Menu

Mode Gelap
Pembangunan Pipa SR Tinggalkan Beban, Dinas PUPR Abdya Diminta Bertanggungjawab Rombongan Ny. Principal Director Berkunjung ke Socfindo kebun Seumayam, Camat Darul Makmur Sampaikan Apresiasi  Polisi Berhasil Menangkap Pelaku Pembunuhan di Tadu Raya di Sumatera Utara Bupati Safaruddin Sebut Pengawasan Publik Bukan Ancaman Bagi Pemerintah Abdya Bupati TRK Harapkan Presiden Prabowo Resmikan Sekolah Rakyat di Nagan Raya SaKA: Diduga Kanit Tipidter Panggil Puluhan Pemilik Bander Emas ke Polres Abdya

Kesehatan

Erhas: Kabupaten Simeulue Butuh Ambulance Udara

badge-check


					Erhas: Kabupaten Simeulue Butuh Ambulance Udara Perbesar

Narasiterkini.com, Sinabang – Kabupaten Simeulue, Aceh, Indonesia merupakan sebuah kepulauan yang berada kurang lebih 150 Km dari lepas pantai barat Aceh. Jarak tempuh Simeulue – Labuhan Haji menghabiskan waktu sekitar 9 Jam perjalanan sedangkan dari Simeulue – Lhok Bubon Aceh Barat menghabiskan waktu sekitar 12 jam perjalanan menggunakan kapal feri.

Kemudian perjalanan dari pelabuhan menuju Banda Aceh yang menghabiskan waktu sekitar 7 Jam dari pelabuhan Labuhan haji dan 4 Jam dari pelabuhan Lhok Bubon Aceh Barat. Jika di kalkulasikan, jarak tempuh dari Simeulue ke Banda Aceh akan memakan waktu hingga 16 s/d 18 jam.

Dengan waktu tempuh yang begitu panjang, selama ini banyak pasien gawat darurat yang hendak dirujuk ke RSUD-ZA Banda Aceh untuk mendapat penanganan medis yang lebih intensif sering tidak tertolong dan menghembuskan nafas terakhirnya dalam perjalanan.

Hal itu disampaikan oleh Erli Hasyim, Bupati Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh kepada kabarandalan.com, Jumat,(24/7/2020) yang di kutip media ini.

“Selain memakan waktu yang lama, transportasi laut juga sering terkendala dengan cuaca buruk, ini tentu juga menjadi masalah,” Cetus Erli Hasyim.

“Bagi masyarakat menengah keatas mungkin bisa menggunakan pesawat untuk merujuk keluarganya yang sakit ke RSUDZA Banda Aceh, tapi bagaimana dengan masyarakat menengah kebawah yang tidak mampu membeli tiket pesawat, mau tidak mau harus menggunakan transportasi laut (feri).” Imbuh Erli Hasyim.

Untuk itu, Simeulue membutuhkan Emergency Ambulance (Ambulans Gawat Darurat) Udara untuk menangani pasien gawat darurat, memberikan pertolongan pertama dan melakukan perawatan intensif selama dalam perjalanan menuju rumah sakit rujukan, tanpa harus memakan waktu yang lama dan pasien kritis dapat tertolong, Terang Erli Hasyim.

Erli Hsyim berharap Pemerintah Prov.Aceh memfasilitasi dan menyediakan Emergency Ambulance (Ambulans Gawat Darurat) Udara untuk memudahkan masyarakat simeulue yang membutuhkan penanganan medis dengan cepat.

Dikesempatan lain, Asib Amin Wakil Ketua Komisi V yang membidangi Kesehatan juga memyampaikan hal yang sama, ia berharap Pemerintah Aceh menyediakan Ambulance Udara sebagaimana yang diharapkan oleh Bupati Simeulue demi menyelamatkan warganya yang butuh penanganan medis dan harus dirujuk ke RSUDZA Banda Aceh.

Ketua DPD.KNPI Simeulue, Adi Saleh juga menyampaikan harapannya agar pemerintah Aceh melihat kondisi Simeulue hari ini terutama alat transportasi untuk merujuk pasien dari Simeulue ke Rumah Sakit yang memiliki alat kesehatan lengkap seperti RSUDZA Banda Aceh. Adi Saleh mengatakan untuk menyelamatkan nyawa pasien dengan status kritis Ambulance Udara adalah solusi yang paling tepat. (*)

Sumber: Kabarandalan.com

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Mempertahankan Mahar Tinggi karena “Adat” Aceh Sedang Membuka Gerbang Pergaulan Bebas

24 Januari 2026 - 19:08 WIB

Tim SDM Polres Lhokseumawe Beri Layanan Dukungan Psikososial untuk Anak-anak di Riseh Teungoh

29 Desember 2025 - 21:53 WIB

Warga Terdampak Banjir Berbondong bondong Menuju Posko Lamie, Tim RSUD SIM Nagan Raya Beri Pelayanan Kesehatan 

19 Desember 2025 - 10:26 WIB

Polemik Umrahnya Bupati Aceh Selatan, Inpersi: Bencana Sudah Berlalu, Saatnya Bangkit Bersama

9 Desember 2025 - 13:13 WIB

Begal Terhadap Perempuan di Jalan Raya Kembali Terjadi, Ipelmasdam Dorong Korban untuk Berani Melapor ke APH

16 Oktober 2025 - 20:48 WIB

Trending di Hukum