Menu

Mode Gelap
Bupati TRK Pimpin Upacara HUT ke-81 RI di Nagan Raya Lukman Terpilih Secara Aklamasi Pimpin Pemuda Pancasila Seunagan Periode 2026–2029 Polisi Tangkap Oknum Brimob Bandar Narkoba, Seorang Anggota POM TNI Gugur Saat Bantu di TKP  Yayasan Putroe Aceh Nanggroe Raya serahkan 73 SK Guru dan Tenaga Kependidikan  ‎ Sang Senior Kembali Dapat Amanah Cak Imin untuk Pimpin PKB Nagan Raya  BSI Area Meulaboh Bersama OJK dan FKIJK Gelar GENCARKAN, Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah di Nagan Raya

Peristiwa

Abrasi Pantai di Abdya Semakin Meresahkan, Warga Berharap Pemerintah Lebih Serius

badge-check


					Abrasi Pantai di Abdya Semakin Meresahkan, Warga Berharap Pemerintah Lebih Serius Perbesar

 

Narasiterkini.com, Blangpidie – Kondisi pemukiman warga desa Kedai Palak Kerambil Kecamatan Susoh Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) yang berada di pinggir pantai semakin memprihatinkan, pasalnya ombak besar memecahkan bibir pantai mengancam keberadaan rumah penduduk, hal tersebut menjadi tradisi tahunan ketika musim bulan purnama.

Kali ini, kondisi tersebut kembali dialami warga desa Kedai Palak Kerambil, Susoh. Abrasi yang kian hari menghantui warga sekitar ini seolah tanpa solusi. Terlihat dilokasi, sejumlah rumah warga telah hancur, tangggul pengaman dengan panjang lebih kurang sepuluh meter pun tampak ambruk akibat hantaman ombak.

Hal tersebut terpantau saat narasiterkini.com menelusuri lokasi, Sabtu (9/5/2020).

Kepada pemerintah kabupaten Aceh Barat Daya dan juga kepada pemerintah provinsi Aceh melalui instansi terkait, warga desa Kedai Palak Kerambil meminta agar bisa memberikan perhatian yang serius terhadap kondisi yang dialami warga disana.

“Kami berharap Pemerintah Aceh segera membangun break water dan menjadi prioritas, begitu juga kepada pemerintah Abdya agar bisa memprioritaskan juga usulan pembangunan break water pemecah ombak di Gampong Kedai Palak Kerambil seperti halnya pemerintah memprioritaskan usulan kegiatan yang lain”, harapnya.

Menurut Ridwan Syahputra, ketika ditemui dilokasi mengatakan abrasi bibir pantai desa Kedai Palak Kerambil sudah amat sering terjadi, malah menurutnya kejadian tersebut hampir setiap bulan hingga menjadi hal terbiasa bagi warga sekitar.

“Abrasi mulai merusak fasilitas umum, seperti saluran pembuang sekaligus penahan abrasi sudah mulai berjatuhan, jalan rabat beton sudah mulai patah, kini rumah-rumah masyarakat di deretan ke 2 berjarak dengan pantai tinggal 5 meter”, ungkap Ridwan.

Pantauan Ridwan sejak beberapa tahun terakhir, abrasi pantai desa Kedai Palak Kerambil semakin parah paska dibangun nya break water pemecah ombak di mulut muara Kuala Cangkul dan break water PPI Ujong Serangga, Susoh.

“Abrasi ini terjadi di akibatkan pembangunan break water di muara Kuala Cangkul dan di tambah lagi break water yg ada di PPI Ujung Serangga, sehingga ombak besar langsung ke arah rumah warga karena tidak ada pelindung”, sebutnya.

Hal yang sama juga disampaikan tokoh muda desa Kedai Palak Kerambil Rizalul Akmal, bahwa menurut nya pinggir pantai yang kini tersisa beberapa meter itu sebelumnya mencapai 150 meter jarak dari permukiman warga, namun akibat terus menerus di gerus ombak, permukiman warga semakin sempit.

“Bahwasanya pinggir pantai yang sekarang terdampak abrasi dan sebelum terjadi nya Abrasi dulu itu berjarak +- 150 Meter, kalau tidak percaya bisa jumpai saya, biar saya tunjukkan bukti otentik melalui Foto dan Video antara 2015 -2006. Jelas nantik disitu perbedaannya nya”, dikatakan Akmal penuh yakin. (Taufik)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Polisi Tangkap Oknum Brimob Bandar Narkoba, Seorang Anggota POM TNI Gugur Saat Bantu di TKP 

26 Juli 2026 - 18:06 WIB

Aksi Tuntutan Berlanjut ke Polda Aceh, Korban Minta Usut Aksi Tandingan Siapa Dalangnya

4 Juli 2026 - 15:51 WIB

Aksi Tandingan Menimbulkan Tanda Tanya Publik, Ada Apa Dengan Aparat Penegak Hukum di Aceh Barat?

2 Juli 2026 - 23:58 WIB

Puluhan Warga Tuntut Keadilan, Aksi Unjuk Rasa Depan Kantor Polres Aceh Barat, Sampai Bawa Poster Copot Kasat Reskrim

1 Juli 2026 - 00:22 WIB

Kecelakaan Tunggal, Seorang Mahasiswi Aceh Barat Meninggal Dunia

17 Juni 2026 - 11:13 WIB

Trending di Daerah