Narasiterkini.com, Meulaboh – Puluhan warga Gampong Peunaga Cut Ujong, Kecamatan Mereubo, Kabupaten Aceh Barat melakukan protes lewat pajangan spanduk kepada PT.Mifa Bersaudara akibat dampak debu batu bara yang kerap menyelimuti perumahan masyarakat setempat.
Emak-emak yang ikut dalam aksi protes tersebut mengeluarkan keluh kesahnya selama ini sambil berteriak di depan gerbang masuk PT MiFa Bersaudara dan membentangkan spanduk yang bertuliskan “Wahai Perusahaan Batu Bara PT MiFa Bersaudara Jaga Debu batu bara anda jangan masuk kerumah dan lahan pertanian kami,” hal itu disampaikan sebagai bentuk protes kepada perusahaan tersebut.

Warga Peunaga Cut Ujong, Kecamatan Mereubo Kabupaten Aceh Barat, Cut Mutia kepada media Senin (9/9/2024) mengatakan, mereka menuntut perusahaan agar bertanggung jawab bagi warga yang terkena dampak batu bara akibat aktivitas dari perusahaan tersebut.
“Hari ini kami menuntut keadilan dimana selama ini kami warga yang terkena imbas dari cemaran batu bara dari industri PT MiFa Bersaudara tidak mendapatkan perhatian dari perusahaan tersebut,”kata Cut Mutia
Ia mengaku bahwa selama ini tidak ada perhatian apapun dari perusahaan tersebut, bukan uang yang mereka minta tapi mereka memohon solusi dari perusahaan bagi warga yang terdampak dari debu batu bara.
Ia menjelaskan bahwa sebelumnya mereka sudah melakukan tahapan demi tahapan mengenai persoalan tersebut seperti menyurati pihak perusahaan untuk pertemuan membahas debu batu bara yang dialami warga Peunaga Cut Ujong, namun permintaan itu tidak diindahkan oleh perusahaan.
“Berdasarkan hal itu kami warga hilang kesabaran maka nya kami pasangkan spanduk agar didengar, jadi tolong pihak perusahaan selagi disampaikan dengan baik maka harus ditanggapi dengan baik,”ujar Mutia
Jangan nanti masyarakat sudah melakukan aksi lalu perusahaan menyebutkan kenapa harus anarkis, kemudian dampak dari debu batu bara kini sudah menyebar ke dalam rumah warga bahkan yang disayangi anak kecil harus menghirup udara kotor dari debu bara setiap hari sampai ke pertanian masyarakat seperti cabai, kacang panjang yang mati akibat terkena debu.
Pantauan media di lokasi terdapat sebanyak empat spanduk yang dipasang warga di sekitaran jalan lintas Nasional Meulaboh -tapaktuan, salah satunya berada tepat di depan jalan masuk ke stockpile PT MiFa Bersaudara.
Sementara itu, ketika media ini menghubungi pihak PT MiFa Bersaudara Azizon Nurza selaku CSR & Public Relations mempertanyakan persoalan itu ia menjawab bahwa rilis sedang disiapkan terkait persoalan tersebut.














