Menu

Mode Gelap
Pasutri Aceh Selatan, Hampir Satu Dekade Tinggal di Rumah Tak Layak Huni Dengan Keterbatasan Ekonomi Pertegas Harga TBS Wajib Naik, Bupati Nagan Raya Minta Awak Media Kawal PKS Nakal Respon Keluhan Petani Sawit, Bupati TRK Panggil Seluruh PMKS dan Minta Harga TBS Dinaikkan DPN PERMAHI: Gas South Andaman Harus Dikelola untuk Sebesar-Besarnya Kemakmuran Rakyat Aceh Unit Opsnal Satreskrim Polres Nagan Raya Pasang Spanduk Imbauan Anti-PETI di Kecamatan Beutong Brimob Batalyon C Pelopor Bersinergi dengan Tim Gabungan Jinakkan Kebakaran Lahan di Nagan Raya

Kesehatan

Dua Orang Anak Alami Sesak Nafas Di Aceh Barat, Diduga Besar Akibat Debu Batu Bara

badge-check


					Foto/Dani: M.Nasir Warga Desa Peunaga Cot Ujong, Kecamatan Mereubo, Aceh Barat Perbesar

Foto/Dani: M.Nasir Warga Desa Peunaga Cot Ujong, Kecamatan Mereubo, Aceh Barat

Narasiterkini.com, Meulaboh – Dua orang anak yang masih berumur 1,3 dan 3 tahun mulai mengalami sesak nafas, hal ini diduga akibat dampak debu dari aktivitas perusahaan pertambangan batu bara di Kawasan Desa Peunaga Cot Ujong, Kecamatan Mereubo, Aceh Barat, hal ini diketahui setelah keluarga anak tersebut melakukan ronsen ke rumah sakit setempat, Jum’at (18/3/2022).

 

Berdasarkan hasil pemeriksaan dan keterangan dokter kepada M. Nasir yang merupakan Ayah kandung kedua Anak tersebut mengatakan, bahwa sesak nafas yang dialami kedua anaknya itu murni akibat debu yang sudah lama melekat pada paru-paru sehingga membuat pernafasannya ikut terganggu.

 

M.Nasir saat di wawancarai pewarta pada Jum’at sore (18/3/2022) mengaku, bahwa keberadaan perusahaan tambang batu bara selama ini sangat mencemaskan terutama populasi debu dari aktivitas perusahaan pertambangan telah mencemari pemukiman, terutama pada anak-anak yang masih berumur 1 sampai 3 tahun.

 

“Sangat disayangkan adalah pihak perusahaan pertambangan batu bara selama ini terkesan tutup mata terhadap keluhan masyarakat di sekitar, seharusnya mereka perusahaan memikirkan Kesehatan lingkungan dan mencari solusi bukan tutup mata dan enggan peduli terhadap kami di sekitar sini,” kata M. Nasir.

 

Ia menambahkan, sebelumnya M. Nasir pernah mengusulkan pada saat pertemuan rapat dengan perusahaan dan warga setempat, Nasir meminta agar perusahaan pertambangan batu bara tidak menumpuk batu bara yang melebihi kapasitas di stok file, namun yang terjadi sekarang mereka tetap mengakibatkan usulan tersebut.

 

“Nah dampak tersebut yang saat ini kami rasakan, debu dari aktivitas perusahaan telah mengancam nyawa anak-anak kami disini serta ekonomi kami juga ikut terganggu akibat debu yang setiap harinya menyelimuti permukiman warga di setempat,” tambah Nasir.

 

“Kami sangat mengkhawatirkan kesehatan anak-anak kami begitu mudah sesak nafas akibat serang debu dari aktivitas perusahaan, namun hingga saat ini belum terlihat satupun dari pihak perusahaan yang peduli, saya berharap agar perusahaan segera mencari solusi tidak mengabaikan peristiwa ini, jika tidak ada perhatian tolong bebaskan saja rumah yang kami tempati sekarang, ujarnya.

 

M, Nasir juga menegaskan kepada pihak perusahaan. “Jangan hanya memikirkan keuntungan semata, akan tetapi juga perhatiannya terhadap masyarakat setempat, kami bukan tidak mendukung investasi akan tetapi kesehatan lingkungan juga harus di perhatikan karena generasi perlu juga diselamatkan,” pungkasnya. (Dani)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Anggota DPRK Ini Optimis dengan Bupati TRK, Investasi Rp200 Triliun Jadi Kabar Baik Salah Satunya Tekan Angka Pengangguran

28 Mei 2026 - 09:29 WIB

TRK: Kini Cukup dengan KTP dan KK, Masyarakat Jangan Takut untuk Berobat ke RSUD SIM atau PKM

21 Mei 2026 - 16:05 WIB

Belum Pulih dari Bencana, Pemerintah Harus Transparan Terkait Izin Eksplorasi Tambang di Beutong Ateuh 

21 Mei 2026 - 09:48 WIB

Izin IUP untuk PT Pertambangan Terbit, IPMB Kecam Pemerintah Aceh dan Pemkab Nagan Raya 

21 Mei 2026 - 08:22 WIB

Pergub Tentang JKA Dicabut, Gubernur Aceh Banjir Dukungan Apresiasi 

19 Mei 2026 - 07:36 WIB

Trending di Opini