Menu

Mode Gelap
PUPR Aceh Barat Mulai Aspal Jalan Menuju Pukesmas Samatiga Pulang Kampung, Masyarakat Aceh Selatan Ramaikan Tabligh Akbar Tgk Habibie Nawawi Bupati Aceh Selatan: Pengurus BMK Bukan Sekadar Fungsi Administratif, Melainkan Amanah Moral dan Keagamaan Pemkab Nagan Raya Gelar FGD Draft Perbup CMS Non Tunai Desa Pemkab Nagan Raya Berikan Penghargaan Kecamatan dan Gampong Tercepat Pencairan Dana Desa Tahap I 2026 PWI Tanggapi Pemanggilan Wartawan oleh Polda Aceh: “Tak Perlu Hadir”

Hukum

Mosi Tak Percaya Kepada Keuchik, Akhirnya Muspika Kuala Pesisir Mediasi Rapat Desa

badge-check


					Mosi Tak Percaya Kepada Keuchik, Akhirnya Muspika Kuala Pesisir Mediasi Rapat Desa Perbesar

 

Narasiterkini.com, Suka Makmue-Mosi tak percaya kepada keuchik Gampong Lhok Kecamatan Kuala Pesisir Kabupaten Nagan Raya, Aceh akhirnya “rapat terbuka” dengan masyarakat yang turut difasilitasi oleh
Muspika setempat, Jumat (19/6/2020) siang.

Pertemuan mediasi tersebut di fasilitasi dan di mediasi Camat Kuala Pesisir Halaina,SE Kapospol Aiptu Amrizal dan Danposramil Pelda Suwandi serta turut dihadirkan Keuchik Gampong Lhok, T Adnan, Sekdes, Tuha Peut, ketua pemuda dan masyarakat Gampong Lhok.

Masyarakat dan aparatur sama-sama memberikan penjelasan masing-masing. Adapun yang dibahas perihal aset desa mulai dari penggunanaan hand traktor, teratak desa, pengelolaan tanah pasir, ternak desa, dana pemuda serta dana olahraga dan dana Covid-19.

Camat Kuala Pesisir, Halaina kepada wartawan mengungkapkan, persoalan ini diselesaikan melalui musyarawah bersama antara warga dengan aparatur desa.

“Kami dari Muspika hanya memfasilitasi saja,” katanya.

Menurutnya, ada beberapa poin sudah saling menjelaskan dan sudah saling memahami. Namun ada beberapa poin lain akan dibahas lebih lanjut antara aparatur desa dengan masyarakat.

Halaina mengaku, pihaknya bersama Muspika akan terus memantau terhadap poin-poin yang telah dibahas serta penyelesaian lanjutan pada Jumat pekan depan.

Wakil Ketua Tuha Peut, Adlin kepada awak media menjelaskan selama inu pihaknya tidak mengetahui apa apa terkait pengelolaan dana desa baik penggunaan dana covid 19, termasuk nama nama penerima BLT DD.

“Tidak merasakan pembagian masker belum ada, kami dari tuha peut tidak tahu apa apa. penyegelan itu karena pemuda sudah tiga kali surati keuchik untuk rapat tapi keuchik tidak datang,” terang Adlin.

Ia berharap semoga setelah semuanya tranparan desanya aman selalu dan berjalan dgn baik seperti apa yang telah diatur oleh pemerintah (semua berjalan sesuai koridor hukum yang berlaku).

Pantauan media, rapat yang dimulai usai pelaksanaan shalat jumat hingga berakhir pukul 18.00 wib itu telah membuahkan hasil. namun ada hal hal yang belum memuaskan warga maka akan diatur rapat susulan yang dihadiri oleh perwakilan warga, tuha peut, keuchik dan perangkat desa serta aparat keamanan yang bertugas di desa tersebut. (*)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Warga Nagan Raya dihebohkan Penemuan Mayat Pria di Areal Perkebunan Sawit 

30 Maret 2026 - 21:46 WIB

Hebohkan Penemuan Mayat Pria di Areal Perkebunan Sawit. | Foto : ist

Harap Berhati-hati, Oknum Gunakan Foto Ketua PWI Aceh Barat Diduga untuk Penipuan

18 Maret 2026 - 16:00 WIB

Korban Banjir di Lamie Tak Dapat Bantuan Serbu Kantor Keuchik, Kapolsek Darul Makmur Tenangkan Massa

18 Maret 2026 - 14:43 WIB

Panitia Lokal Tak Becus, PWI Aceh Tamiang Kecam Pengusiran Wartawan di Acara Santunan Anak Yatim BSI

10 Maret 2026 - 10:51 WIB

Jalan Rusak di Banda Aceh Tak Kunjung Diperbaiki, Ancaman Pidana Mengintai Pejabat

28 Februari 2026 - 11:18 WIB

Trending di Hukum