Menu

Mode Gelap
Sempat di Kritik, Mahasiswa Simeulue ini Apresiasi Sikap Terbuka Ketua Fraksi DPRA Nasdem Dapil 10  Perkuat Nilai Keagamaan, Pemuda Samatiga Gelar Beut Panteu Keude Perdana di Cot Seumeureung Puluhan Tahun Menanti Bantuan Pemerintah Tak Kunjung Tiba, Kini Warga Pasie Kualaba’u Galang Donasi Mandiri  Terkait Reses ke Simeulue, Berikut Klarifikasi Anggota DPR Aceh Dapil 10 Fraksi Nasdem  Kecelakaan Tunggal, Seorang Mahasiswi Aceh Barat Meninggal Dunia Anggota DPR RI Jamaluddin Idham Salurkan 7.500 Bibit Produktif untuk Ketahanan Pangan Aceh

Daerah

BNPB Asbun, Penyelesaian Pembangunan Huntara di Nagan Raya Tak Sesuai Fakta

badge-check


					Banta Sulaiman, Pemuda Betong Ateuh Banggala, Kabupaten Nagan Raya Perbesar

Banta Sulaiman, Pemuda Betong Ateuh Banggala, Kabupaten Nagan Raya

Narasiterkini.com, Sukamakmue-Klaim Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkait penyelesaian pembangunan hunian sementara (huntara) bagi korban banjir bandang di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, menuai sorotan dari masyarakat setempat.

Melalui Tenaga Ahli BNPB, Jahidin Chilo, dalam sebuah pemberitaan disebutkan bahwa pembangunan huntara telah mencapai 100 persen. Ia juga menjelaskan bahwa dari sejumlah unit yang dibangun, lima unit di antaranya masih dalam tahap pemasangan fasilitas listrik agar dapat segera dihuni oleh para korban terdampak bencana.

Namun, pernyataan tersebut mendapat tanggapan berbeda dari masyarakat di lokasi terdampak. Salah satu pemuda Beutong Ateuh, Banta Sulaiman, menyampaikan bahwa kondisi di lapangan tidak sepenuhnya sesuai dengan yang disampaikan oleh pihak BNPB.

Menurutnya, masih terdapat sejumlah bangunan huntara yang belum rampung dikerjakan. Bahkan, kata dia, ada beberapa unit yang masih berada pada tahap pondasi dan belum menunjukkan progres signifikan menuju penyelesaian.

“Kami sangat menyayangkan pernyataan tersebut. Fakta di lapangan menunjukkan pembangunan belum mencapai 100 persen. Masih ada bangunan yang bahkan belum berdiri, baru sebatas pondasi,” ungkap Banta.

Ia juga menegaskan pentingnya transparansi informasi kepada publik, terutama dalam penanganan pascabencana yang menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Menurutnya, ketidaksesuaian antara laporan resmi dan kondisi nyata dapat menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

“Kami berharap ke depan tidak ada lagi pernyataan yang tidak sesuai fakta. Masyarakat membutuhkan kejelasan dan kejujuran, apalagi ini menyangkut tempat tinggal korban bencana,” tambahnya.

Diketahui, pembangunan huntara ini merupakan bagian dari upaya percepatan penanganan pascabencana banjir bandang yang melanda wilayah Beutong Ateuh Banggalang beberapa waktu lalu. Kehadiran hunian sementara diharapkan mampu memberikan tempat tinggal yang layak dan aman bagi warga yang kehilangan rumah akibat bencana.

Hingga saat ini, masyarakat setempat masih menunggu kepastian terkait penyelesaian pembangunan tersebut, sembari berharap pemerintah dapat segera menuntaskan seluruh unit huntara agar bisa segera dimanfaatkan oleh para korban. (RO)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Puluhan Tahun Menanti Bantuan Pemerintah Tak Kunjung Tiba, Kini Warga Pasie Kualaba’u Galang Donasi Mandiri 

18 Juni 2026 - 19:14 WIB

Kecelakaan Tunggal, Seorang Mahasiswi Aceh Barat Meninggal Dunia

17 Juni 2026 - 11:13 WIB

Anggota DPR RI Jamaluddin Idham Salurkan 7.500 Bibit Produktif untuk Ketahanan Pangan Aceh

17 Juni 2026 - 01:17 WIB

Aliansi GERAM Aceh Barat Gelar Aksi, Desak Presiden RI Turunkan Harga BBM dan Evaluasi yang Merugikan Rakyat

15 Juni 2026 - 22:32 WIB

Danyon C Pelopor Dampingi Kapolda Aceh Tinjau Sirkuit Grass Track dan Masjid Giok Nagan Raya

12 Juni 2026 - 20:16 WIB

Trending di Daerah