Narasiterkini.com, Meulaboh- Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Indonesia (STIMI) Meulaboh secara resmi melepas 23 mahasiswa Program Studi S1 Manajemen untuk mengikuti kegiatan Kuliah Kerja Nyata–Kuliah Pengabdian kepada Masyarakat (KKN-KPM) Tahun 2026. Prosesi pelepasan berlangsung di Aula Kantor Camat Kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat, Sabtu (20/6/2026), dan dihadiri oleh unsur pemerintah kecamatan, civitas akademika STIMI Meulaboh, serta seluruh mahasiswa peserta KKN-KPM.

Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Kaway XVI, Jailani, S.E., M.Si., Ketua STIMI Meulaboh, Mimin Suriadi, S.Sos., M.Si., Wakil Ketua I Bidang Akademik dan Kerja Sama, Siti Hajar, S.E., M.M., Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan, Ahmad Arkadius, S.E., M.M., serta Kepala Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), Dr. Yenni Muflihan, S.HI., M.Pd.I.
Selain menjalankan tugas akademiknya di lingkungan kampus, Siti Hajar, Ahmad Arkadius, dan Yenni Muflihan juga bertugas sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang akan mendampingi mahasiswa selama pelaksanaan KKN-KPM berlangsung.
Dalam sambutannya, Camat Kaway XVI, Jailani menyampaikan apresiasi kepada STIMI Meulaboh atas kepercayaan yang diberikan kepada Kecamatan Kaway XVI sebagai lokasi pelaksanaan KKN-KPM tahun ini. Ia berharap kehadiran mahasiswa dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui berbagai program pengabdian yang akan dijalankan selama berada di lokasi.
“Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa STIMI Meulaboh di Kecamatan Kaway XVI. Jadikan kegiatan ini sebagai sarana belajar sekaligus mengabdi kepada masyarakat. Bangun komunikasi yang baik dengan masyarakat dan tinggalkan program-program yang memberikan manfaat bagi gampong,” pesannya.
Suasana semakin hangat ketika dalam sambutannya Camat Kaway XVI secara spontan mengungkapkan bahwa dirinya merupakan salah satu alumni STIMI Meulaboh. Pengakuan tersebut menjadi kejutan yang disambut antusias oleh civitas akademika dan mahasiswa yang hadir. Beliau mengaku bangga pernah menempuh pendidikan di STIMI Meulaboh dan berharap para mahasiswa mampu memanfaatkan pengalaman KKN-KPM sebagai bekal dalam mengembangkan kapasitas diri dan kepemimpinan di masa depan.
Sementara itu, Ketua STIMI Meulaboh, Mimin Suriadi menyampaikan bahwa KKN-KPM merupakan salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut menguasai teori di ruang kuliah, tetapi juga harus mampu menerapkan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki untuk membantu masyarakat menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi.
Beliau juga berpesan agar mahasiswa senantiasa menjaga nama baik almamater, menjunjung tinggi etika, menghormati adat istiadat setempat, serta membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat selama menjalankan program pengabdian.
Kegiatan KKN-KPM Tahun 2026 ini akan berlangsung selama kurang lebih 40 hari, terhitung mulai 20 Juni 2026 hingga 26 Juli 2026. Berdasarkan hasil koordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Kaway XVI, lokasi pelaksanaan KKN-KPM dipusatkan di Gampong Sawang Teubee, Kecamatan Kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat.
Usai prosesi pelepasan di Aula Kantor Camat Kaway XVI, rombongan civitas akademika STIMI Meulaboh bersama 23 mahasiswa peserta KKN-KPM langsung bertolak menuju Gampong Sawang Teubee. Setibanya di lokasi, dilaksanakan prosesi serah terima mahasiswa dari pihak kampus kepada Pemerintah Gampong Sawang Teubee sebagai tanda dimulainya rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Prosesi serah terima berlangsung di Kantor Keuchik Gampong Sawang Teubee dan disambut hangat oleh aparatur gampong serta masyarakat setempat. Pada kesempatan tersebut terungkap pula bahwa Sekretaris Gampong (Sekdes) Sawang Teubee merupakan alumni STIMI Meulaboh. Fakta ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi civitas akademika karena menunjukkan bahwa lulusan STIMI Meulaboh telah berkiprah dan berkontribusi di berbagai bidang, termasuk dalam pemerintahan gampong dan kecamatan.
Adapun program KKN-KPM yang akan dilaksanakan mahasiswa difokuskan pada tiga bidang utama, yaitu bidang sosial, bidang keagamaan, dan bidang kesehatan. Pada bidang sosial, mahasiswa akan melaksanakan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat, edukasi, pembinaan generasi muda, serta kegiatan yang mendukung peningkatan kapasitas masyarakat. Pada bidang keagamaan, mahasiswa akan berpartisipasi dalam kegiatan pembinaan keislaman, pendidikan Al-Qur’an, dan aktivitas yang mendukung penguatan nilai-nilai religius di tengah masyarakat. Sementara pada bidang kesehatan, mahasiswa akan melaksanakan penyuluhan kesehatan, edukasi pola hidup bersih dan sehat, serta berbagai kegiatan yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan lingkungan.
Melalui pelaksanaan KKN-KPM ini, mahasiswa diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu manajemen yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan, komunikasi, kerja sama tim, serta kepekaan sosial terhadap berbagai persoalan yang ada di tengah masyarakat.
Keberadaan alumni STIMI Meulaboh yang saat ini dipercaya menduduki posisi strategis sebagai Camat Kaway XVI dan Sekretaris Gampong Sawang Teubee menjadi inspirasi tersendiri bagi para mahasiswa peserta KKN-KPM. Hal tersebut menunjukkan bahwa STIMI Meulaboh terus berkontribusi dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas, profesional, dan mampu mengambil peran aktif dalam pembangunan daerah.
Dengan semangat kolaborasi, pengabdian, dan pemberdayaan masyarakat, STIMI Meulaboh berharap pelaksanaan KKN-KPM Tahun 2026 dapat berjalan dengan lancar serta memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat Gampong Sawang Teubee dan Kecamatan Kaway XVI secara umum. (Ro)














