Menu

Mode Gelap
DLHK Aceh Barat Diminta Tangani Sampah Pesisir Pantai, Warga: Jangan Hanya Action Saja di Media Petani Muda Aceh M.Khaisar Ikut Membersamai Aksi Bakti Untuk Bumi di Meulaboh Melalui Kegiatan Aksi Bakti Untuk Bumi, Mifa Bersaudara Ajak Masyarakat Bangun Budaya Peduli Lingkungan Sistem Penjualan Tiket Lambat, DEMA STIS Al-aziziyah Sabang Desak PT ASDP Segera Evaluasi Menyeluruh  Coba Main Minyak Solar Subsidi Secara Ilegal di Nagan Raya, Dua Warga Pidie Terpaksa Berurusan dengan Polisi Kerap Terjadi Kecelakaan, Jalan Generasi Menuju Jembes Tanpa PJU

Daerah

Warga Protes, Pembangunan Jembatan di Desa Ujong Patihah Dinilai Tidak Tepat Sasaran

badge-check


					Jembatan untuk para petani di Desa Ujong Patihah, Kecamatan Kuala, Kabupaten Nagan Raya Senin (22/7/2024) foto/dani Perbesar

Jembatan untuk para petani di Desa Ujong Patihah, Kecamatan Kuala, Kabupaten Nagan Raya Senin (22/7/2024) foto/dani

Narasiterkini.com, Sukamakmue- Pembangunan Jembatan di Dusun Alue Garu, Desa Ujong Patihah, Kecamatan Kuala, Kabupaten Nagan Raya menuai protes warga lantaran titik pembuatannya dinilai tidak tepat sasaran Senin (22/7/2024)

Pembangunan jembatan tersebut dikerjakan pada tahun 2024 menggunakan anggaran dana desa senilai Rp 80 juta, tampak pekerjaan tersebut terlihat belum rampung, kini keberadaan akses itu mendapatkan protes dari masyarakat setempat.

Salah satu warga Ujong Patihah, Hasan Basri kepada Narasiterkini.com mengatakan, bahwa letak jembatan tersebut jelas tidak tepat sasaran lantaran titik pembangunannya tidak sesuai harapan masyarakat hanya segelintir orang yang bisa manfaatkan akses itu.

“Seharusnya pembangunan jembatan itu melibatkan banyak pihak terutama para penghibah tanah, sudah bagus-bagus warga hibah tanah untuk akses jalan, sementara jalan sudah diserak kerikil malah di bangun dititik lain jembatan itu,”Katanya

Secara terpisah M. Nasir yang juga merupakan warga Ujong Patihah mengeluarkan kekesalannya, lantaran pembangunan jembatan tersebut tidak bisa dimanfaatkan oleh para petani setempat, bahkan ia yang merupakan penghibah tanah tidak dilibatkan dalam musyawarah akses tersebut.

“Saya selaku penghibah tanah di situ tidak tahu apa-apa, tahu-tahu jembatan itu sudah mau rampung, yang menjadi protes hari ini kenapa jembatan tersebut dibangun dititik yang tidak berfungsi untuk orang banyak padahal tanah serta jalan sudah ada disana, makanya saya bingung kepada pengambil kebijakan ini,”ujarnya

Ia menambahkan bahwa pembangunan jembatan untuk akses para petani disana seharusnya tidak memakan anggaran banyak sebab akses jalan sudah ada, yang menjadi problem sekarang adalah jembatan yang sudah dibangun tidak memiliki akses lantaran tidak ada jalan alias buntu.

“Kalau saya menilai bahwa pembangunan jembatan ini sangat konyol kenapa saya katakan demikian, sebab jembatan itu sekarang memerlukan akses atau jalur untuk dilalui, sementara warga pemilik lahan disitu tidak mau lagi menghibahkan tanahnya,”tambahnya.

Persolan tersebut kini menimbulkan konflik antara warga dengan pemangku pengambil kebijakan atas pembangunan jembatan tersebut, masyarakat tetap bersikeras bahwa jembatan itu harus dibangun kembali sesuai harapan mereka.

“Sayang para petani disana pak mengeluarkan hasil panen padi dan sawit atau lainnya harus menguras banyak tenaga, padahal anggaran desa ada untuk kita buat jembatan, malah dianggarkan untuk pembangunan jembatan yang tidak banyak faedahnya,”imbuhnya

M.Nasir menyarankan agar ada perubahan titik pembangunan jembatan karena menurutnya lokasi dibangunnya jembatan tersebut tidak tepat sasaran dan tidak berfungsi untuk orang banyak, apalagi jembatan itu sekarang ini tidak memiliki akses maka ia berharap agar diperhatikan kembali pembangunannya sesuai dengan harapan masyarakat. (Dan)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

DLHK Aceh Barat Diminta Tangani Sampah Pesisir Pantai, Warga: Jangan Hanya Action Saja di Media

28 Juni 2026 - 17:43 WIB

Petani Muda Aceh M.Khaisar Ikut Membersamai Aksi Bakti Untuk Bumi di Meulaboh

27 Juni 2026 - 18:08 WIB

Melalui Kegiatan Aksi Bakti Untuk Bumi, Mifa Bersaudara Ajak Masyarakat Bangun Budaya Peduli Lingkungan

27 Juni 2026 - 17:08 WIB

Kerap Terjadi Kecelakaan, Jalan Generasi Menuju Jembes Tanpa PJU

25 Juni 2026 - 23:21 WIB

Perkuat Semangat Berbagi, Kemenag Nagan Raya Santuni Anak Yatim dan Penyandang Disabilitas

25 Juni 2026 - 19:12 WIB

Trending di Daerah