Menu

Mode Gelap
Muscab V PPP Nagan Raya Digelar, Perkuat Konsolidasi dan Siapkan Kepengurusan Baru Warga Geram, Lapor Keuchik Cot Bayu Terkait Pengelolaan Dana Desa Diduga Tidak Transparan Bank Aceh Tuntaskan Sosialisasi dan Aktivasi IBC Non Tunai Gampong Se Nagan Raya, Siap Launching Awal Juni Pemkab Nagan Raya Bersama Bank Aceh Cabang Jeuram Sosialisasikan Transaksi Non Tunai Dana Desa PUPR Aceh Barat Kebut Perbaikan 153 Titik Jalan Rusak dan Berlobang Pastikan stok pangan aman, Anggota DPR RI tinjau Gudang Bulog Blangpidie

Nasional

Tolak Kenaikan Harga BBM Subsidi, PMI Minta Presiden Jokowi Tegaskan BPH Untuk Evaluasi

badge-check


					Ketua Umum PMI Eko Pratama, Jakarta Rabu (24/8/2022) foto/ist Perbesar

Ketua Umum PMI Eko Pratama, Jakarta Rabu (24/8/2022) foto/ist

Narasiterkini.com, Jakarta – Partai Mahasiswa Indonesia ( PMI ), menanggapi soal rencana pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar minyak ( BBM ) Subsidi dalam waktu dekat, Hal ini tentu saja akan memperparah kondisi ekonomi masyarakat, kenaikan BBM akan di susul oleh kenaikan harga-harga kebutuhan pokok lainnya.

Harusnya pemerintah jujur pada masyarakat, sebenarnya kenaikan harga BBM Subsidi ini bukan tunggal karena harga minyak dunia tinggi, tapi memang Subsidi itu tidak semua menemui sasaran, sudah menjadi rahasia umum pergeseran peruntukan BBM Subsidi itu di lapangan, bocornya untuk apa saja, sudah salah urus dari dulu-dulu. Ujar Ketua Umum Partai Mahasiswa Indonesia, Eko Pratama dalam keterangan pers rilis yang diterima oleh pewarta Rabu (24/8/2022).

Contohnya adalah subsidi solar untuk nelayan banyak ditemukan keluhan dari nelayan sulitnya dapatkan solar, selain sulit, sampai ke tangan nelayan kerap kali di dapati dengan harga jauh di atas harga solar subsidi, padahal itu jelas solar subsidi untuk nelayan”, belum waktunya habis, Sentra Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN), sudah kosong, biasanya bergeser ke pihak ke 3, itu baru case nelayan, belum lagi yang lain kan. Sindir eko.

Kami kira, Pemerintah harus kaji ulang mengenai rencana kenaikan BBM Subsidi ini, lebih baik fokus dulu menata kembali pendistribusiannya di lapangan, peningkatan pengawasan, perhitungan kuota, dan memberantas para mafia migas. setelah semuanya tertata baik, baru kemudian bicara soal pengurangan subsidi untuk mengurangi Beban APBN. Pungkas eko

Ketua Umum Partai Mahasiswa Indonesia, Eko Pratama, menegaskan Presiden Jokowi harus tegas dengan Badan atau lembaga yang sudah di tugaskan, contohnya seperti BPH Migas yang berfungsi untuk melakukan pengaturan pengawasan terhadap penyediaan dan pendistribusian Bahan Bakar Minyak, segera di evaluasi.

Kalau badan ini bekerja dengan baik, masalah seperti kebocoran subsidi, kurangnya ketersedian BBM ini tidak akan terjadi. Tingkatkan sinergitas antar badan/lembaga, maksimalkan MoU yang sudah di buat. Kalau tidak juga sehat bubarkan saja. Tutup Demisioner KORPUS BEM NUS yang sekarang menjabat sebagai Ketua Umum Partai Mahasiswa Indonesia (PMI), Eko Pratama. (RO)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Ini Sasaran TMMD ke-128 di Tangan-Tangan tahun 2026

23 April 2026 - 01:18 WIB

Wabup Abdya Zaman Akli Membuka TMMD ke-128, Sebut Bukti Nyata Abdi TNI

22 April 2026 - 22:21 WIB

Membakar Hutan dan Lahan Dipidana Penjara

21 April 2026 - 20:50 WIB

Penilaian Tingkat Nasional, Kodim Nagan Raya Berhasil Raih Juara Dua LKJ TMMD Ke- 127

16 April 2026 - 14:11 WIB

Wabup Zaman Akli Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Disabilitas di Abdya

15 April 2026 - 14:44 WIB

Trending di Nasional