Menu

Mode Gelap
Putri Kadisparpora Nagan Raya Ukir Prestasi, Raih Emas O2SN Aceh 2026 Presiden Mahasiswa STAIN TDM: Kedepankan Dialog, Jangan Sampai Kritik Publik Diduga Dibalas dengan Gugatan dan Laporan Pidana ‎ Ketua DPM FISIP UTU Soroti Gugatan PT SCY terhadap Masyarakat dan Aktivis: Demokrasi Tidak Boleh Dibungkam Asisten II Buka Evaluasi Qanun, Pemkab Nagan Raya Dorong Regulasi Berkeadilan dan Berperspektif HAM Tim PKM STIKes Medika Seramoe Barat Laksanakan Pendampingan Psikososial Berbasis Permainan bagi Anak Pascabencana  Bupati TRK Terima Kunjungan Tim Peneliti Tohoku University Jepang

Opini

Ketua Panitia: Mubes SEMA-DEMA STAIN TDM Dilaksanakan Sesuai Ketentuan

badge-check


					Ketua Panitia: Mubes SEMA-DEMA STAIN TDM Dilaksanakan Sesuai Ketentuan Perbesar

 

Narasiterkini.com, Meulaboh– Ketua Panitia Musyawarah Besar Senat Mahasiswa dan Dewan Eksekutif Mahasiswa (MUBES SEMA dan DEMA) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku dirundeng Meulaboh, Ulfi Yanti menyampaikan bahwa isu yang mengatakan mubes tersebut cacat hukum tidaklah benar.

Hal itu disampaikan melalui media ini, Jum’at (25/12/2020). “Dari segimananya kegiatan MUBES ini cacat hukum, segala administrasinya sudah kami lengkapi bersama tim,” ungkap Ulfi Yanti.

Pihaknya merasa perlu meluruskan mengingat banyaknya tuduhan-tuduhan yang dilontarkan oleh Pihak atau kelompok yang ingin menggagalkan acara MUBES tersebut.

“Memang benar kalau kami sedikit kewalahan dikarenakan baru kali ini MUBES dilakukan secara virtual, namun itu menjadi tantangan tersendiri buat kami panitia, dan selama MUBES dibuka terdapat beberapa oknum yang mulai meneror bahkan sampai menebar acaman,” sambung Uli.

Selain terror dan tuduhan Ulfi juga membantah soal dirinya telah mengundurkan diri dari ketua panitia, bahkan berbagai isu lain yang mereka keluarkan guna menggiring opini publik. Bahkan dalam keterangannya Ulfi menambahkan, mereka malah lebih kelihatan kurang siap dengan kondisi yang sedang terjadi. “Mereka juga membuat kegaduhan Ketika MUBES itu sendiri berlangsung bahkan hingga kata-kata kasar yang mengandung unsur SARA juga dilontarkan oleh beberapa peserta.

“Saya rasa mereka tidak dapat menerima kenyataan, yang mana saat ini kita ketahui betul bahwa kita sedang dilanda pandemi covid-19 dan pemerintah juga menerapkan PSBB disetiap daerah, jadi selaku ketua panitia dan mahasiswa yang terdidik, sudah selayaknyalah kita pahami betul dan kita terapkan semua aturan pemerintah,” tambah Ulfi lagi tentu dengan mengesampingkan kepentingan pribadi atau kelompok tertentu. (Rils)

Tinggalkan Balasan

1 Komentar

  1. Dian

    Tuduhan di situs satu lagi jahat banget ya,mereka sepertinya memutar balik kan fakta huhu

semua sudah ditampilkan
Baca Lainnya

Aksi Tuntutan Berlanjut ke Polda Aceh, Korban Minta Usut Aksi Tandingan Siapa Dalangnya

4 Juli 2026 - 15:51 WIB

Aksi Tandingan Menimbulkan Tanda Tanya Publik, Ada Apa Dengan Aparat Penegak Hukum di Aceh Barat?

2 Juli 2026 - 23:58 WIB

Puluhan Warga Tuntut Keadilan, Aksi Unjuk Rasa Depan Kantor Polres Aceh Barat, Sampai Bawa Poster Copot Kasat Reskrim

1 Juli 2026 - 00:22 WIB

Sistem Penjualan Tiket Lambat, DEMA STIS Al-aziziyah Sabang Desak PT ASDP Segera Evaluasi Menyeluruh 

27 Juni 2026 - 15:08 WIB

Sempat di Kritik, Mahasiswa Simeulue ini Apresiasi Sikap Terbuka Ketua Fraksi DPRA Nasdem Dapil 10 

19 Juni 2026 - 07:16 WIB

Trending di Opini