Menu

Mode Gelap
BNPB Asbun, Penyelesaian Pembangunan Huntara di Nagan Raya Tak Sesuai Fakta Pemkab Aceh Barat Bentuk Tim Satgas RTLH dan DTSEN Respon Cepat, PUPR Aceh Barat Akan Rehap Jembatan Penghubung Desa Panton Makmur dan Alue Batee, Peredaran Sianida Marak, SaKA Duga Oknum Polisi di Abdya Terima Setoran dari Pemilik Blander Emas PUPR Aceh Barat Mulai Aspal Jalan Menuju Pukesmas Samatiga Pulang Kampung, Masyarakat Aceh Selatan Ramaikan Tabligh Akbar Tgk Habibie Nawawi

Peristiwa

Bupati Akmal ‘Ngajar’ di SMKN 5 Abdya, Motivasi Siswa Berinovasi Bidang Pertanian 

badge-check


					Bupati Akmal ‘Ngajar’ di SMKN 5 Abdya, Motivasi Siswa Berinovasi Bidang Pertanian  Perbesar

 

 

Narasiterkini.com, Blangpidie – Presiden Republik Indonesia (RI) mengeluarkan intruksi presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menetapkan salah satu penekanan adalah pengembangan SMK Unggulan sesuai dengan potensi wilayah masing-masing.

 

Dasar dari Inpres tersebut, SMK Negeri 5 Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) yang berlokasi di Gampong Alue Peunawa Kecamatan Babahrot itu, memiliki tiga program keahlian, yakni Agribisnis dan Tanaman Holtikultura, Teknik Pengelasan dan Rekayasa Perangkat Lunak.

 

Selain itu, Kabupaten Abdya yang telah memiliki sektor pertanian sebagai salah satu pilar ekonomi masyarakat Abdya, tentunya harus didukung oleh tenaga skil menengah yang berwawasan progresif dan inovatif guna untuk menunjang kesuksesan program tersebut.

 

Hal tersebut disampaikan Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 5 Abdya Irma Suriani, S.Si., M.Pd saat memeberikan sambutan nya dalam acara Program Bupati Mengajar di halaman sekolah, Rabu (10/3/2021).

 

“Selaras dengan Inpres Revitalisasi SMK, maka penguatan program keahlian pertanian pada SMK 5 Abdya menjadi suatu harapan penting dan perlu mendapatkan perhatian optimal dari segenap pemangku kepentingan,” kata Irma Suriani.

 

Ditempat terpisah, Kepsek SMKN 5 Abdya menuturkan program keahlian Agribisnis dan Tanaman Holtikultura, Teknik Pengelasan dan Rekayasa Perangkat Lunak di sekolah itu sudah lahir sejak 2008. Kegiatan yang digelar hari ini merupakan untuk meningkatkan mutu pendidikan siswa pertanian disana, dengan jumlah 130 orang.

 

“Program ini untuk peningkatan mutu pendidikan siswa, khusus siswa pertanian sebanyak 130 orang, ini untuk menghasilkan varietas-varietas bibit unggul, yang saat ini sudah kita kembangkan kacang kedelai Jepang”, tuturnya.

 

Irma Suriani juga menjelaskan varietas bibit unggul yang telah dikembangkan di SMKN 5 Abdya itu, bahwa kacang kedelai ini berasal dari Jepang, bibitnya pertama sekali diberikan oleh Kepala SMK Saree, Aceh Besar, hingga saat ini pengembangan kacang kedelai Jepang sudah dua kali masa panen di Abdya.

 

“Dan ternyata selepas di SMK ini, siswa-siswi dituntut kerja mandiri, dan menjadi wirausaha, pengusaha dan menjadikan alumni kita ini yang handal dibidang pertanian, sehingga mutu pendidikan siswa harus ditingkatkan”, jelas Irma.

 

Bupati Abdya, Akmal Ibrahim dalam pidato nya memberikan materi tentang berusaha dengan berinovasi, hal ini dianggap sangat penting bagi generasi yang hidup era serba canggih ini.

 

“Kedepannya, kita tidak mampu bersaing secara teknologi, teknologi sudah duluan dikuasai negara barat, dan kita hanya bisa bersaing di bidang pertanian, dengan bertani penghasilan kita diatas gaji pejabat negara”, terang Bupati Akmal Ibrahim yang tampil sebagai guru inovasi bidang pertanian.

 

Akmal mengatakan generasi kedepan diharapkan mampu bersaing di bidang pertanian, menurut nya bergerak di pertanian adalah pilihan yang sangat tepat, dan Akmal juga memberikan contoh bahwa dengan berwirausaha akan lebih besar penghasilan nya ketimbang bekerja sebagai aparatur sipil negara.

 

“Saya ditelpon di WA oleh Kanwil Kementerian Keuangan, Aceh bang Safwadi, pak bupati akhir bulan ini kita meeting zoom, bisnis Contact dengan kedutaan besar Indonesia di Hongkong, agendanya adalah bicara prosfek pemasaran dan ekspor jengkol”, cerita Bupati Akmal terkait peluang pemasaran bisnis jengkol keluar negeri.

 

Akmal berkisah tentang penghasilan tanaman jengkol milik pribadi nya di beberapa lokasi di Abdya, bahwa dengan penghasilan jengkol mampu mengalahkan penghasilan PNS yang berkisar paling tinggi 15 juta rupiah perbulan.

 

“Satu hektar jengkol itu yang sudah berusia diatas 10 tahun, bisa menghasilkan 500-600 juta setahun, coba lihat jengkol saya di Manggeng, Tangan-Tangan, setiap panen diatas satu ton per batang”, jelas Akmal memotivasi siswa-siswi SMKN 5 Abdya. (Taufik)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Warga Nagan Raya dihebohkan Penemuan Mayat Pria di Areal Perkebunan Sawit 

30 Maret 2026 - 21:46 WIB

Hebohkan Penemuan Mayat Pria di Areal Perkebunan Sawit. | Foto : ist

Harap Berhati-hati, Oknum Gunakan Foto Ketua PWI Aceh Barat Diduga untuk Penipuan

18 Maret 2026 - 16:00 WIB

Korban Banjir di Lamie Tak Dapat Bantuan Serbu Kantor Keuchik, Kapolsek Darul Makmur Tenangkan Massa

18 Maret 2026 - 14:43 WIB

Panitia Lokal Tak Becus, PWI Aceh Tamiang Kecam Pengusiran Wartawan di Acara Santunan Anak Yatim BSI

10 Maret 2026 - 10:51 WIB

Innalillahi, Perjuangan untuk Keluarga Tuha Peut Terpilih ini Berakhir di Lintasan Gunong Trans Gagak

11 Februari 2026 - 12:24 WIB

Trending di Peristiwa