Menu

Mode Gelap
Teuku Adian Resmi Dilantik Sebagai Ketua KONI Aceh Barat Periode 2026-2030 Pemkab Aceh Barat Terima Penghargaan dari Kemenkum Aceh, Lewat Ekonomi Kreatif Semarak HUT RI ke-81, Anak Anak Ramaikan Perlombaan di Lapangan Mako Brimob Batalyon C Pelopor Warga Betong Ateuh Bentang Spanduk Dengan Pesan, Beutong Ateuh Belum Pulih Izin Tambang Sudah Datang Ikuti Pendataan, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah Ajak Masyarakat Ikut Partisipasi Sensus Ekonomi 2026 Senyum Bahagia Anak Disabilitas, Kapolres Aceh Selatan Bantu Kursi Roda untuk Ikram

Daerah

Pasutri Aceh Selatan, Hampir Satu Dekade Tinggal di Rumah Tak Layak Huni Dengan Keterbatasan Ekonomi

badge-check


					Pasutri Aceh Selatan, Hampir Satu Dekade Tinggal di Rumah Tak Layak Huni Dengan Keterbatasan Ekonomi Perbesar

Narasiterkini.com, Aceh Selatan – Nasib pilu, sepasang keluarga kecil memiliki tiga anak yang tinggal di sebuah rumah tidak layak huni Desa Pante Raja, Kecamatan Pasie Raja, Kabupaten Aceh Selatan tampa adanya perhatian dari pemerintah daerah setempat.

Tampak dari jauh rumah gubuk yang hanya berukuran 4×4 meter berdinding papan itu berdiri di tengah pemukiman warga terlihat sudah lapuk akibat dimakan usia. tidak ada yang mengira rumah tua tersebut sudah berdiri 20 tahun sejak ditinggalkan almarhum orang tua istri hingga dihuni oleh pasangan itu selama 8 tahun.

Hal itu disampaikan oleh Hendra Saputra Tanjung (39) suami, dan istri Khasumi (38) kepada media saat melakukan peninjauan langsung kerumahnya pada Selasa Kemarin (2/6/2026), ia menjelaskan bahwa rumah tua itu sudah dihuni selama 8 tahun, namun usia rumah ini sudah memasuki 28 tahun sejak ditinggalkan almarhum ibu istri 20 tahun lalu.

Tangis haru pun pecah ketika suami bercerita kepada media, selama ia bersama istri dan ketiga anaknya menetap dirumah itu hingga kini belum ada perhatian khusus dari pemerintah Aceh Selatan terkait bantuan rumah.

“Apa kami ini dianggap bukan warga Aceh Selatan sehingga tidak ada perhatian terhadap keluarga kecil kami, saya seorang nelayan pak istri saya hanya ibu rumah tangga mana mampu kami bangun rumah yang layak, jangankan membangun rumah makan sehari-hari aja susah pak,”ungkap Hendra kepada media sembari mengusap wajahnya.

Hendra menjelaskan bahwa pendapatan dari hasil nelayan berkisar 1,5 juta rupiah perbulan, itupun kalau cuaca dilaut bagus, kalau cuaca lagi buruk tidak ada sama sekali yang bisa dibawa pulang hanya beberapa ekor ikan kecil yang bisa dimakan dari melaut selama satu minggu.

Tak tahu harus mengadu kemana walaupun sesekali hanya sayur ubi yang bisa menjadi hidangan keluarga mereka, meski demikian keluarga kecil itu tidak pernah mengeluh sekalipun kepada tetangga.

Hendra pun mangaku pendapatan dari hasil nelayan nyaris tak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, apalagi membangun rumah dan memperbaiki dinding dan genteng yang sudah rusak.

Bahkan Rumah kayu yang mereka tempati lebih menyerupai gubuk reyot dan sudah berlangsung 28 tahun lamanya, Dari luar tampak jelas bahwa bangunan ini sudah tak layak huni. Namun keterbatasan ekonomi memaksa mereka tetap tinggal di dalamnya, berharap ada keajaiban dari perhatian pemerintah atau uluran tangan para dermawan.

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Teuku Adian Resmi Dilantik Sebagai Ketua KONI Aceh Barat Periode 2026-2030

20 Agustus 2026 - 15:26 WIB

Pemkab Aceh Barat Terima Penghargaan dari Kemenkum Aceh, Lewat Ekonomi Kreatif

20 Agustus 2026 - 14:21 WIB

Warga Betong Ateuh Bentang Spanduk Dengan Pesan, Beutong Ateuh Belum Pulih Izin Tambang Sudah Datang

19 Agustus 2026 - 15:15 WIB

Ikuti Pendataan, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah Ajak Masyarakat Ikut Partisipasi Sensus Ekonomi 2026

19 Agustus 2026 - 11:50 WIB

Bupati TRK Pimpin Upacara HUT ke-81 RI di Nagan Raya

18 Agustus 2026 - 14:56 WIB

Trending di Daerah