Menu

Mode Gelap
Dari Shalawat hingga Semangat Kebangsaan, Brimob Batalyon C Gelar Maulid Bersama Ribuan Warga Kini Hadir Bengkel SR Auto Service Darul Makmur dengan Peralatan Kerja Serba Canggih PT Socfindo Kebun Seunagan Bantu Bersihkan Parit Akses Pertanian Masyarakat Lingkungan Perusahaan  Sosok Polisi Peduli Sosial, Aipda Jonni Rahmad Bangun Empat Rumah untuk Fakir Miskin 14 Putra-putri Nagan Raya Menimba Ilmu ke Mesir dan Maroko Kurdi Resmi Jadi Sekda Definitif Aceh Barat, Bupati Tarmizi Tekankan Penguatan Birokrasi

Daerah

Pasantren Miftahussalam di Peunaga Cut Ujong Diselimuti Debu Batu Bara, Perusahaan Dinilai Abai

badge-check


					Foto/IST: Kondisi Pesantren Miftahussalam Terkena Debu Batu Bara Perbesar

Foto/IST: Kondisi Pesantren Miftahussalam Terkena Debu Batu Bara

Narasiterkini.com, Meulaboh – Sudah sekian lama pasatren Miftahussalam yang berada di lorong pertanian, tepatnya di Desa Peunaga Cut Ujong, Kecamatan Mereubo, Aceh Barat, di selimuti debu hitam pekat persis seperti debu batu bara yang muncul dari aktivitas perusahaan pertambangan batu bara yang jarak 500 meter dari lokasi tersebut.

Kurang lebih 100 santri yang menimba ilmu disana, sebelum pengajian dimulai mereka bersusah payah membersihkan debu-debu batu bara yang melekat pada dinding dan lantai, suasana tersebut sudah berlangsung lama mereka rasakan.

Seperti diketahui keberadaan pasatren itu berada diantara dekat dengan Hauling dan stokfile penghasil limbah batu bara yang mematikan, sejak itu pula beberapa santri mengaku kepada media pengajian mulai tidak nyaman dengan kondisi populasi debu batu bara yang mencemari lingkungan sekitar imbas tersebutlah yang saat ini mereka rasakan.

Pantauan media ini pada Jumat (18/3/2022) dilokasi pasatren tersebut terlihat beberapa tempat yang dijadikan sebagai pengajian selimuti debu batu bara terutama pada dinding dan langit-langit serta lantai yang dasarnya berwarna putih menjadi hitam pekat persis seperti debu batu bara.

Ketika pewarta ini menanyakan kepada salah satu santri, debu yang sedang mereka bersihkan mengaku bahwa itu debu batu bara yang muncul dari aktivitas perusahaan pertambangan di sekitar sembari mengayunkan sapu sesekali ia bebicara,”beginilah bang kondisi pasantren kami sebelum masuk pengajian harus dibersihkan dulu debu batu bara ini,” kata salah satu santri.

Pengakuan yang sama juga dilontarkan oleh salah satu Tengku yang mengajar disana ia bernama Zulfadilah, dirinya mengatakan bahwa selama ini kami hanya bisa pasrah dengan kondisi demikian, karena selama ini keluhan yang pernah ia sampaikan terhadap penanggungjawab perusahaan tidak pernah digubris.

Ia mengaku bahwa selama ini belum ada solusi dari pihak perusahaan terkait penangganan pencemaran debu yang sudah berlangsung lama menyelimuti pasantren serta pemungkiman warga sekitar, padahal sebelumnya pihak pasantren hanya meminta memasang jaring di sekitar area pasantren dan melakukan penghijauan mungkin itu bisa salah satu cara mengantisipasi serangan debu yang terpapar ke area pasantren, dan itu juga belum terealisasi sampai saat ini,” kata Zulfadilah.

“Harapan kami saat ini adalah pihak perusahaan seharusnya peka terhadap lingkungan sekitar, bukan hanya memikirkan keuntungan perusahaan saja akan tetapi kesehatan masyarakat di sekitar area perusahaan juga perlu diperhatikan dan apa yang menjadi harapan warga seharusnya di penuhi demi keberlangsungan kehidupan yang sehat terutama bagi generasi yang saat sedang beranjak dewasa,” lanjutnya.

“Tidak menutup kemungkinan jika persoalan ini tidak digubris oleh perusahaan maka dampak dari aktivitas perusahaan yang mengeluarkan limbah debu bara yang mematikan akan terus menyerang warga setempat dan jelas akan merusak keberlangsungan hidup manusia di sekitar, jadi harapan kami kepada perusahaan segera mencari solusi agar permasalahan ini segera ditangani,” pungkas Tgk, Zulfadilah. (Dani)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

14 Putra-putri Nagan Raya Menimba Ilmu ke Mesir dan Maroko

24 Agustus 2026 - 20:47 WIB

Kurdi Resmi Jadi Sekda Definitif Aceh Barat, Bupati Tarmizi Tekankan Penguatan Birokrasi

24 Agustus 2026 - 13:34 WIB

Narasi Provokatif Catut Nama Pamen Polda Aceh AKBP Zainuddin Dipastikan Hoaks

23 Agustus 2026 - 19:59 WIB

UNISAI Wisuda 1001 Lulusan, Rektor: Baik Saja Belum Cukup, Kita Harus Berupaya Meraih Unggul

23 Agustus 2026 - 10:30 WIB

Kemenag Nagan Raya Raih Tiga Trofi, Soroti Sportivitas di Laga Voli Antarinstansi

20 Agustus 2026 - 23:42 WIB

Trending di Daerah