Menu

Mode Gelap
Kini Hadir Bengkel SR Auto Service Darul Makmur dengan Peralatan Kerja Serba Canggih PT Socfindo Kebun Seunagan Bantu Bersihkan Parit Akses Pertanian Masyarakat Lingkungan Perusahaan  Sosok Polisi Peduli Sosial, Aipda Jonni Rahmad Bangun Empat Rumah untuk Fakir Miskin 14 Putra-putri Nagan Raya Menimba Ilmu ke Mesir dan Maroko Kurdi Resmi Jadi Sekda Definitif Aceh Barat, Bupati Tarmizi Tekankan Penguatan Birokrasi Narasi Provokatif Catut Nama Pamen Polda Aceh AKBP Zainuddin Dipastikan Hoaks

Politik

Meski Pandemi Melanda, Keuangan di Abdya Masih Stabil

badge-check


					Meski Pandemi Melanda, Keuangan di Abdya Masih Stabil Perbesar

Narasiterkini.com, Blangpidie – Bupati Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) Akmal Ibrahim beberkan kondisi keuangan daerah dipimpinnya itu masih tergolong stabil di masa pandemi Covid-19, hal ini disampaikannya di sela-sela kegiatan silaturahmi dengan wartawan Abdya, Selasa (8/6/2021).

Disebutkan bupati Akmal, selama pandemi ini banyak daerah di Aceh keuangan daerah merosot dampak dari wabah melanda, namun berbeda dengan kabupaten Abdya, kondisi keuangan daerah mampu bertahan dengan stabil itu dikarenakan intens nya komunikasi pihak eksekutif dengan legislatif dan terjalin dengan baik.

“Stabilnya kondisi keuangan kita dimasa Covid-19 ini karena komunikasi antara eksekutif dan legislatif terbangun dengan baik dan itu yang saya jaga selama ini,” sebut Bupati Abdya Akmal Ibrahim.

Menurut Akmal, komunikasi antara pemerintah dengan dewan selama ini terjalin sangat baik, sehingga kedua lembaga ini tidak berspekulasi anggaran yang tidak sepatutnya terjadi.

“Jika saling mengerti tentu tidak akan muncul spekulasi angaran macam-macam, karena masih bisa saling berdiskusi dalam menjaga kondisi keuangan agar tetap normal,” ujarnya.

Bupati Abdya memberi contoh tentang pengunaan anggaran pembelanjaan kegiatan dalam kondisi komunikasi berjalan dengan baik.

“Misalnya, jika ada anggaran Rp 100 rupiah, maka kita sepakati untuk belanja seribu, makanya keuangan Abdya normal dalam posisi apapun meski selalu ada silva dengan moninal yang rendah,” contohnya.

Begitu sebaliknya, jika antara bupati dengan dewan tidak melakukan komunikasi, tentu akan muncul spekulasi anggaran macam-macam.

“Bisa jadi kalau tidak bagus komunikasi spekulasi anggaranya akan lebih tinggi, sehingga anggaran seribu belanjanya Rp. 1.500, padahal anggaran tidak ada, sehingga banyak daerah yang terjerat,” katanya.

Disamping komunikasi yang baik, kata Akmal Ibrahim, Abdya juga didukung oleh disiplin keuangan yang baik pula.

” Di Abdya meski ada spekulasi anggaran macam-macam itu hanya satu dua orang saja namun masih bisa dikontrol,” demikian.(Taufik)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Sang Senior Kembali Dapat Amanah Cak Imin untuk Pimpin PKB Nagan Raya 

25 Juli 2026 - 20:04 WIB

Sempat di Kritik, Mahasiswa Simeulue ini Apresiasi Sikap Terbuka Ketua Fraksi DPRA Nasdem Dapil 10 

19 Juni 2026 - 07:16 WIB

Terkait Reses ke Simeulue, Berikut Klarifikasi Anggota DPR Aceh Dapil 10 Fraksi Nasdem 

17 Juni 2026 - 17:59 WIB

Abeh Ubee Abeh, Kepengurusan Baru PAN Target Masuk Tiga Besar di Parlemen Nagan Raya 

15 Juni 2026 - 12:51 WIB

Alhamdulillah….Ceo MJD Group Resmi Dilantik Jadi Bendahara Umum DPD PAN Aceh Barat

13 Juni 2026 - 18:08 WIB

Trending di Politik