Menu

Mode Gelap
Nurdianto Desak Baitul Mal Abdya Publis Data Bantuan Rumah Layak Huni 2025, Seperti Apa Kriterianya Rekontruksi Pasca Bencana Menjadi Prioritas Pemkab Aceh Tengah Tahun 2027 Penilaian Tingkat Nasional, Kodim Nagan Raya Berhasil Raih Juara Dua LKJ TMMD Ke- 127 PUPR Aceh Barat Lanjutkan Peningkatan Ruas Jalan Blang Meu- Seuradeuk Ekonomi Kerakyatan Vs Ekonomi Kapitalis, Persyaratan Bank Tak Mudah Pelaku UMK di Nagan Lebih Dekat dengan Bankke Dari Magelang untuk Nagan Raya: Ketua DPRK Asah Kapasitas di Forum Nasional

Daerah

Dosen Ini Sampaikan Kegundahan Hatinya ke Kapolda Aceh: Akses Terputus, Orangtuanya Belum Bisa Dihubungi

badge-check


					Dosen Ini Sampaikan Kegundahan Hatinya ke Kapolda Aceh: Akses Terputus, Orangtuanya Belum Bisa Dihubungi Perbesar

 

Narasiterkini.com, Pidie— Di tengah suasana darurat banjir yang melanda sejumlah wilayah Aceh, seorang dosen muda dari STIKes Medika Nurul Islam (MNI) Pidie, Salbiah (28), memberanikan diri menyampaikan kegundahan hatinya kepada Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah.

Pertemuan itu terjadi ketika Kapolda Aceh singgah di sebuah warung kopi, sebelum melanjutkan perjalanan menuju lokasi terdampak bencana di Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya, Sabtu, 29 November 2025 kemarin

Dengan suara bergetar, Salbiah menceritakan kegelisahannya karena hingga kini belum dapat menghubungi kedua orangtuanya yang tinggal di Idi, Kabupaten Aceh Timur. Akses jalan terputus, jaringan komunikasi lumpuh, dan listrik padam akibat banjir membuatnya kehilangan kabar selama berhari-hari.

Ia mengungkapkan bahwa, terakhir berkomunikasi dengan orangtuanya pada Rabu, 26 November 2025, pukul 10.00 WIB—beberapa saat sesudah aliran listrik padam dan banjir semakin meluas.

“Saya sangat khawatir, Pak Kapolda, dengan kondisi orangtua saya saat ini. Sudah empat hari tidak bisa dihubungi. Mohon bantuannya,” ucap Salbiah dengan mata berkaca-kaca, menggambarkan betapa cemasnya ia menanti kabar dari kampung halaman.

Mendengar hal itu, Kapolda Aceh meminta Salbiah untuk tetap tenang dan bersabar. Ia menjelaskan bahwa hampir seluruh wilayah yang terdampak bencana mengalami kendala serupa. Namun, pihaknya terus melakukan upaya terbaik untuk memulihkan akses dan memastikan keselamatan warga.

Jenderal bintang dua dari Tangse itu berjanji akan segera berkoordinasi dengan jajaran di Aceh Timur untuk mendapatkan informasi terkini dari kawasan Idi dan membantu menjawab kekhawatiran Salbiah.

Kapolda juga mengungkapkan bahwa kisah Salbiah hanyalah satu dari banyak cerita pilu masyarakat yang sedang berjuang menghadapi bencana kali ini. Banyak yang kehilangan baik akses komunikasi, tempat tinggal, harta benda, bahkan keluarga yang masih belum ditemukan.

Polda Aceh bersama TNI, BPBD, SAR, dan instansi terkait lainnya sedang bekerja tanpa henti serta mengerahkan semua personel dan peralatan SAR untuk membuka akses ke wilayah yang masih terisolasi. Upaya pencarian korban, evakuasi, dan distribusi logistik pun terus dilakukan agar bantuan bisa menjangkau seluruh korban bencana.

“Masyarakat mohon bersama-sama bersabar. Kami dari kepolisian, TNI, BPBD, SAR, dan semua pihak terkait sedang mengupayakan yang terbaik demi keselamatan warga. Mohon doanya agar segala proses penanggulangan ini berjalan cepat dan optimal,” pungkas abituren Akabri 1991 itu. (Ril)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Nurdianto Desak Baitul Mal Abdya Publis Data Bantuan Rumah Layak Huni 2025, Seperti Apa Kriterianya

17 April 2026 - 12:29 WIB

Rekontruksi Pasca Bencana Menjadi Prioritas Pemkab Aceh Tengah Tahun 2027

16 April 2026 - 15:32 WIB

PUPR Aceh Barat Lanjutkan Peningkatan Ruas Jalan Blang Meu- Seuradeuk

16 April 2026 - 13:18 WIB

Ekonomi Kerakyatan Vs Ekonomi Kapitalis, Persyaratan Bank Tak Mudah Pelaku UMK di Nagan Lebih Dekat dengan Bankke

16 April 2026 - 09:23 WIB

Dari Magelang untuk Nagan Raya: Ketua DPRK Asah Kapasitas di Forum Nasional

15 April 2026 - 22:44 WIB

Trending di Daerah