Narasiterkini.com, Meulaboh -Sepanjang 60 meter badan jalan di Desa Lueng Baro, Kecamatan Sungai Mas – Woyla Induk, Kabupaten Aceh Barat, sempat mengalami longsor akibat bencana yang terjadi pada 26 November 2025 lalu.
Kerusakan tersebut mengganggu akses transportasi masyarakat. Namun, setelah dilakukan penanganan darurat oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), kondisi jalan kini sudah dapat dilalui kembali oleh kendaraan, termasuk truk.
Plt Kadis PUPR Aceh Barat Fadli Octora melalui Kepala Bidang Jalan dan Jembatan ,Beny Hardi kepada media mengatakan, bahwa penanganan darurat telah dilakukan untuk memulihkan akses masyarakat.
“Penanganan darurat yang kita lakukan sepanjang 30 meter dengan metode penimbunan. Selain itu, kita juga membuat tanggul sementara menggunakan sekitar 60 batang kelapa untuk menahan pergerakan tanah,” ujarnya.
Menurutnya, upaya tersebut cukup efektif sehingga jalan yang sebelumnya terdampak kini sudah bisa dilalui kembali.
“Alhamdulillah, saat ini jalan tersebut sudah dapat dilewati kendaraan, baik roda dua maupun kendaraan besar seperti truk,” tambahnya.
Meski demikian, Beni Hardi mengimbau masyarakat agar tetap waspada saat melintas, terutama di tengah kondisi cuaca yang masih sering hujan.
“Kami mengimbau pengguna jalan untuk tetap berhati-hati, karena potensi longsor susulan masih bisa terjadi, apalagi saat curah hujan tinggi,” katanya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa penanganan permanen terhadap ruas jalan tersebut telah direncanakan dan akan segera direalisasikan.
“Untuk penanganan permanen, direncanakan akan dilaksanakan pada April atau Mei 2026 melalui pembiayaan Dana Transfer ke Daerah (TKD),” jelasnya.
Pemerintah berharap, dengan adanya penanganan permanen nantinya, kondisi jalan dapat kembali stabil dan aman digunakan dalam jangka panjang oleh masyarakat.

