Menu

Mode Gelap
Putri Kadisparpora Nagan Raya Ukir Prestasi, Raih Emas O2SN Aceh 2026 Presiden Mahasiswa STAIN TDM: Kedepankan Dialog, Jangan Sampai Kritik Publik Diduga Dibalas dengan Gugatan dan Laporan Pidana ‎ Ketua DPM FISIP UTU Soroti Gugatan PT SCY terhadap Masyarakat dan Aktivis: Demokrasi Tidak Boleh Dibungkam Asisten II Buka Evaluasi Qanun, Pemkab Nagan Raya Dorong Regulasi Berkeadilan dan Berperspektif HAM Tim PKM STIKes Medika Seramoe Barat Laksanakan Pendampingan Psikososial Berbasis Permainan bagi Anak Pascabencana  Bupati TRK Terima Kunjungan Tim Peneliti Tohoku University Jepang

Daerah

Aliansi GERAM Aceh Barat Gelar Aksi, Desak Presiden RI Turunkan Harga BBM dan Evaluasi yang Merugikan Rakyat

badge-check


					Aliansi GERAM Aceh Barat Gelar Aksi, Desak Presiden RI Turunkan Harga BBM dan Evaluasi yang Merugikan Rakyat Perbesar

Narasiterkini.com, Meulaboh – Sejumlah massa yang mengantasnamakan Aliansi Gerakan masyarakat mengugat (GERAM) Aceh Barat melakukan aksi demonstrasi di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) setempat pada Senin (15/6/2026) sore sekira pukul 15.00 WIB.

Adapun massa yang tergabung dalam aksi itu tampak membetangkan sejumlah poster berisi tuntutan serta sindiran pedas terhadap kebijakan pemerintah pusat terkait kenaikan harga BBM serta pemborosan APBN dan Rezim CEO MBG.

Koordinator aksi Muhammad Nakrib kepada media mengatakan bahwa aksi itu merupakan bentuk respons terhadap situasi nasional yang dinilai semakin menjauh dari prinsip demokrasi, keadilan sosial, dan keberpihakan terhadap rakyat.

“Massa aksi menilai berbagai kebijakan pemerintah hari ini lebih banyak membebani masyarakat dibanding menghadirkan solusi nyata atas persoalan ekonomi dan kebebasan sipil,” Ungkapnya

Dalam aksi tersebut, massa membawa lima tuntutan utama yakni, menghentikan pemborosan APBN kemudian menurunkan harga BBM dan kebutuhan pokok, mencabut UU Polri, menghentikan militerisme di ranah sipil serta intimidasi terhadap pers serta mendesak Presiden Prabowo untuk mengakui dan mengevaluasi kebijakan yang dinilai merugikan rakyat

Dirinya menegaskan bahwa aksi tersebut dilaksanakan secara damai, terbuka, dan konstitusional sebagai bagian dari hak demokratis warga negara dalam menyampaikan pendapat di muka umum.

Ia pun mengajak masyarakat untuk tetap kritis terhadap jalannya pemerintahan serta menjaga ruang demokrasi agar tidak dibungkam oleh kepentingan kekuasaan dan oligarki politik.
“Demokrasi tidak boleh hanya menjadi simbol, tetapi harus benar-benar menghadirkan keadilan dan keberpihakan kepada rakyat.”Jelasnya.

“Keadaan ekonomi hari ini tak lain adalah efek dari kebobrokan pemerintah dalam mengelola keuangan negara, maka dari itu kami mendesak pemerintahan untuk mengevaluasi kinerja mereka dalam pengelolaan uang negara demi kesejahteraan masyarakat Indonesia”,Sambungnya

Terakhir ia mengatakan jika aspirasi tersebut tidak terpenuhi maka mereka akan kembali membawa massa lebih banyak lagi hingga semua tuntutan terpenuhi. Pantauan media ini di lapangan aksi GERAM berlangsung damai dan di kawal ketat oleh kepolisian kabupaten Aceh Barat.

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Presiden Mahasiswa STAIN TDM: Kedepankan Dialog, Jangan Sampai Kritik Publik Diduga Dibalas dengan Gugatan dan Laporan Pidana ‎

13 Juli 2026 - 20:54 WIB

Ketua DPM FISIP UTU Soroti Gugatan PT SCY terhadap Masyarakat dan Aktivis: Demokrasi Tidak Boleh Dibungkam

13 Juli 2026 - 20:46 WIB

Asisten II Buka Evaluasi Qanun, Pemkab Nagan Raya Dorong Regulasi Berkeadilan dan Berperspektif HAM

13 Juli 2026 - 17:02 WIB

IPELMANAR Pertanyakan Legalitas Perusahaan di Gampong Lhok, Minta Transparansi dan Penegakan Hukum

12 Juli 2026 - 11:43 WIB

Permudah Akses, Dukung Pelaku Kuliner Lokal, PUPR Aceh Barat Aspal Jalan Menuju Objek Wisata

11 Juli 2026 - 13:01 WIB

Trending di Daerah