Narasiterkini.com, Meulaboh – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mulai melakukan pengerjaan peningkatan ruas jalan penghubung Gampong Paya Baro – Pasi Janeng hingga Leubok Beutong, kecamatan Woyla Timur, Kabupaten Aceh Barat sepanjang 275 Meter berlapis aspal.
Peningkatan ruas jalan tersebut membuat harapan masyarakat di wilayah pedalaman kecamatan Woyla Timur untuk memiliki akses transportasi yang layak kini mulai terwujud.

Peningkatan infrastruktur ini menjadi jawaban atas keluhan panjang masyarakat setempat terkait kondisi jalan yang rusak parah selama bertahun-tahun yang belum tersentuh aspal. Selama ini, saat intensitas hujan tinggi, badan jalan kerap berubah menjadi kubangan lumpur yang menyulitkan mobilitas warga setempat.
Padahal, jalur ini merupakan akses vital bagi para petani dan pekebun untuk mengangkut hasil panen ke pusat kecamatan, serta menjadi rute utama menuju fasilitas pendidikan dan kesehatan.
Plt Kadis PUPR Aceh Barat, Fadly Octora, melalui Kabid Jalan dan Jembatan, Beni Hardi, menyampaikan bahwa penanganan ini merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat di wilayah setempat yang disampaikan kepada pemerintah daerah.
“Alhamdulillah, tahun ini ruas jalan penghubung Paya Baro-Pasi Janeng hingga ke desa Leubok Beutong kita tingkatkan menjadi jalan aspal. Ini adalah respons pemerintah atas kesulitan aktivitas sehari-hari yang dirasakan masyarakat,” ujar Beni Hardi, Rabu (6/5/2026).
Beni menjelaskan bahwa proyek peningkatan jalan ini dikerjakan oleh rekanan CV Takusangka Jaya didanai melalui Dana Otsus Kabupaten (DOKA) Tahun Anggaran 2026 dengan nilai kontrak sebesar Rp 700.501.000,- dengan total panjang yang ditangani 275 meter dan lebar aspal 4 meter dan bahu jalan 1 meter. Proyek ini mendapat pendampingan hukum dari Jaksa Pengacara Negara (JPN) dari Kejari Aceh Barat untuk memastikan pekerjaan sesuai mutu dan selesai tepat waktu sesuai kontrak
Saat ini, kata dia, progres pekerjaan sudah mencapai 10 persen dimana rekanan pelaksana tengah fokus pada pengerjaan Pekerjaan Badan Jalan (PBJ) dan penyusunan Lapis Pondasi Atas (LPA)
Beni Hardi menekankan bahwa kualitas pengerjaan menjadi prioritas utama. Sebelum proses pengaspalan dilakukan, pihaknya akan melakukan tahap Trial atau uji coba untuk memastikan kepadatan dan standar teknis terpenuhi.
Dengan ditingkatkannya jalan ini menjadi aspal, diharapkan kendala transportasi yang selama ini menghambat ekonomi masyarakat pedalaman Woyla Timur ini dapat teratasi. Kelancaran akses ini tidak hanya akan menurunkan biaya angkut hasil tani, tetapi juga menjamin keselamatan anak-anak sekolah dan warga yang membutuhkan layanan kesehatan darurat.
Pemerintah daerah berharap masyarakat dapat mendukung proses pengerjaan ini agar selesai tepat waktu sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan secara luas. (RO)














