Narasiterkini.com, Meulaboh -Keberadaan sampah organik dan non-organik di pesisir pantai jalan Sudirman- Pasar Baru, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat membuat destinasi wisata di wilayah tersebut kini semakin tercemar, dampak yang ditimbulkan mengeluarkan bau busuk hingga merusak kesehatan pada manusia.
Seperti diketahui wilayah yang lebih di kenal pasar baru itu merupakan salah satu ikon destinasi wisata kuliner hingga pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang berjejeran sepanjang jalan menjadikan kawasan tersebut sebagai tempat tongkrongan para pecinta kopi hingga makanan lainnya mulai sore hingga malam.

Namun sayang, keberadaan sampah tersebut membuat destinasi wisata dikawasan itu kini mulai tercemar. Informasi yang diketahui sampah di pesisir pantai itu sudah berbulan-bulan menumpuk sehingga menimbulkan berbagai komentar dari kalangan wisatawan lokal terhadap pemerintah setempat.
Aris Fadhilah warga Aceh Barat saat ditemui media ini di lokasi Minggu (28/6/2026) mengatakan, keberadaan sampah yang mencemari wilayah pesisir pantai tersebut sudah sangat lama menumpuk, hingga kini sampah itu sudah menimbulkan bau busuk.
Ia mengatakan dampak negatif lainnya, selain mengganggu para penikmat kuliner di kawasan tersebut juga sangat berpengaruh memicunya kerusakan parah dengan mematikan biota laut melalui lilitan dan konsumsi plastik, merusak habitat penting seperti terumbu karang dan menghancurkan sektor pariwisata serta melumpuhkan ekonomi nelayan pinggiran akibat tanggapan ikan yang berkurang.
“Nah pertanyaan sekarang dimana Dinas lingkungan hidup di Aceh Barat yang kabarnya serius dalam menangani persoalan sampah, nyatanya sampah di pesisir pantai sudah berbulan-bulan malah dibiarkan, apa hanya action saja di media selama ini biar banyak dapat pujian? ,” ujarnya dengan nada kesal.
Dikatakannya bahwa pantai yang kotor dan dipenuhi bau busuk akan menurunkan minat wisatawan untuk berkunjung. Hal ini mematikan sumber pendapatan utama masyarakat lokal yang bergantung pada sektor pariwisata, Lautan sampah, plastik berserakan, dan area yang kumuh menghilangkan keindahan alam yang menjadi daya tarik utama wisatawan.
“Kita berharap kepada pemerintah terkait hal ini harus menjadi perhatian serius jangan hanya fokus pembersihan pada titik kota tapi juga diperhatikan pada keberlangsungan bagi pengusaha lokal di bidang kuliner, dikarenakan Pariwisata berkelanjutan sangat bergantung pada kebersihan lingkungan. Mengingat pentingnya isu ini, pengelolaan limbah yang efektif dari wisatawan sangat dibutuhkan untuk menyelamatkan masa depan ekonomi masyarakat sekitar,”Pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan media ini belum mendapatkan klarifikasi dari Dinas Lingkungan hidup, upaya konfirmasi melalui chat WhatsApp belum mendapatkan balasan, namun media ini terus berupaya mendapatkan jawaban dari kadis lingkungan hidup Aceh Barat.














