Menu

Mode Gelap
Kejari Nagan Raya Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Kejaksaan RI ke-81 Bupati TRK Pimpin Apel Kesiapan Penanggulangan Karhutla Nagan Raya Terkait Dugaan Keracunan MBG di Bener Meriah, PWI Sesalkan Larangan Peliputan oleh Oknum TNI  STIAPEN dan Mitra Dunia Industri Gelar FGD Kurikulum, Wujudkan Lulusan Administrasi Bisnis Siap Kerja Daftarkan Segera Klub Terbaik Anda, Muslem Mobil Buka Pendaftaran Open Turnamen Futsal Inflasi Aceh 4,86 Persen, Perdagangan Surplus Namun Kunjungan Wisman Turun

Ekonomi

STIAPEN dan Mitra Dunia Industri Gelar FGD Kurikulum, Wujudkan Lulusan Administrasi Bisnis Siap Kerja

badge-check


					STIAPEN dan Mitra Dunia Industri Gelar FGD Kurikulum, Wujudkan Lulusan Administrasi Bisnis Siap Kerja Perbesar

Narasiterkini.com, Suka Makmue – Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Pelita Nusantara (STIAPEN) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan dan Penyelarasan Kurikulum Program Studi Administrasi Bisnis Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Lantai I STIAPEN, Selasa (1/9/2026).

FGD ini bertujuan untuk memperoleh masukan langsung dari dunia kerja dan dunia industri terkait kompetensi yang dibutuhkan oleh lulusan Program Studi Administrasi Bisnis.

Berbagai masukan yang dihimpun dari para mitra nantinya akan menjadi bahan evaluasi dan pengembangan kurikulum serta proses pembelajaran agar semakin relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan industri.

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah mitra dari berbagai sektor, di antaranya Pimpinan Bank Mustaqim Cabang Kuala, Pimpinan Bank Mustaqim Cabang Seunagan, Pimpinan Cabang Pegadaian Meulaboh, Pimpinan BSI Simpang Peut, perwakilan BSI Seunagan, perwakilan BPS Kabupaten Nagan Raya, Ketua HIPMI Kabupaten Nagan Raya, perwakilan PT Bara Energi Lestari (BEL), alumni, serta dosen Program Studi Administrasi Bisnis STIAPEN.

Para peserta tampak antusias mengikuti jalannya diskusi. Forum berlangsung secara terbuka dan interaktif dengan berbagai pandangan serta pengalaman yang disampaikan para peserta mengenai kebutuhan kompetensi mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja.

Pembahasan dalam FGD meliputi kemampuan teknis, komunikasi, pemanfaatan teknologi dan digitalisasi, kerja sama tim, sikap profesional, kemampuan memecahkan masalah, hingga pentingnya pengalaman praktik dan magang.

Seluruh aspek tersebut dinilai penting untuk membekali mahasiswa agar memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi tantangan dunia kerja yang terus berkembang.

Ketua STIAPEN, Maulidar, S.E., M.Si., mengapresiasi kehadiran dan partisipasi seluruh mitra yang telah memberikan kontribusi pemikiran dalam pengembangan kurikulum Program Studi Administrasi Bisnis.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh mitra yang telah hadir dan memberikan masukan. Kami ingin kurikulum Program Studi Administrasi Bisnis yang dikembangkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dunia industri,” ujar Maulidar.

Ia berharap, kerja sama antara perguruan tinggi dan dunia industri tidak hanya berhenti pada pelaksanaan FGD, tetapi dapat terus ditingkatkan melalui berbagai program yang memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa.

“Ke depan, kami ingin mahasiswa mendapatkan lebih banyak kesempatan untuk belajar dan memperoleh pengalaman langsung dari dunia industri,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Program Studi Administrasi Bisnis STIAPEN, Adria, S.E., M.Si., mengatakan hasil diskusi bersama para mitra akan menjadi bahan penting dalam memperbaiki dan menyempurnakan kurikulum serta proses pembelajaran.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk memastikan mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan yang dibutuhkan di dunia industri. Masukan dari para mitra akan membantu kami membuat pembelajaran lebih sesuai dengan kebutuhan dunia kerja,” kata Adria.

Ia menambahkan, keterlibatan dunia industri memberikan gambaran nyata mengenai kompetensi yang harus dimiliki mahasiswa setelah menyelesaikan pendidikan.

“Apa yang dibutuhkan industri akan kami jadikan bahan dalam pembelajaran. Dengan begitu, setelah lulus mahasiswa tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga memiliki keterampilan yang dibutuhkan untuk bekerja,” jelasnya.

Adria berharap sinergi antara STIAPEN dan dunia industri terus berkembang melalui program praktik kerja, magang, serta berbagai kegiatan kolaboratif lainnya.

“Kami ingin mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung melalui praktik, magang, dan kegiatan lainnya. Dengan pengalaman tersebut, mahasiswa akan lebih siap dan percaya diri ketika memasuki dunia kerja,” tutup Adria.

Melalui FGD pengembangan dan penyelarasan kurikulum ini, STIAPEN menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan serta menghasilkan lulusan Program Studi Administrasi Bisnis yang kompeten, adaptif, profesional, dan siap bersaing di dunia kerja.(Ril)

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Inflasi Aceh 4,86 Persen, Perdagangan Surplus Namun Kunjungan Wisman Turun

2 September 2026 - 11:37 WIB

BSI Area Meulaboh Bersama OJK dan FKIJK Gelar GENCARKAN, Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah di Nagan Raya

24 Juli 2026 - 15:58 WIB

Plt. Sekda Buka Pasar Murah, Pemkab Siapkan 390 Paket per Titik

15 Juli 2026 - 17:05 WIB

Komitmen Beli TBS di Harga Rp3000 Perkilogramnya Belum Terwujud, Bupati Aceh Barat Sidak ke Pabrik Kelapa Sawit

14 Juli 2026 - 22:45 WIB

Bupati TRK Terima Kunjungan Tim Peneliti Tohoku University Jepang

12 Juli 2026 - 11:50 WIB

Trending di Ekonomi