Narasiterkini.com, Suka Makmue – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Nagan Raya kembali menorehkan prestasi dalam rangkaian perlombaan antarinstansi yang digelar Pemerintah Kabupaten Nagan Raya dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.
Kontingen Kemenag Nagan Raya berhasil membawa pulang tiga trofi, yakni juara I sepak bola antarinstansi, juara I futsal antarinstansi, serta juara III bersama bola voli putra.

Capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi jajaran Kemenag Nagan Raya. Namun, di tengah keberhasilan itu, salah seorang atlet Kemenag Nagan Raya, Salman Syahputra, menyoroti pelaksanaan pertandingan bola voli yang menurutnya perlu lebih mengedepankan aturan dan sportivitas.
Salman mengatakan, pihak Kemenag Nagan Raya mempertanyakan dugaan adanya tim dari salah satu dinas yang menurunkan pemain yang disebut bukan ASN maupun tenaga honorer pada instansi tersebut.
Padahal, berdasarkan ketentuan pertandingan yang dipahami peserta, pemain yang memperkuat masing-masing tim harus berasal dari ASN atau tenaga honorer yang bekerja pada instansi bersangkutan.
“Kami sangat menghargai pertandingan dan persahabatan antarpeserta. Tetapi tentu kami berharap semua tim mematuhi aturan yang telah ditetapkan, sehingga pertandingan benar-benar berlangsung secara sportif dan adil,” ujar Salman usai menerima trofi, Kamis (20/8/2026).
Menurut Salman, persoalan tersebut sebelumnya telah disampaikan pihak Kemenag Nagan Raya kepada panitia penyelenggara. Namun, protes yang disampaikan belum mendapatkan tanggapan sebagaimana yang diharapkan.
Ia menegaskan, keberatan tersebut bukan semata-mata persoalan kalah atau menang. Menurutnya, hal yang lebih penting adalah menjaga nilai sportivitas dan kepercayaan seluruh peserta terhadap penyelenggaraan pertandingan antarinstansi.
“Kami menerima hasil pertandingan dengan lapang dada. Yang kami harapkan ke depan adalah aturan diterapkan secara konsisten kepada seluruh peserta. Kalau persyaratannya pemain harus ASN atau tenaga honorer dari instansi masing-masing, maka seharusnya semua tim mengikuti ketentuan tersebut,” katanya.
Salman berharap pengalaman tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bagi panitia penyelenggara agar pelaksanaan perlombaan dalam rangka memperingati HUT RI pada tahun-tahun berikutnya dapat berlangsung lebih profesional, transparan, dan menjunjung tinggi sportivitas.
Meski demikian, torehan tiga prestasi yang diraih Kemenag Nagan Raya menjadi bukti semangat, kerja sama, dan kekompakan para atlet dalam membawa nama baik instansi.
Salman berharap semangat tersebut terus dipertahankan dan pertandingan antarinstansi dapat menjadi momentum mempererat silaturahmi, bukan sekadar mengejar kemenangan.
“Semoga tahun depan semua pertandingan benar-benar dimainkan oleh pemain dari instansi masing-masing dan tidak ada lagi persoalan seperti ini. Menang dan kalah adalah hal biasa dalam olahraga, tetapi sportivitas harus tetap menjadi yang utama,” pungkasnya.(Ro)














