Menu

Mode Gelap
Breaking news: Korban Banjir Tuntut Janji Pemerintah, Arus Lalin di Dua Jalur Sempat Terganggu  Bupati TRK Lepas 170 Jamaah Calon Haji Nagan Raya, Dirangkai Prosesi Peusijuek di Masjid Giok Muscab V PPP Nagan Raya Digelar, Perkuat Konsolidasi dan Siapkan Kepengurusan Baru Warga Geram, Lapor Keuchik Cot Bayu Terkait Pengelolaan Dana Desa Diduga Tidak Transparan Bank Aceh Tuntaskan Sosialisasi dan Aktivasi IBC Non Tunai Gampong Se Nagan Raya, Siap Launching Awal Juni Pemkab Nagan Raya Bersama Bank Aceh Cabang Jeuram Sosialisasikan Transaksi Non Tunai Dana Desa

Peristiwa

Sengketa Tanah Antara Warga dan PT Fajar Baizury, DPRK Nagan Raya Adakan RDP

badge-check


					Sengketa Tanah Antara Warga dan PT Fajar Baizury, DPRK Nagan Raya Adakan RDP Perbesar

 

Narasiterkini.com, Suka Makmue- Sengketa tanah antara warga dari Desa Cit Mee Kecamatan Tadu Raya dan warga dalam Kecamatan Tripa Makmur bersengketa dengan PT Fajar Baizury, DPRK Nagan Raya adakan Rapat Dengar Pendapat (RDP), Kamis, (5/3/2021) siang kemarin.

Masyarakat Cot Mee meng-klaim bahwa PT Fajar Baizury telah menyerobot tanah masyarakat Cot Mee, Maka masyarakat meminta agar tanah tersebut dikembalikan oleh perusahaan perkebunan kelapa sawit tersebut. Tanah masyarakat Cot Mee semakin sempit dengan didiami penduduk +/- 1500 jiwa

 

Dalam RDP itu diungkapkan, Masyarakat Cot Mee selama ini kerab mengalami banjir akibat buangan dari kebun PT Fajar Baizury, maka mereka meminta agar permasalahan tersebut segera diatasi. Disisi lain, Keuchik Cot Mee mengaku tidak pernah menandatangani persetujuan perpanjangan HGU PT Fajar Baizury.

 

Sedangkan permasalahan di Tripa Makmur dengan perusahaan yang sama, Masyarakat Tripa Makmur meng-klaim PT Fajar Baizury telah menyerobot tanah mereka. Maka mereka meminta agar HGU PT tersebut diukur ulang atau dipasang tapal batas sesuai dengan sertifikat HGUnya.

 

Selanjutnya masyarakat meminta kepada DPRK untuk membentuk tim pemasangan tapal batas secara jujur dan transparan dengan ikut melibatkan masyarakat.

Dalam kegiatan RDP itu dipimpin oleh Ketua DPRK Jonniadi didampingi Ketua Komisi I Hasan Mashuri dan Ketua Komisi III Zulkarnain serta diikuti oleh sejumlah Anggota DPRK diantaranya, Junid Arianto, Teuku Abdul Rasyid, Sulaiman TA dan Raja Sayang.

 

Dari pihak eksekutif terlihat hadir Kepala Dinas Pertanahan Zulfika, SH, Kepala BPN, Camat Tadu Raya dan Camat Tripa Makmur.

 

Kemudian PT Fajar Baizury Brother diwakili Manager Humas Maijuni, pihak masyarakat Keuchik Cot Mee, Elvis dkk, LBH Banda Aceh dan sejumlah tokoh masyarakat Tripa dan Cot Mee.

 

 

Manager Humas PT Fajar Baizury, Meijuni pada kesempatan itu menjelaskan, Sebelumnya Pemkab telah 3 kali melakukan mediasi penyelesaian masalah tersebut dan tapal batas yang dimaksud sudah ada.

 

“Itu semuanya sudah selesai sebenarnya, sudah kita bayar peunayah. Mengapa mereka bawa ke DPRK, kalau mereka merasa benar pemilik tanah yang sah mengapa tidak dibawa ke ranah hukum,” ungkap Meijuni saat media ini mencoba konfirmasi ulang.

 

Sementara Ketua Komisi 3 DPRK Nagan Raya, Zulkarnain saat dikonfirmasi menjawab, DPRK dan Pemkab akan membentuk tim penyelesaian masalah tersebut dengan melibatkan perwakilan masyarakat, perusahaan, BPN, dan semua pihak yang terkait.

 

“DPRK berkomitmen untuk mengupayakan penyelesaian masalah secara baik dan berkeadilan,” ungkap Zulkarnain.

 

Pihaknya meminta semua pihak agar tetap tenang dan jangan melakukan tindakan tindakan diluar hukum. Berikan waktu kepada DPRK dan Pemkab untuk mencari penyelesaian yang baik dan tuntas. (*)

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Warga Geram, Lapor Keuchik Cot Bayu Terkait Pengelolaan Dana Desa Diduga Tidak Transparan

10 Mei 2026 - 15:15 WIB

Mobil Diduga Milik Perusahaan ZTE Terperosok ke Sawah di Abdya

29 April 2026 - 10:22 WIB

Rumah Warga di Perumahan Alue Kambuk Nagan Raya Dibobol, Uang Ratusan Juta Ikut Raib

26 April 2026 - 12:23 WIB

Lagi Asik Pacaran Dalam Mobil Depan Kantor Bupati Aceh Barat, Sepasang Remaja Diamankan Satpol-PP

14 April 2026 - 19:00 WIB

BPBK Abdya Hentikan Pencarian Warga Hilang, Hasilnya Tak Ditemukan

14 April 2026 - 18:32 WIB

Trending di Daerah