Menu

Mode Gelap
Resmi Jadi Hak Kekayaan Intelektual Giok Nagan, Pemkab Dorong Penguatan Potensi Ekonomi Daerah Inspektorat Nagan Raya Bersama BPKP Aceh Gelar Bimtek Penguatan Penyelenggaraan Maturitas SPIP Terintegrasi Perputaran Uang Capai Rp9,2 Miliar di Acara Bhayangkara Fest 2026 Polda Aceh, Tercatat 85 Ribu Lebih Pengunjung Hadir Investasi Tembus Rp406 Miliar di Awal 2026, TRK: Peluang Investasi Besar yang Tengah Dipersiapkan 200T STIMI Meulaboh Lepas KKN-KPM, Camat Kaway XVI: Kehadiran Mahasiswa Harus Memberikan Manfaat Nyata  Sempat di Kritik, Mahasiswa Simeulue ini Apresiasi Sikap Terbuka Ketua Fraksi DPRA Nasdem Dapil 10 

Daerah

SWI Sorot Kinerja Satpol PP-WH Lemah Dalam Menegak Syariat Islam di Aceh Barat

badge-check


					Ketua DPD SWI Aceh Barat T, Fadhil Perbesar

Ketua DPD SWI Aceh Barat T, Fadhil

Narasiterkini.com, Meulaboh – Sekber Wartawan Indonesia Kabupaten Aceh Barat Menilai saat ini Peranan dari Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP-WH) kabupaten setempat, dalam menegakkan nilai syariat Islam sangatlah lemah, Kamis (12/12/2024).

Diketahui bahwa saat ini kota Meulaboh sudah di juluki sebagai kota Tauhid Tasawuf dimana kekentalan terhadap Agama Islam sangatlah tinggi, namun sangatlah di sayangkan masih banyak kaum muda mudi yang mengabaikan hal tersebut.

Saat ini wilayah ujung karang tepatnya mulai dari Lapangan Sepak bola Teuku Umar hingga Pelabuhan Meulaboh pada sore hari banyak masyarakat yang berjualan dan kaum muda-mudi yang nongkrong hingga sampai malam hari.

Ketua DPD SWI Aceh Barat, T. Fadil turut menyampaikan rasa kekecewaan terhadap kurangnya pengawasan Satpol PP dan WH dalam mendukung Penegakan Syariat Islam dipusat UMKM dan lokasi wisata setempat.

“Jadi yang kita sesalkan lemahnya pengawasan dari Pihak Satpol PP dan WH, seharusnya pas Magrib mereka keliling berpatroli di seputaran lokasi itu, jangan pas adzan magrib berkumandang segala aktifitas juga masih dilakukan.” pungkasnya.

Dirinya juga menambah bahwa masih banyak para pasangan muda mudi yang bukan mahram duduk hingga larut malam di lokasi wisata ujung karang.

“Banyak juga dilokasi wisata di ujung karang masih ada orang berpasangan yang bukan mahram duduk bermesraan, itu bukanlah syariat Islam yang kita dambakan di kota Meulaboh ini,” tegasnya.

Fadil berharap agar petugas penegak syariat Islam betul-betul bekerja dengan optimal dan membersihkan hal yang dianggap mengkotori kota tanah kelahiran Teuku Umar ini.

“Semoga Satpol PP-WH bisa bekerja lebih serius dalam penegak syariat Islam karena malu sekali saat kita lihat potret seperti ini terjadi ketika di Aceh Barat, apalagi ketika adzan Magrib berkumandang ,” harapnya. (RO)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Inspektorat Nagan Raya Bersama BPKP Aceh Gelar Bimtek Penguatan Penyelenggaraan Maturitas SPIP Terintegrasi

23 Juni 2026 - 16:26 WIB

Perputaran Uang Capai Rp9,2 Miliar di Acara Bhayangkara Fest 2026 Polda Aceh, Tercatat 85 Ribu Lebih Pengunjung Hadir

23 Juni 2026 - 10:21 WIB

Investasi Tembus Rp406 Miliar di Awal 2026, TRK: Peluang Investasi Besar yang Tengah Dipersiapkan 200T

22 Juni 2026 - 23:24 WIB

Puluhan Tahun Menanti Bantuan Pemerintah Tak Kunjung Tiba, Kini Warga Pasie Kualaba’u Galang Donasi Mandiri 

18 Juni 2026 - 19:14 WIB

Kecelakaan Tunggal, Seorang Mahasiswi Aceh Barat Meninggal Dunia

17 Juni 2026 - 11:13 WIB

Trending di Daerah