
Apel pasukan relawan untuk pencarian orang hilang di pegunungan Gampong Babah Lhung, Blangpidie.
Narasiterkini.com | Blangpidie – Warga ikut mencari kehilangan orang hilang menyebutkan pencarian korban M Jamil (63), tidak dikoordinir dengan baik oleh Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Aceh Barat Daya (Abdya), pernyataan ini disampaikan salah satu warga, Sabtu, 11 April 2026, malam.
Ia mengaku, menyaksikan sendiri pernyataan Plt Kalak BPBK Abdya Mukhsin yang mengatakan tidak memahami kondisi terkini terkait proses pencarian korban yang hilang sejak Senin (6/4) lalu.

“Kalau saya menilai Kalak BPBK Abdya lemah, tidak mampu mengkoordinir relawan, malah ia (Plt Kalak) tidak paham kondisi saat ada yang menanyakan perkembangan terkini,” ujar warga yang tidak bersedia ditulis namanya.
Akibat lemahnya koordinasi Plt Kalak BPBK Abdya, sejumlah relawan yang ikut pencarian ke gunung dan hutan tidak kebagian konsumsi makan siang.
“Kami yang ikut melakukan pencarian tidak mendapatkan makan siang, padahal konsumsi nya banyak,” sebutnya.
Ia juga menyebutkan, seharusnya Kalak BPBK Abdya yang mengkoordinir relawan pencarian korban, mulai dari teknis pencarian, briefing, hingga memastikan kecukupan logistik tetap aman.
“Seharusnya ini dikoordinir dengan baik, karena kami relawan ini harus ada yang mengarahkan dan memastikan logistik cukup,” tambahnya.
Sementara, Plt Kalak BPBK Abdya, Mukhsin membantah kurang koordinasi dengan pihak-pihak lain, pasalnya sejak hari pertama pencarian selalu melakukan apel relawan dan memberikan arahan sebelum memulai pencarian.
“Kita setiap pagi ada apel relawan sebelum melakukan pencarian, setiap kelompok ada satu orang yang mengkoordinir,” ucap Mukhsin.
Hanya hari ini sebut Mukhsin yang tidak melakukan apel relawan di posko, karena proses pencarian difokuskan penyisiran sungai hingga ke hilir. Sedangkan sebelumnya tetap menjalankan SOP dan melakukan pencarian di wilayah pengunungan.
“Hari ini yang tidak apel di posko karena pencarian bagian bawah (hilir),” sebutnya.
Mukhsin juga mengaku kewalahan dalam melakukan pencarian korban hilang ini, karena menurutnya kehilangan korban tidak mengarah pada satu titik dan wilayah, yakni harus menyisir daerah pegunungan dan aliran sungai, sehingga membutuhkan anggota dan tenaga yang ekstra.
“Pencarian ini seperti mencari jarum dalam tumpukan jerami, jadi harus semua wilayah kita sisir,” akuinya.
Ia (Mukhsin) juga mengaku banyak warga yang komplain terkait dianggap kurangnya ketersediaan konsumsi (nasi) relawan, namun ia mengatakan karena sasaran yang tidak tepat.
“Contoh seperti hari Jum’at, jumlah relawan hari itu 50 orang, tapi kami menyiapkan 80 bungkus nasi, sudah kami titip kepada Kapolsek, tapi masih juga tidak cukup,” tambahnya.
Plt Kalak BPBK Abdya, Mukhsin menambahkan bahwa, berdasarkan laporan yang ia terima kehilangan orang, M Jamil (63) Kadus empat Gampong Geulumpang Payong Kecamatan Blangpidie, akan berakhir besok Senin (13/4), karena masa pencarian terbatas hanya tujuh hari sejak laporan diterima.
“Sesuai laporan, masa pencarian tujuan hari, artinya besok (Senin) terakhir,” tutupnya. (*)














