Menu

Mode Gelap
Pernah Pimpin Disdik Nagan Raya, Kini Irwan Dapat Amanah Jadi Kadisdikbud Aceh Barat  Bupati Tarmizi Resmi Rotasi dan Promosi 13 Pejabat Dilingkungan Pemerintah Aceh Barat DLHK Aceh Barat Diminta Tangani Sampah Pesisir Pantai, Warga: Jangan Hanya Action Saja di Media Petani Muda Aceh M.Khaisar Ikut Membersamai Aksi Bakti Untuk Bumi di Meulaboh Melalui Kegiatan Aksi Bakti Untuk Bumi, Mifa Bersaudara Ajak Masyarakat Bangun Budaya Peduli Lingkungan Sistem Penjualan Tiket Lambat, DEMA STIS Al-aziziyah Sabang Desak PT ASDP Segera Evaluasi Menyeluruh 

Daerah

Terkait Meningkatnya Kasus Kekerasan Terhadap Anak di Aceh Selatan, Anggota Komisi II DPRK Setempat Angkat Bicara

badge-check


					Terkait Meningkatnya Kasus Kekerasan Terhadap Anak di Aceh Selatan, Anggota Komisi II DPRK Setempat Angkat Bicara Perbesar

Narasiterkini.com, Tapaktuan – Ketua Fraksi Partai PNA yang juga sebagai anggota komisi II di DPRK Aceh Selatan, Rema Mishul Azwa. SE. Ak mengutuk keras terhadap meningkatnya kasus kekerasan seksual terhadap Anak dibawah umur, hal itu di sampaikannya melalui pesan Whatsappnya kepada awak media. Jum’at, (31/05/2024).

Menurut Rema, dirinya sangat prihatin dan mengecam keras terhadap kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur, saya berharap pelakunya harus ditindak tegas dan harus tuntas tidak boleh dilakukan perdamaian karena ini merupakan kriminal berat.

“Kita juga berharap kepada Pemerintah Daerah khususnya Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB (BP3AKB) harus jeli melihat apa permasalahan dan kenapa bisa meningkat kasus tersebut, tidak boleh hanya beralasan tidak adanya anggaran, itu sama saja dengan omongan Asal Bunyi (Asbun). Seharusnya sebagai pejabat, kalimat itu tidak boleh di ucapkan,” pungkas Rema.

Ia menjelaskan, BP3AKB yang merupakan Leading Sectornya perlindungan Anak, diharapkan bisa membuat program yang jelas pada saat pengajuan Anggaran, saya pikir kalau memang programnya jelas sesuai kebutuhan tidak mungkin tidak di tampung, karena program perlindungan anak ini merupakan program Nasional.

Ia melihat, mudahnya terjadi kekerasan seksual terhadap anak ini penyebabnya bukan saja karena bahaya Hp, akan tetapi juga karana faktor sosial ekonomi. Makanya harus sering dilakukan sosialisasi dan edukasiperlindungan anak dan perempuan, harapannya agar para orang tua dan masyakat memiliki rasa peduli yang tinggi terhadap anak, karena banyak kita liat kasus ini banyak terjadi dikalangan tingkat ekonomi yang menengah kebawah.

“Akibat kesibukan orang tua dalam hal pekerjaan sehingga kurangnya kontrol terhadap anak itu juga menjadi faktor,” tambahnya.

Dirinya sagat menyayangkan pernyataan kadisnya BP3AKB yang dengan mudahnya mengatakan tidak ada anggaran seperti yang di beritakan di beberapa media sebelumnya, karena kalo memag itu menjadi program prioritas didinas tersebut kami sebagai Anggota DPRK Aceh Selatan sagat mendukung penuh program tersebut. Mestinya memag menjadi program prioritas, apalagi kasusnya sangat meningkat di Aceh Selatan,” tutupnya. (RO/Hi)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pernah Pimpin Disdik Nagan Raya, Kini Irwan Dapat Amanah Jadi Kadisdikbud Aceh Barat 

29 Juni 2026 - 17:26 WIB

DLHK Aceh Barat Diminta Tangani Sampah Pesisir Pantai, Warga: Jangan Hanya Action Saja di Media

28 Juni 2026 - 17:43 WIB

Petani Muda Aceh M.Khaisar Ikut Membersamai Aksi Bakti Untuk Bumi di Meulaboh

27 Juni 2026 - 18:08 WIB

Melalui Kegiatan Aksi Bakti Untuk Bumi, Mifa Bersaudara Ajak Masyarakat Bangun Budaya Peduli Lingkungan

27 Juni 2026 - 17:08 WIB

Coba Main Minyak Solar Subsidi Secara Ilegal di Nagan Raya, Dua Warga Pidie Terpaksa Berurusan dengan Polisi

25 Juni 2026 - 23:26 WIB

Trending di Hukum