Menu

Mode Gelap
Sosok Polisi Peduli Sosial, Aipda Jonni Rahmad Bangun Empat Rumah untuk Fakir Miskin 14 Putra-putri Nagan Raya Menimba Ilmu ke Mesir dan Maroko Kurdi Resmi Jadi Sekda Definitif Aceh Barat, Bupati Tarmizi Tekankan Penguatan Birokrasi Narasi Provokatif Catut Nama Pamen Polda Aceh AKBP Zainuddin Dipastikan Hoaks UNISAI Wisuda 1001 Lulusan, Rektor: Baik Saja Belum Cukup, Kita Harus Berupaya Meraih Unggul PTM Nagan Muda Turunkan 8 Atlet di Turnamen Silapong 5 Antar Divisi 2026 Banda Aceh

Nasional

Tolak Kenaikan Harga BBM Subsidi, PMI Minta Presiden Jokowi Tegaskan BPH Untuk Evaluasi

badge-check


					Ketua Umum PMI Eko Pratama, Jakarta Rabu (24/8/2022) foto/ist Perbesar

Ketua Umum PMI Eko Pratama, Jakarta Rabu (24/8/2022) foto/ist

Narasiterkini.com, Jakarta – Partai Mahasiswa Indonesia ( PMI ), menanggapi soal rencana pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar minyak ( BBM ) Subsidi dalam waktu dekat, Hal ini tentu saja akan memperparah kondisi ekonomi masyarakat, kenaikan BBM akan di susul oleh kenaikan harga-harga kebutuhan pokok lainnya.

Harusnya pemerintah jujur pada masyarakat, sebenarnya kenaikan harga BBM Subsidi ini bukan tunggal karena harga minyak dunia tinggi, tapi memang Subsidi itu tidak semua menemui sasaran, sudah menjadi rahasia umum pergeseran peruntukan BBM Subsidi itu di lapangan, bocornya untuk apa saja, sudah salah urus dari dulu-dulu. Ujar Ketua Umum Partai Mahasiswa Indonesia, Eko Pratama dalam keterangan pers rilis yang diterima oleh pewarta Rabu (24/8/2022).

Contohnya adalah subsidi solar untuk nelayan banyak ditemukan keluhan dari nelayan sulitnya dapatkan solar, selain sulit, sampai ke tangan nelayan kerap kali di dapati dengan harga jauh di atas harga solar subsidi, padahal itu jelas solar subsidi untuk nelayan”, belum waktunya habis, Sentra Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN), sudah kosong, biasanya bergeser ke pihak ke 3, itu baru case nelayan, belum lagi yang lain kan. Sindir eko.

Kami kira, Pemerintah harus kaji ulang mengenai rencana kenaikan BBM Subsidi ini, lebih baik fokus dulu menata kembali pendistribusiannya di lapangan, peningkatan pengawasan, perhitungan kuota, dan memberantas para mafia migas. setelah semuanya tertata baik, baru kemudian bicara soal pengurangan subsidi untuk mengurangi Beban APBN. Pungkas eko

Ketua Umum Partai Mahasiswa Indonesia, Eko Pratama, menegaskan Presiden Jokowi harus tegas dengan Badan atau lembaga yang sudah di tugaskan, contohnya seperti BPH Migas yang berfungsi untuk melakukan pengaturan pengawasan terhadap penyediaan dan pendistribusian Bahan Bakar Minyak, segera di evaluasi.

Kalau badan ini bekerja dengan baik, masalah seperti kebocoran subsidi, kurangnya ketersedian BBM ini tidak akan terjadi. Tingkatkan sinergitas antar badan/lembaga, maksimalkan MoU yang sudah di buat. Kalau tidak juga sehat bubarkan saja. Tutup Demisioner KORPUS BEM NUS yang sekarang menjabat sebagai Ketua Umum Partai Mahasiswa Indonesia (PMI), Eko Pratama. (RO)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Bupati TRK Hadiri Pelantikan Rektor Baru UTU, Dorong Penguatan Kolaborasi Pendidikan dan Pembangunan

30 Juni 2026 - 20:13 WIB

Putra Laweung Terpilih Pimpin KUPI Periode 2026–2030

15 Juni 2026 - 08:26 WIB

Polres Nagan Raya Adakan Jalan Santai dan Senam Bersama, Sediakan 170 Doorprize

10 Juni 2026 - 14:43 WIB

DPN PERMAHI: Gas South Andaman Harus Dikelola untuk Sebesar-Besarnya Kemakmuran Rakyat Aceh

2 Juni 2026 - 22:50 WIB

Brimob Batalyon C Pelopor Ikuti Upacara Hari Lahir Pancasila Bersama Segenap Unsur

1 Juni 2026 - 15:40 WIB

Trending di Nasional