Menu

Mode Gelap
Kurdi Resmi Jadi Sekda Definitif Aceh Barat, Bupati Tarmizi Tekankan Penguatan Birokrasi Narasi Provokatif Catut Nama Pamen Polda Aceh AKBP Zainuddin Dipastikan Hoaks UNISAI Wisuda 1001 Lulusan, Rektor: Baik Saja Belum Cukup, Kita Harus Berupaya Meraih Unggul PTM Nagan Muda Turunkan 8 Atlet di Turnamen Silapong 5 Antar Divisi 2026 Banda Aceh Kemenag Nagan Raya Raih Tiga Trofi, Soroti Sportivitas di Laga Voli Antarinstansi Kadis Parpora Serahkan Hadiah Perlombaan HUT ke-81 RI

Daerah

Puluhan Traktor Pemkab Abdya Rusak, Petani Mengeluh

badge-check


					Puluhan Traktor Pemkab Abdya Rusak, Petani Mengeluh Perbesar

Narasiterkini.com, Blangpidie – Petani di sejumlah daerah di Kabupten Aceh Barat Daya (Abdya) mengeluh dengan kurangnya alat pengolahan tanah traktor 4WD milik pemkab setempat. Akibatnya petani terpaksa menggunakan traktor swasta dengan harga mahal.
Keujruen Blang (lembaga adat sawah) di Gampong Ie Lhob, Kecamatan Tangan-Tangan, Basri mengatakan, petani diwilayahnya terpaksa menggunakan traktor swasta dengan harga mahal karena traktor pemerintah banyak rusak
Diakuinya traktor pemerintah harganya sangat murah biayanya tetapi alatnya kurang karena banyak rusak, sehingga petani harus menyewakan traktor swasta dengan tarif mahal untuk memenuhi kebutuhan pengolahan tanah.
Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Abdya, Teuku Indra, ST di konfirmasi wartawan, membenarkan banyak alsintan jenis traktor 4WD milik pemerintah daerah saat ini rusak tidak dapat difungsikan  untuk membajak sawah petani.
Diterangkan, total keseluruhan traktor 4WD milik Pemerintah Abdya berjumlah 61 unit terdiri 14 unit di kelola oleh kelompok tani, dan 47 unit  pada Dinas Pertanian dan Pangan Abdya. “Dari 47 yang kita kelola hanya 25 yang masih beroperasi,” tuturnya.
Teuku Indra menambahkan, alsintan  itu rata-rata pengadaan tahun 2017 lalu baik dari ABPK maupun bantuan dari APBN, sehingga sudah sewajarhnya risak dimakan usia, apalagi bekerja dalam lumpur.
Selanjutnya diakui  pihaknya selama ini telah berupaya melakukan perbaikan terhadap alat-alat pertanian yang rusak dengan cara menurunkan tim mekanik dari PT Rutan, namun biaya yang harus dikeluarkan cukup besar sehingga harus dikaji ulang agar tidak memboroskan anggaran daerah.
“Di kaji dulu, apa masih layak di perbaiki dengan dana besar atau pengadaan baru saja. Apalagi usia alsintan kita itu sudah tua, “kata Indra.
Teuku Indra juga menghimbau para kelompok tani penerima bantuan handtractor (traktor tangan) untuk dapat dimaksimalkan penggunaannya mengingat keterbatasan jumlah traktor 4WD sehingga jadwal tanam telah disusun dapat dilaksanakan tepat waktu.
Data yang diterima awak media, tarif traktor milik Pemerintah Abdya memang murah hanya Rp600 ribu/hektar atau Rp200 ribu/naleh, sementara tarif traktor milik swasta Rp 960.000/ hektar atau Rp320.000/Naleh.(Taufik).

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Kurdi Resmi Jadi Sekda Definitif Aceh Barat, Bupati Tarmizi Tekankan Penguatan Birokrasi

24 Agustus 2026 - 13:34 WIB

Narasi Provokatif Catut Nama Pamen Polda Aceh AKBP Zainuddin Dipastikan Hoaks

23 Agustus 2026 - 19:59 WIB

Kemenag Nagan Raya Raih Tiga Trofi, Soroti Sportivitas di Laga Voli Antarinstansi

20 Agustus 2026 - 23:42 WIB

Satreskrim Polres Nagan Raya Pasang Spanduk Imbauan, Cegah Aktivitas Penambangan Tanpa Izin

20 Agustus 2026 - 23:12 WIB

Teuku Adian Resmi Dilantik Sebagai Ketua KONI Aceh Barat Periode 2026-2030

20 Agustus 2026 - 15:26 WIB

Trending di Daerah