Menu

Mode Gelap
Warga Betong Ateuh Bentang Spanduk Dengan Pesan, Beutong Ateuh Belum Pulih Izin Tambang Sudah Datang Ikuti Pendataan, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah Ajak Masyarakat Ikut Partisipasi Sensus Ekonomi 2026 Senyum Bahagia Anak Disabilitas, Kapolres Aceh Selatan Bantu Kursi Roda untuk Ikram Bupati TRK Pimpin Upacara HUT ke-81 RI di Nagan Raya Lukman Terpilih Secara Aklamasi Pimpin Pemuda Pancasila Seunagan Periode 2026–2029 Polisi Tangkap Oknum Brimob Bandar Narkoba, Seorang Anggota POM TNI Gugur Saat Bantu di TKP 

Budaya

Al-Qur’an Berusia 250 Tahun Jadi Pusat Perhatian Pengunjung di Anjungan Nagan Raya 

badge-check


					Al-Qur’an Berusia 250 Tahun Jadi Pusat Perhatian Pengunjung di Anjungan Nagan Raya  Perbesar

 

Narasiterkini.com, Banda Aceh- Al Quran Kuno di Anjungan Nagan Raya menjadi pusat perhatian para pengunjung pada Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-8 sejak kegiatan itu dibuka 4 November 2023 lalu.

Kegiatan yang dipusatkan di Taman Sulthanah Safiatuddin Kota Banda Aceh itu, Anjungan Kabupaten Nagan Raya tampak tidak pernah sepi dari pengunjung yang datang setiap harinya.

Berbagai jenis benda-benda sejarah ikut dipamerkan dalam anjungan tersebut, tak terkecuali Al-Quran kuno yang telah berusia ratusan tahun.

Mushaf Al Quran yang biasanya dicetak dari Kertas Luxs secara modern, lain halnya dengan Anjungan Nagan Raya dalam perhelatan PKA 8 menampilkan Mushaf Al Quran Kuno.

Mushaf yang ditulis tangan ini menjadi sorotan banyak masyarakat yang berkunjung pada Anjungan daerah penghasil batu giok tersebut.

“Salah satu Al Quran Kuno dalam ukuran besar ini dibuat dari daun lontar hitam atau dalam bahasa Acehnya dikenal daun ‘ieboeh’ pilihan yang dikeringkan kemudian di tulis menggunakan alat tulis dari kayu dan bulu hewan dan dikerjakan dalam jangka waktu selama 1 (satu) Tahun ,” ujar Musiddiq Adnan, S.HI, M.Si selaku Penangggungjawab tampilan Mushaf Al Quran Kuno di Anjungan itu.

Ia menyebutkan, jumlah Al Quran Kuno di Museum Al Quran Khazanah Nusantara Nagan Raya saat ini berjumlah 61 Mushaf. Yang dibawa ke Anjungan PKA 8 sebanyak 2 (dua) buah.

“Kedua mushaf yang dibawa ke anjungan ini, sudah berusia lebih dari 200 dan 250 tahun lamanya,” kata Musiddiq yang juga Kepala Bidang Bina Peribadatan dan Pendidikan Dayah pada Dinas Syariat Islam kabupaten setempat.

Berdasarkan keterangan yang ditempelkan pada kedua mushaf Al-Quran kuno yang dipajang itu, salah satu mushaf tercatat dibuat menggunakan bahan daun lontar hitam, yang ditulis dengan alat tulis dari kayu dan bulu hewan.

“Al-quran dengan luas bentangan saat dibuka sekitar 50 cm x 1 meter ini, ditulis oleh penulis ternama yang berasal dari Kota Surabaya, dengan lama penulisannya sekitar 1 tahun dan hingga saat ini telah berusia 250 tahun,” papar Musiddiq.

Sementara, mushaf yang satunya lagi lanjut Musiddiq, ditulis oleh seorang penulis yang berasal dari negera Cina, dengan kertas yang digunakan dari kertas parsi polos, alat tulisnya menggunakan bambu dan lidi pohon aren, hingga saat ini al-quran itu telah berusia 200 tahun.

Sebagaimana diketahui, Mushaf Al-Quran Kuno yang dimiliki Kabupaten Nagan Raya telah mendapatkan Piagam Penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia, dengan kategori Koleksi Al-Quran Kuno Terbanyak, yang diserahkan pada tahun 2015 silam. (RO)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Meriahkan HUT ke-24, Pemkab Nagan Raya Gelar Nagan Culinary Festival 2026 Angkat Kuliner Warisan

22 Juli 2026 - 10:07 WIB

Panitia Sebut Masyarakat Terlibat Bekerja Acara Bakar Lemang HUT Abdya ke-24

18 April 2026 - 18:19 WIB

Wabup Zaman Akli Buka Lomba Dalail Khairat se-Abdya

14 April 2026 - 23:14 WIB

Mustafa Ahmad Camat Tegas, Pejuang Pendidikan dan Penggiat Adat di Aceh Selatan

23 Juli 2025 - 23:43 WIB

Ramadhan Penuh Berkah, Keluarga Besar Bengkel Aufa Motor Berbagi Takjil kepada Pengguna Jalan

24 Maret 2025 - 23:37 WIB

Trending di Budaya