Categories Daerah Seremonial

Pemkab Nagan Raya dan BPMA Tinjau Lokasi Kemunculan Gas, Berikut Hasil Sementara!

Narasiterkini.com,Sukamakmue-Pemerintah Kabupaten Nagan Raya bersama Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) meninjau langsung lokasi kemunculan gelembung gas di Desa Gunoeng Cut, Kecamatan Darul Makmur, Selasa (6/1/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan fenomena alam yang sempat menghebohkan masyarakat setempat.

Bupati Nagan Raya Dr. Teuku Raja Keumangan, S.H., M.H., didampingi Wakil Bupati Teuku Raja Sayang, serta Plt Sekda Zulkifli, S.Pd., turut hadir bersama jajaran pejabat daerah dan tim BPMA. Rombongan disambut oleh Camat Darul Makmur Mawardi, A.N., S.E., beserta unsur Muspika setempat.

Dari hasil peninjauan awal, tim BPMA menyimpulkan sementara bahwa gas yang muncul diduga merupakan gas rawa dan tidak menunjukkan unsur berbahaya. Hal tersebut disampaikan berdasarkan pemeriksaan awal menggunakan multigas detector yang tidak mendeteksi kandungan H₂S (hidrogen sulfida), salah satu gas beracun berbahaya.

“Untuk kesimpulan sementara, ini mengarah pada gas rawa dan tidak terdapat unsur berbahaya. Namun demikian, lokasi tetap akan kita amankan dan dilakukan penelitian lanjutan oleh tim ahli migas,” ujar perwakilan BPMA di lokasi.

BPMA juga menyebutkan bahwa berdasarkan informasi awal, kemunculan gas tidak hanya berada pada satu titik, melainkan tersebar di lebih dari 20 titik di sekitar lokasi. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lebih mendalam untuk memastikan jenis, sebaran, dan potensi gas tersebut.

“Gas rawa umumnya bersifat dangkal dan volumenya tidak ekonomis. Meski tidak berbahaya, kami tetap menyarankan agar lokasi ini tidak dijadikan tempat umum sampai hasil penelitian lanjutan selesai,” tambahnya.

Fenomena kemunculan gas ini diketahui muncul pascabanjir yang melanda wilayah tersebut. Warga setempat menyebutkan, setelah banjir kedua beberapa minggu lalu, gelembung gas mulai terlihat keluar dari lapisan lumpur. Beberapa warga bahkan sempat menyulut api pada gelembung gas tersebut dan mengunggahnya ke media sosial, sehingga menimbulkan keresahan di masyarakat.

Sebagai langkah antisipasi, pihak kepolisian dari Polsek Darul Makmur telah memasang garis polisi (police line) di sekitar lokasi guna mencegah warga mendekat dan menghindari potensi risiko yang tidak diinginkan.

Pemerintah daerah bersama BPMA memastikan akan terus melakukan pemantauan dan penelitian lanjutan, serta mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan mematuhi imbauan aparat hingga ada hasil resmi dari tim ahli.

Berdasarkan hasil pemantauan media ini di lapangan, area kemunculan gas tersebut yang berada di desa itu ikut diamankan oleh kepolisian setempat dengan membuat garis police line untuk mencegah warga mendenkat.

Meski pihak BPMA menyatakan gas tersebut tidak berbahaya namun upaya keselamatan masyarakat setempat tetap diwaspadai, untuk itu pihak kepolisian setempat yang dikomandoi Kapolsek Darul Makmur Iptu Ade Haidir, sejak kemunculan gas tersebut terus memberikan imbauan lewat aksi bentuk sosial agar tetap hati-hati.

You May Also Like

Leave a Reply