Menu

Mode Gelap
Bupati Tarmizi Kunjungi Anak Gangguan Jiwa di Aceh Barat HIMASKOR FIK UTU Resmi Terbentuk, Jadi Wadah Pengembangan Mahasiswa Sains Keolahragaan Jelang Pensiun, Ratusan Karyawan PT Socfindo Kebun Seumayam dan Seunagan Dapat Penghargaan  Sekda Aceh Barat Pimpin Kegiatan Pra Rapim Terkait Anggaran DAK dan BKK HAORNAS ke-43, Pemkab Nagan Raya Beri Penghargaan kepada Atlet dan Pelatih Berprestasi SMKN 1 Labuhanhaji Berhasil Raih Juara pada Turnamen Futsal Memeriahkan HUT RI ke- 81

Peristiwa

Kasus Tabrakan Kapal Nelayan Masih Ngambang, DPR Janji Panggil Pihak PT Mifa Bersaudara

badge-check


					Kasus Tabrakan Kapal Nelayan Masih Ngambang, DPR Janji Panggil Pihak PT Mifa Bersaudara Perbesar

NarasiTerkini.com, Meulaboh- Terkait kecelakaan Kapal Nelayan yang diduga dengan sebuah Kapal Pengangkut Barang Berat yang terjadi pada pekan lalu masih mengambang dan tidak ada satu pihakpun dari Lembaga Pemerintahan Aceh Barat yang mengetahui.

Persoalan tersebut kini mulai di bahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat pada Selasa (31/08/2021) kemarin.

Dalam RDP itu ikut hadir Pihak Syahbandar Meulaboh, Panglima Laot, Dinas Perikanan dan Kelautan, Anggota DPRK, Komisi II, Ketua DPRK, serta Wakil II DPRK yang memimpin RDP.

Dalam kesempatan tersebut,  H. Kamaruddin, SE, selaku Pimpinan RDP menanyakan Kronologis Kejadian Kecelakaan tersebut, pertanyaannya itu dijawab secara bergantian yang ikut hadir pada RDP tersebut.

Salah Satu yang mewakili Pihak Syahbandar Meulaboh menyampaikan Kronologis tersebut bahwa, kejadian hari itu memang ada Satu Kapal yang berangkat dari Perairan Meulaboh menuju India, namun berdasarkan Investigasi Internal terhadap pergerakan Kapal tersebut mereka berangkat pada Pukul 19.25 Wib.

“Kapal tersebut dengan haluan 269 sampai 272 itu memang arahnya ke Srilangka sana, pada Pukul 20.52 Wib Posisi Automatic Identification System (AIS) mati, jadi pihak kami tidak bisa memantau Kapal itu lagi, kemudian Posisi AIS mati berada pada 16 Mil dari Bibir Pantai Meulaboh,” katanya.

Mengenai kejadian tersebut, pihak Syahbandar sudah mencari tahu melalui sistem elektronik bahkan melalui Keagenan Kapal, selanjutnya Syahbandar juga menyuruh keagenan menanyakan kepada Pihak Kapal tersebut, nah sedangkan Pihak Kapal itu menjawab tidak pernah merasa menabrak Kapal Nelayan,” jelasnya.

Kemudian Panglima Laot dalam kesempatan itu juga menjawab, dengan harapan Kapal yang sudah rusak bisa tergantikan dengan baik, dan dia juga berharap kepada DPRK atau Pihak Pemerintah setempat dapat membantu dan bersinergi dalam persoalan ini.

“Kami dari Panglima Laot berharap kepada Pemerintah setempat agar sesegera mungkin persoalan ini diselesaikan, mengingat Korban yang kita ketahui sampai hari ini mengalami kesusahan dibidang pendapat sehari-hari dikarenakan Kapal yang sering digunakan untuk mencari Ikan rusak dan tidak bisa digunakan lagi,” harap panglima laot.

Menanggapi beberapa tanggapan dari berbagai sumber yang terkait, pimpinan RDP H. Kamruddin, SE, menyampaikan bahwa kesimpulan hari tersebut belum bisa memastikan Kapal mana yang menabrak Kapal Nelayan.

Maka Untuk itu agenda Rapat Dengar Pendapat tersebut ditunda dan dilanjutkan pada hari Kamis (02/09/2021) yang nantinya akan memanggil PT Mifa Bersaudara serta Pihak Terkait lainnya, untuk dapat membantu mengungkapkan Peristiwa tersebut. (Dani)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Warga Betong Ateuh Bentang Spanduk Dengan Pesan, Beutong Ateuh Belum Pulih Izin Tambang Sudah Datang

19 Agustus 2026 - 15:15 WIB

Polisi Tangkap Oknum Brimob Bandar Narkoba, Seorang Anggota POM TNI Gugur Saat Bantu di TKP 

26 Juli 2026 - 18:06 WIB

Aksi Tuntutan Berlanjut ke Polda Aceh, Korban Minta Usut Aksi Tandingan Siapa Dalangnya

4 Juli 2026 - 15:51 WIB

Aksi Tandingan Menimbulkan Tanda Tanya Publik, Ada Apa Dengan Aparat Penegak Hukum di Aceh Barat?

2 Juli 2026 - 23:58 WIB

Puluhan Warga Tuntut Keadilan, Aksi Unjuk Rasa Depan Kantor Polres Aceh Barat, Sampai Bawa Poster Copot Kasat Reskrim

1 Juli 2026 - 00:22 WIB

Trending di Daerah