Menu

Mode Gelap
Mantan Komisioner KIP Nagan Raya Dukung Penunjukan Komisaris Utama PT Pema Global Energi Dayah Abu Muda Habib Seumayam di Kuala Baroe diresmikan, Ini Harapan Bupati TRK Perkuat Adipura PUPR Aceh Barat Serahkan Kontainer ke DLH Dituding Hewan Ternak Warga Mati Diduga akibat Limbah, Pihak PT FBB Beri Klarifikasi Tak Kenal Libur, Bupati TRK Pastikan Bantuan Cepat untuk Warga Terdampak Bencana Sambut Kemenangan Penuh Kebahagiaan, Ribuan Masyarakat Nagan Raya Padati Jalan Pawai Akbar

Politik

Meski Pandemi Melanda, Keuangan di Abdya Masih Stabil

badge-check


					Meski Pandemi Melanda, Keuangan di Abdya Masih Stabil Perbesar

Narasiterkini.com, Blangpidie – Bupati Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) Akmal Ibrahim beberkan kondisi keuangan daerah dipimpinnya itu masih tergolong stabil di masa pandemi Covid-19, hal ini disampaikannya di sela-sela kegiatan silaturahmi dengan wartawan Abdya, Selasa (8/6/2021).

Disebutkan bupati Akmal, selama pandemi ini banyak daerah di Aceh keuangan daerah merosot dampak dari wabah melanda, namun berbeda dengan kabupaten Abdya, kondisi keuangan daerah mampu bertahan dengan stabil itu dikarenakan intens nya komunikasi pihak eksekutif dengan legislatif dan terjalin dengan baik.

“Stabilnya kondisi keuangan kita dimasa Covid-19 ini karena komunikasi antara eksekutif dan legislatif terbangun dengan baik dan itu yang saya jaga selama ini,” sebut Bupati Abdya Akmal Ibrahim.

Menurut Akmal, komunikasi antara pemerintah dengan dewan selama ini terjalin sangat baik, sehingga kedua lembaga ini tidak berspekulasi anggaran yang tidak sepatutnya terjadi.

“Jika saling mengerti tentu tidak akan muncul spekulasi angaran macam-macam, karena masih bisa saling berdiskusi dalam menjaga kondisi keuangan agar tetap normal,” ujarnya.

Bupati Abdya memberi contoh tentang pengunaan anggaran pembelanjaan kegiatan dalam kondisi komunikasi berjalan dengan baik.

“Misalnya, jika ada anggaran Rp 100 rupiah, maka kita sepakati untuk belanja seribu, makanya keuangan Abdya normal dalam posisi apapun meski selalu ada silva dengan moninal yang rendah,” contohnya.

Begitu sebaliknya, jika antara bupati dengan dewan tidak melakukan komunikasi, tentu akan muncul spekulasi anggaran macam-macam.

“Bisa jadi kalau tidak bagus komunikasi spekulasi anggaranya akan lebih tinggi, sehingga anggaran seribu belanjanya Rp. 1.500, padahal anggaran tidak ada, sehingga banyak daerah yang terjerat,” katanya.

Disamping komunikasi yang baik, kata Akmal Ibrahim, Abdya juga didukung oleh disiplin keuangan yang baik pula.

” Di Abdya meski ada spekulasi anggaran macam-macam itu hanya satu dua orang saja namun masih bisa dikontrol,” demikian.(Taufik)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Said Isa Quraisy Resmi Dilantik sebagai Anggota DPRK Nagan Raya

24 Desember 2025 - 15:46 WIB

Prosesi pelantikan (PAW) Anggota DPRK Nagan Raya Said Isa Quraisy | Foto : ist

Tak Banyak Retorika, Anggota DPRK ini Ajak Rekan Seprofesi Bangun Masjid Giok Melalui Dana Pokir

14 Oktober 2025 - 23:18 WIB

Akis Jasuli Resmi Ditunjuk Jadi Ketua NasDem Kabupaten Sumenep

9 Juni 2025 - 20:26 WIB

Zulkarnain Tampung Aspirasi Masyarakat, Mulai dari Laporan Irigasi, Akses Jalan Hingga Sengketa Pertanahan 

27 Mei 2025 - 10:01 WIB

Rauzatul Jannah: Karena Saya Perempuan Satu-satunya di DPRK Nagan Raya Maka Saya Perjuangkan Aspirasi untuk Perempuan dan Anak

6 Mei 2025 - 19:59 WIB

Trending di Politik