyerang warga setempat dan jelas akan merusak keberlangsungan hidup manusia di sekitar, jadi harapan kami kepada perusahaan segera mencari solusi agar permasalahan ini segera ditangani,” pungkas Tgk, Zulfadilah. (Dani)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

HUT Ke-24 Nagan Raya Digelar 19–21 Juli, Bupati TRK Ajak Masyarakat Ramaikan Pesta Rakyat

16 Juli 2026 - 17:17 WIB

PWI Nagan Raya Kirimkan Dua Wartawan Ikuti Uji Kompetensi di Banda Aceh

16 Juli 2026 - 13:26 WIB

Antusias Orangtua Mempercayakan Pendidikan anak ke SMPN 5 Seunagan Tinggi, Pihak Sekolah Terpaksa Buka 4 Kelas

16 Juli 2026 - 11:11 WIB

SMPN 7 Kuala Terima 68 Siswa Baru, Kepsek Tegaskan Tak Ada Bullying

15 Juli 2026 - 16:02 WIB

Presiden Mahasiswa STAIN TDM: Kedepankan Dialog, Jangan Sampai Kritik Publik Diduga Dibalas dengan Gugatan dan Laporan Pidana ‎

13 Juli 2026 - 20:54 WIB

Trending di Daerah