Menu

Mode Gelap
Inspektorat Nagan Raya Bersama BPKP Aceh Gelar Bimtek Penguatan Penyelenggaraan Maturitas SPIP Terintegrasi Perputaran Uang Capai Rp9,2 Miliar di Acara Bhayangkara Fest 2026 Polda Aceh, Tercatat 85 Ribu Lebih Pengunjung Hadir Investasi Tembus Rp406 Miliar di Awal 2026, TRK: Peluang Investasi Besar yang Tengah Dipersiapkan 200T STIMI Meulaboh Lepas KKN-KPM, Camat Kaway XVI: Kehadiran Mahasiswa Harus Memberikan Manfaat Nyata  Sempat di Kritik, Mahasiswa Simeulue ini Apresiasi Sikap Terbuka Ketua Fraksi DPRA Nasdem Dapil 10  Perkuat Nilai Keagamaan, Pemuda Samatiga Gelar Beut Panteu Keude Perdana di Cot Seumeureung

Daerah

Debu Batubara Membuat Polusi Udara Kian Buruk, Penderita ISPA Terus Meningkat

badge-check


					Debu Batubara Membuat Polusi Udara Kian Buruk, Penderita ISPA Terus Meningkat Perbesar

Narasiterkini.com, Meulaboh – Penderita Infeksi saluran pernapasan Akut (ISPA) terhadap warga Peunaga Cut Ujong, Kecamatan Mereubo, Kabupaten Aceh Barat terus meningkat,hal itu diduga akibat pencemaran debu batubara dari Aktivitas Pertambangan di wilayah tersebut.

Berdasarkan data yang ditemui, penderita penyakit ISPA banyak dari kalangan anak-anak serta sebagian orang dewasa terutama mereka yang sudah lanjut usia hingga mengalami muntah darah, dipastikan kesehatan lingkungan di kawasan pemukiman Desa Peunaga Cut Ujong mulai memburuk.

Menurut pengakuan warga yang enggan disebutkan namanya kepada media mengatakan, penderita ISPA itu sendiri ada yang mengalami batuk-batuk, sakit tenggorokan, demam serta gangguan pernapasan, hal ini di duga akibat polusi udara kian memburuk apalagi wilayah lingkungan mereka dikelilingi oleh beberapa perusahaan batubara yang mematikan.

Akibat dampak tersebut sejumlah warga Peunaga Cut Ujong, Kecamatan Mereubo beberapa kali sudah melancarkan aksi protes ke salah satu perusahaan di wilayah mereka, guna mempertanggungjawabkan atas pencemaran lingkungan yang berdampak dari aktivitas pekerjaan perusahaan.

Sementara aksi protes sampai dengan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat serta pemblokiran jalan Hauling batubara pada hari lalu belum mendapatkan hasil, tampak seperti tidak ada kepastian dari pihak perusahaan yang bersangkutan.

Menurut pantauan atau data yang diperoleh media ini tampak masyarakat sekarang di Peunaga Cut Ujong mulai lelah mencari keadilan, RDP dengan DPRK tidak ada hasil, dari Perusahaan sendiri tidak mau bertanggung jawab bahkan pemerintah daerah setempat dinilai tidak mampu mencari solusi.

Menanggapi hal tersebut aparatur Desa Peunaga Cut Ujong Misral kepada media Selasa (8/10/2024) mengatakan, sejak perusahaan pertambangan batubara berdiri di wilayah mereka lingkungan disana mulai memburuk.

Hal itu dibuktikan berdasarkan data warga yang terjangkit ISPA setiap tahun semakin bertambah, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa, berdasarkan hasil diagnosa dari rumah sakit CND Meulaboh ISPA yang di alami oleh masyarakat tersebut akibat paparan debu yang masuk ke dalam paru-paru.

“Ada beberapa yang sudah positif terkena ISPA dimana Data sementara yang udah kita terima berdasarkan hasil ronsen di RSU CND Meulaboh, yaitu Syifa Umur 21 tahun, Nabila Rayaa Syakaila umur 8 bulan, Muhammad al-Fatih Umur 2 tahun,”Ujarnya

Sementara hasil lainnya kata Misral, banyak warga setelah merasakan gejala yang sama langsung cek ke puskesmas dan mengaku positif ISPA akibat dampak paparan debu batubara. Sedangkan dari beberapa warga sekarang ini ada yang mengalami batu darah.

“Dampak debu batubara dari Aktivitas perusahaan di wilayah kami sekarang ini sudah sangat meresahkan, lingkungan mulai tidak sehat bahkan terus mengancam kesehatan para warga terutama yang sangat disayangi anak-anak yang masih bayi serta yang lagi beranjak dewasa,”tambahnya.

Ia berharap semoga dengan permasalahan tersebut terutama kepada pemerintah daerah serta pemerintah tingkat Provinsi agar dapat mencari solusi atas derita yang ditanggung oleh warga Peunaga Cut Ujong, dimana saat ini mereka sangat membutuhkan dukungan agar permasalahan itu dapat teratasi secepat mungkin. (Dan)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Inspektorat Nagan Raya Bersama BPKP Aceh Gelar Bimtek Penguatan Penyelenggaraan Maturitas SPIP Terintegrasi

23 Juni 2026 - 16:26 WIB

Perputaran Uang Capai Rp9,2 Miliar di Acara Bhayangkara Fest 2026 Polda Aceh, Tercatat 85 Ribu Lebih Pengunjung Hadir

23 Juni 2026 - 10:21 WIB

Investasi Tembus Rp406 Miliar di Awal 2026, TRK: Peluang Investasi Besar yang Tengah Dipersiapkan 200T

22 Juni 2026 - 23:24 WIB

Puluhan Tahun Menanti Bantuan Pemerintah Tak Kunjung Tiba, Kini Warga Pasie Kualaba’u Galang Donasi Mandiri 

18 Juni 2026 - 19:14 WIB

Kecelakaan Tunggal, Seorang Mahasiswi Aceh Barat Meninggal Dunia

17 Juni 2026 - 11:13 WIB

Trending di Daerah