Menu

Mode Gelap
Hindari Bencana Isolasi, PUPR Aceh Barat Buka trase Baru 300 Meter Pergub Nomor 2 Tahun 2026 Dipersoalkan, Pemerintah Diminta Utamakan Rasa Keadilan bagi Warga Kecil Gubernur Aceh Diminta Jangan Paksakan Kehendak Terkait JKA, DPRA Segera Bertindak Pertandingan Volly Ball antar Desa di Darul Makmur Raya Resmi Dibuka  Pasca Banjir Bandang Betong Ateuh Banggala, Akses Pendidikan Masih Memprihatinkan PT Socfindo Semayam Keliling Rumah Disabilitas Salurkan Bantuan Sembako 

Daerah

Hindari Bencana Isolasi, PUPR Aceh Barat Buka trase Baru 300 Meter

badge-check


					Plt Kadis PUPR Aceh Barat Fadly Octora/foto dok : PUPR Perbesar

Plt Kadis PUPR Aceh Barat Fadly Octora/foto dok : PUPR

Narasiterkini.com, Meulaboh -Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Aceh Barat membuka jalur baru sepanjang 300 meter menuju Desa Pasie Ara, Kecamatan Woyla Timur. Penanganan ini dikerjakan guna menghindari bencana isolasi di wilayah tersebut.

Terobosan jalur baru ini merupakan salah satu program pemerintah setempat dalam meningkatkan infrastruktur penghubung antar wilayah, terlebih memudahkan masyarakat evaluasi ketika terjadi bencana alam.

“Akses baru ini kita bukak guna menghindari bencana isolasi bagi ratusan warga di ujung kecamatan tersebut, setelah jalan satu-satunya yang selama ini menghubungkan mereka dengan dunia luar nyaris lenyap digerus sungai,”Kata Plt Kadis PUPR Fadli Octora melalui Kabid jalan dan jembatan Beny Hardi kepada media Minggu (17/5/2026)

Beny mengatakan bahwa jalan lama Kubu Capang–Pasie Ara WT sudah dua tahun terakhir dalam kondisi kritis. Erosi sungai Krueng Woyla telah menggerus badan jalan sepanjang hampir 500 meter hingga roda empat tak lagi bisa melintas. Tanpa jalur pengganti, desa terpencil itu terancam benar-benar terputus akses darat dalam hitungan bulan.

Iya menekankan, proyek ini bukan sekadar pembangunan biasa melainkan penyelamatan akses vital. “Kami terobos trase baru sepanjang 300 meter karena ruas lama Kubu Capang–Pasie Ara WT sudah nyaris putus total akibat erosi sungai. Kalau tidak diselesaikan tahun ini, seluruh akses ke desa itu akan mati.

Menurutnya, trase baru yang kini sedang dipadatkan dengan alat berat itu tidak hanya menjadi jalur darurat. Jalan tersebut juga akan memangkas waktu tempuh ke ibu kota kecamatan di Tangkeh sekaligus membuka akses lebih lancar bagi pendidikan anak-anak, layanan kesehatan, dan mobilitas ekonomi warga Pasie Ara WT serta Kubu Capang.

Pengerjaan tahun ini difokuskan pada pengerasan dan penguatan badan jalan yang sudah dibuka sejak tahun lalu. Bagi warga setempat, kehadiran jalan baru ini jauh lebih dari sekadar aspal dan batu; ini soal kelangsungan hidup sehari-hari di wilayah rawan bencana alam.

Pemerintah daerah berharap penyelesaian trase ini dapat mengakhiri ancaman isolasi permanen dan memulihkan konektivitas yang selama ini menjadi nyawa desa paling ujung di Woyla Timur.

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pasca Banjir Bandang Betong Ateuh Banggala, Akses Pendidikan Masih Memprihatinkan

16 Mei 2026 - 22:07 WIB

Bupati TRK Hadiri Pelepasan JCH Kloter 9 Embarkasi Aceh Tahun 1447 H/2026 M

15 Mei 2026 - 18:00 WIB

Tuha Peut Desa Cot Bayu Basyarudin Akui Tak Terima Gaji Sepersenpun Setelah SK Berakhir

14 Mei 2026 - 11:29 WIB

Pansus LKPJ, Zulkarnain: SKPK Bekerja Maksimal Bukan Tak Mungkin PAD 300 Miliar Terwujud 

14 Mei 2026 - 08:57 WIB

Ketua KNPI Nagan Raya: Dukung Investasi untuk Perkuat Ekonomi dan Kemandirian Daerah

13 Mei 2026 - 19:51 WIB

Trending di Daerah