Menu

Mode Gelap
Kejari Nagan Raya Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Kejaksaan RI ke-81 Bupati TRK Pimpin Apel Kesiapan Penanggulangan Karhutla Nagan Raya Terkait Dugaan Keracunan MBG di Bener Meriah, PWI Sesalkan Larangan Peliputan oleh Oknum TNI  STIAPEN dan Mitra Dunia Industri Gelar FGD Kurikulum, Wujudkan Lulusan Administrasi Bisnis Siap Kerja Daftarkan Segera Klub Terbaik Anda, Muslem Mobil Buka Pendaftaran Open Turnamen Futsal Inflasi Aceh 4,86 Persen, Perdagangan Surplus Namun Kunjungan Wisman Turun

Seremonial

Meskipun Tak Ada Apam, Ratusan Emak-emak di Nagan Raya Ikuti Festival Peh Karah

badge-check


					Meskipun Tak Ada Apam, Ratusan Emak-emak di Nagan Raya Ikuti Festival Peh Karah Perbesar

 

Narasiterkini.com, Suka Makmue- Festival budaya dan kuliner warisan nenek moyang di Kabupaten Pidie sering diadakan tot Apam (bakar apam) di Nagan Raya ratusan emak emak ikuti festival Peh karah (memasak dengan cara memukul dari atas bahan kue karah)

Bupati Nagan Raya, Dr. TR. Keumangan, S.H., M.H., secara resmi membuka Lomba Memasak Nagan Culinary Festival 2026 dan Festival Peh Karah di Alun-Alun Suka Makmue, Senin (20/7/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 Kabupaten Nagan Raya.

Mengusung tema “Eksplorasi Rasa Tradisional Nagan Raya: Mengangkat Warisan, Menggugah Selera Nusantara”, festival ini menjadi wadah pelestarian kuliner tradisional sekaligus upaya mendorong pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.

Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa TRK menegaskan bahwa kuliner tradisional bukan sekadar makanan, melainkan identitas, sejarah, dan warisan budaya yang harus dijaga serta diwariskan kepada generasi penerus.

“Nagan Raya memiliki kekayaan rempah, cita rasa tradisional, dan ragam kuliner khas yang memiliki potensi besar untuk dikenal hingga tingkat nasional bahkan internasional,” ujar Bupati.

Menurutnya, salah satu kuliner yang menjadi kebanggaan masyarakat Nagan Raya adalah Kue Karah, yang tidak hanya memiliki cita rasa khas.

“Tetapi juga mengandung nilai filosofi tentang ketekunan, kesabaran, kebersamaan, serta semangat menjaga tradisi para leluhur,” sambungnya.

TRK mengatakan, penyelenggaraan Nagan Culinary Festival 2026 dan Festival Peh Karah menjadi momentum penting untuk memperkuat pelestarian kuliner tradisional sekaligus memperkenalkan kekayaan gastronomi Nagan Raya kepada masyarakat yang lebih luas.

Ia menilai kuliner khas daerah memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi produk unggulan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sekaligus memperkuat daya tarik sektor pariwisata.

“Dengan inovasi, kualitas yang terjaga, dan promosi yang berkelanjutan, saya yakin berbagai kuliner khas Nagan Raya mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Tim Penggerak PKK Kabupaten Nagan Raya beserta seluruh TP PKK dari 10 kecamatan yang berpartisipasi dalam lomba memasak.

“Melalui tangan-tangan kreatif para ibu, resep-resep tradisional terus diwariskan, dikembangkan, dan diperkenalkan kepada generasi muda tanpa menghilangkan cita rasa aslinya,” ungkap TRK.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut bukan semata-mata untuk menentukan pemenang, tetapi menjadi ruang bagi masyarakat untuk berinovasi, mempererat silaturahmi antarkecamatan, sekaligus mempromosikan kekayaan kuliner Kabupaten Nagan Raya.

Bupati berharap Kue Karah dan berbagai kuliner khas Nagan Raya terus dipromosikan dalam berbagai kegiatan di tingkat daerah maupun nasional sehingga semakin dikenal sebagai identitas budaya sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.

“Kita ingin kuliner tradisional menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri dan menjadi duta budaya yang memperkenalkan cita rasa Nagan Raya kepada Indonesia bahkan dunia,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Nagan Raya, Teuku Barliansyah, S.I.Kom., M.Si., yang diwakili Kepala Bidang Pemuda, Kudri, S.Pd., mengatakan Festival Peh Karah bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan juga media edukasi dan promosi budaya daerah.

“Melalui festival ini, kami ingin memastikan tradisi Peh Karah tetap hidup, diwariskan kepada generasi penerus, sekaligus mampu menjadi produk kuliner unggulan yang memiliki nilai ekonomi dan mendukung sektor pariwisata Kabupaten Nagan Raya,” ujarnya.

Kudri mengungkapkan bahwa Festival Peh Karah diikuti 188 peserta yang tergabung dalam 94 tim.

Peserta sebutnya, berasal dari sembilan kecamatan dan kategori umum, yakni Kecamatan Suka Makmue, Seunagan, Seunagan Timur, Beutong, Kuala, Kuala Pesisir, Tadu Raya, Tripa Makmur, Darul Makmur, serta kategori umum.

Selain itu, Lomba Memasak Nagan Culinary Festival 2026 diikuti 40 peserta yang mewakili 10 kecamatan.

“Setiap kecamatan mengirimkan satu tim yang terdiri atas tiga orang juru masak (chef) dan satu orang pendamping dari TP PKK,” jelasnya.

Kegiatan ini berlangsung meriah dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat yang memadati lokasi acara.

Berbagai olahan kuliner serta atraksi pembuatan Kue Karah menjadi daya tarik utama yang semakin menghidupkan semarak peringatan HUT ke-24 Kabupaten Nagan Raya. (*)

 

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Gelontorkan Dana CSR, PT Socfindo Kebun Seumayam Tambal Jalan Berlubang di Darul Makmur 

1 September 2026 - 07:48 WIB

Teuku Syafrijal dan Dea Safira Terpilih Sebagai Agam dan Inong Duta Wisata Nagan Raya 2026

30 Agustus 2026 - 13:57 WIB

Pemkab Aceh Barat Terima Penghargaan Ajang Serambi Award Tahun 2026

30 Agustus 2026 - 10:10 WIB

Teuku Adian Resmi Dilantik Sebagai Ketua KONI Aceh Barat Periode 2026-2030

20 Agustus 2026 - 15:26 WIB

Semarak HUT RI ke-81, Anak Anak Ramaikan Perlombaan di Lapangan Mako Brimob Batalyon C Pelopor

19 Agustus 2026 - 22:46 WIB

Trending di Seremonial