Menu

Mode Gelap
Bupati TRK Terima Kunjungan Tim Peneliti Tohoku University Jepang IPELMANAR Pertanyakan Legalitas Perusahaan di Gampong Lhok, Minta Transparansi dan Penegakan Hukum Permudah Akses, Dukung Pelaku Kuliner Lokal, PUPR Aceh Barat Aspal Jalan Menuju Objek Wisata Ketua PWI Nagan Raya Silaturahmi dengan Kajari, Siap Jadi Mitra Strategis Pemkab Nagan Raya Buka Pendaftaran Bantuan Biaya Pendidikan bagi Mahasiswa Berprestasi dan Santri Dari Keluarga Kurang Mampu Dalam Kabupaten Nagan Raya Tahun Anggaran 2027 Presma UTU Kecam Kriminalisasi Aktivis yang Perjuangkan Jalan Pendidikan dari Hauling Limbah FABA

Kesehatan

PAPDI dan Polres Nagan Raya Tracking Pasien Neglected dari Rumah ke Rumah

badge-check


					PAPDI dan Polres Nagan Raya Tracking Pasien Neglected dari Rumah ke Rumah Perbesar

 

Narasiterkini.com, Suka Makmue-Ditengah wabah pandemi, tidak sedikit pasien-pasien penyakit kronis luput dari pengobatan. Banyak pasien ketakutan berobat ke fasilitas kesehatan bahkan menempuh pengobatan tradisional untuk mengobatinya.

Hal ini terlihat beberapa pasien yang terdapat dibeberapa desa seperti polo ie dan desa simpang peut yang terbaring kaku ditempat tidur tidak mendapatkan pengobatan yang optimal sehingga kondisi sakit makin memberat.

Melihat kondisi diatas, Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) dan POLRES Nagan Raya melakukan Tracking atau pelacakan langsung ke TKP pasien-pasien yang neglected atau terlantar untuk dilakukan pengobatan yang layak, Kamis, (21/5/2020).

Informasi yang diperoleh media ini dari dr. Edi Hidayat banyak penyakit kronis seperti diabetes mellitus, penyakit Ginjal kronik, hipertensi, stroke, penyakit paru menahun dan lainnya tidak memanfaatkan pelayanan kesehatan dikarena pemahaman tentang penyakit yang masih minim dan alasan kepedulian keluarga kurang dikarenakan jenuh

“Akibat kondisi sakit yang sangat berat. Banyak penyakit stroke, penyakit ginjal kronik, penyakit jantung selalu diawali oleh penyakit-penyakit hipertensi, diabetes melitus dll yang tidak diobati sehingga berkembang menjadi lebih parah,” ungkap Dokter Edi.

Bahkan tak sedikit pasien pasien yang menderita hipertensi, diabetes melitus setelah menempuh pengobatan beberapa saat lalu berhenti minum obat dan merasa sudah sembuh sehingga kondisi ini juga menjadi penyebab menyebabkan kejadian stroke, gagal ginjal, serangan jantung dll. Disisi lain banyaknya stigma berkembang ditengah masyarakat, kalo minum obat terlalu lama bisa menyebabkan gangguan ginjal padahal tidaklah demikian ujar dr. Edi Hidayat, SpPD, FINASIM

Kegiatan tersebut Dalam Rangka Bakti Sosial Bhayangkari Polres Nagan Raya yang dipimpin oleh Waka polres Nagan Raya Kompol Taupik Rahman, S.H dalam kegiatan tersebut ianya juga sempat menyerahkan langsung bantuan Kemanusiaan Ramah perempuan dan Anak yang berdomisili di Kecamatan Kuala Kabupaten Nagan Raya, Aceh.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk Pemenuhan kebutuhan Spesifik Perempuan dan Anak di kec. Kuala untuk membantu perekonomian Dalam menghadapi virus Corona covid-19 dan menyambut Hari raya idul Fitri 1441 H. Selama giat berlangsung situasi dalam keadaan aman dan baik ujar Kompol Taufik Rahman SH.

Adapun beberapa desa yang dikunjungi meliputi, Desa Simpang Peut, Blang Muko dan Ujong Sikuning. (Rils)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pasien Gagal Ginjal Kronik Tinggi di Nagan, Beruntung Kini Bisa Cuci Darah di RSUD Sultan Iskandar Muda 

9 Juli 2026 - 22:43 WIB

Aksi Tuntutan Berlanjut ke Polda Aceh, Korban Minta Usut Aksi Tandingan Siapa Dalangnya

4 Juli 2026 - 15:51 WIB

Aksi Tandingan Menimbulkan Tanda Tanya Publik, Ada Apa Dengan Aparat Penegak Hukum di Aceh Barat?

2 Juli 2026 - 23:58 WIB

Puluhan Warga Tuntut Keadilan, Aksi Unjuk Rasa Depan Kantor Polres Aceh Barat, Sampai Bawa Poster Copot Kasat Reskrim

1 Juli 2026 - 00:22 WIB

Kecelakaan Tunggal, Seorang Mahasiswi Aceh Barat Meninggal Dunia

17 Juni 2026 - 11:13 WIB

Trending di Daerah