Menu

Mode Gelap
Bupati TRK Terima Kunjungan Tim Peneliti Tohoku University Jepang IPELMANAR Pertanyakan Legalitas Perusahaan di Gampong Lhok, Minta Transparansi dan Penegakan Hukum Permudah Akses, Dukung Pelaku Kuliner Lokal, PUPR Aceh Barat Aspal Jalan Menuju Objek Wisata Ketua PWI Nagan Raya Silaturahmi dengan Kajari, Siap Jadi Mitra Strategis Pemkab Nagan Raya Buka Pendaftaran Bantuan Biaya Pendidikan bagi Mahasiswa Berprestasi dan Santri Dari Keluarga Kurang Mampu Dalam Kabupaten Nagan Raya Tahun Anggaran 2027 Presma UTU Kecam Kriminalisasi Aktivis yang Perjuangkan Jalan Pendidikan dari Hauling Limbah FABA

Pendidikan

Mahasiswa STAIN Teuku Dirundeng Meulaboh Tolak Wisuda Secara Online

badge-check

 

Narasiterkini.com, Meulaboh-Mahasiswa yang merupakan calon wisudawan wisudawati Sekolah tinggi Agama islam negeri tengku dirundeng meulaboh (STAIN MBO) pada jumat, (23/10/2020) kemarin ramai-ramai mendatangi pihak kampus guna melakukan audiensi terkait dengan akan dilaksanankannya wisuda online.

Dalam audiensinya, mahasiswa menuntut transparansi pihak kampus yang bersikeras melaksanakan wisuda online , padahal ada beberapa kampus yang tetap menggelar yudisium secara tatap muka. Safritar salah satu peserta audiensi tersebut mengatakan pihak kampus tidak memiliki alasan yang kongkrit mengapa wisuda harus digelar secara online.

Jika memang karna alasan covid 19 , kita dapat menerapkan sesuai dengan protokol kesehatan, terlebih lagi kita ketahui bersama para wisudawan wisudawati STAIN TDM tidak sebanyak dan semembludak para wisudawan kampus lain lebih kurang 200 orang.

Masih menurut Safritar, ia menawarkan solusi kepada pihak kampus agar ketua Stain TDM mempunyai kebijakan nurani untuk menggelar wisuda Perfakultas agar menimalisir keramaian , “Saya rasa kalau harus digelar wisuda perfakultas ataupun 200 mahasiswa dibagi menjadi 2 babak dalam pelaksanaan wisuda juga menjadi solusi yang bagus , hari ini tidak ada alasan tidak ada dana kampus Stain sudah negeri , sudah pasti ada plot anggaran kegiatannya,” terang Safritar.

Menanggapi aspirasi mahasiswa tersebut, Tamlekha selaku ketua Hmj (Himpunan Mahasiswa Jurusan) Tarbiyah Stain TDM ikut berkomentar “hari ini saya berkomentar atas nama ketua Hmj Tarbiyah dikarenakan saya menunggu tanggapan dari Plt Dema Stain tapi hingga hari ini tidak ada sepatah katapun yang keluar dari suaranya yang merdu.

“Saya telah menerima surat edaran kemenang yang diberikan kampus pada saat audiensi, setelah saya pelajari adapun ketentuan yang harus dibatasi ialah model pembelajaran baik itu secara teori ataupun praktis , sedangkan yudisium dan wisuda itu merupakan kegiatan akademik,” kata Tamlekha.

Selain itu ia juga menegaskan kepada pihak kampus sebelum menjalankan aturan seperti wisuda online , pihak kampus dapat menyediakan form ketersedian atau tidak bersedia mengikuti wisuda online agar para pihak kampus dapat melihat dan mendengar suara suara mahasiswa sebelum menerapkan aturan mengingat Stain adalah kampus demokrasi.
Kendati hingga sampai saat ini ketua Stain Dr.inayatillah tetap mengikuti aturan sesuai dengan surat edaran kemenag. (Rils/*)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pemkab Nagan Raya Buka Pendaftaran Bantuan Biaya Pendidikan bagi Mahasiswa Berprestasi dan Santri Dari Keluarga Kurang Mampu Dalam Kabupaten Nagan Raya Tahun Anggaran 2027

10 Juli 2026 - 22:20 WIB

STIMI Meulaboh Lepas KKN-KPM, Camat Kaway XVI: Kehadiran Mahasiswa Harus Memberikan Manfaat Nyata 

21 Juni 2026 - 17:35 WIB

Perkuat Nilai Keagamaan, Pemuda Samatiga Gelar Beut Panteu Keude Perdana di Cot Seumeureung

19 Juni 2026 - 07:07 WIB

Tingkatkan Mutu Pendidikan Tinggi, STIS Al-Aziziyah Sabang Teken MoU dengan Universitas Islam Al-aziziyah Indonesia

11 Juni 2026 - 15:14 WIB

FORJIAS berbagi Ilmu dengan Pelajar MAN 4 Aceh Selatan, Belajar Bijak Bermedia dan Lawan Hoaks Bersama 

9 Mei 2026 - 20:05 WIB

Trending di Pendidikan