Menu

Mode Gelap
PT Socfindo Kebun Seunagan Bantu Bersihkan Parit Akses Pertanian Masyarakat Lingkungan Perusahaan  Sosok Polisi Peduli Sosial, Aipda Jonni Rahmad Bangun Empat Rumah untuk Fakir Miskin 14 Putra-putri Nagan Raya Menimba Ilmu ke Mesir dan Maroko Kurdi Resmi Jadi Sekda Definitif Aceh Barat, Bupati Tarmizi Tekankan Penguatan Birokrasi Narasi Provokatif Catut Nama Pamen Polda Aceh AKBP Zainuddin Dipastikan Hoaks UNISAI Wisuda 1001 Lulusan, Rektor: Baik Saja Belum Cukup, Kita Harus Berupaya Meraih Unggul

Hukum

Avanza Angkut Gas Elpiji bersubsidi Ilegal, Kasat Reskrim: Ancamannya 6 Tahun Penjara

badge-check


					Satu unit Mobil Avanza mengangkut Gas Elpiji 3 kilogram terjaring razia gabungan Di Kabupaten Aceh Barat Sabtu (13/8/2022) foto/dani Perbesar

Satu unit Mobil Avanza mengangkut Gas Elpiji 3 kilogram terjaring razia gabungan Di Kabupaten Aceh Barat Sabtu (13/8/2022) foto/dani

Narasiterkini.com, Meulaboh – Kepolisian Resor Polres Aceh Barat mengamankan satu unit mobil Avanza berwarna hitam dengan nomor polisi BL 1205 DH, mobil tersebut ditahan pada saat gelar razia gabungan Cipta Kondisi 2022 pada Kamis (11/8) kemarin.

Diketahui mobil tersebut diamankan dikarenakan mengangkut puluhan tabung gas elpiji 3 kilogram bersubsidi yang diduga di ambil dari pangkalan Woyla induk yang mana gas tersebut akan diberikan kepada salah seorang di Kecamatan Johan Pahlawan.

“Dari hasil razia cipta kondisi pada malam lalu tim gabungan berhasil mengamankan satu Unit mobil Avanza yang mengangkut gas elpiji sebanyak 40 buah dari hasil keterangan pelaku DA telah melakukan hal ini sebanyak tiga kali dari 4 Agustus, 8 dan 11 Agustus,”kata Kapolres Aceh Barat AKBP Pandji Santoso melalui Sat Reskrim AKP Riski Adrian kepada media Sabtu (13/8/2022).

Adapun terduga pelaku ini melanggar pasal 55 UU no 11 tahun 2020 atas perubahan hak cipta kerja atas perubahan UU No 22 tahun 2001 Tentang migas, yang mana unsur pasalnya setiap orang yang salah penyalahgunaan barang bersubsidi yaitu berupa gas mengangkut maupun berniaga yang mana akan diancam dengan kurungan 6 tahun atau denda 6 miliyar.

Berdasarkan keterangan pelaku berinisial DA ia merupakan warga Woyla, Kabupaten Aceh Barat, yang mana pelaku mengambil gas elpiji tersebut di pangkalan R di Woyla Induk seharga 20 ribu di atas harga enceran dan berencana menjual seharga 25 ribu kepada DV warga Kecamatan Johan Pahlawan.

Selanjutnya tim penyidik Sat Reskrim polres Aceh Barat belum bisa menetapkan pelaku (DA) sebagai tersangka sementara masih berstatus saksi karena pihaknya sedang mengumpulkan barang bukti lainnya serta keterangan saksi.

Tim yang bertugas juga nantinya akan melakukan pemeriksaan terhadap DV selaku penampung dalam kasus penyalahgunaan gas elpiji 3 kg tersebut, selanjutnya akan melakukan saksi ahli dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH ) Migas Jakarta.

“Jika ini terbukti bersalah pelaku usaha migas ini bisa di cabut izin usaha oleh perusahaan terkait, namun disini kita cuma berusaha melakukan proses sebagai mestinya agar kasus ini terang menerang sampai dengan tuntas”tuturnya

Dirinya juga mengimbau kepada masyarakat apabila menjumpai pangkalan-pangkalan yang menjual Harga Enceran Tinggi (HET) silahkan melaporkan ke polisi atau ke dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Aceh Barat. (Dani)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Akademisi UIN Lhokseumawe Dukung Kortas Tipikor Polri: Perkuat Pemberantasan Korupsi

14 Juli 2026 - 17:59 WIB

Diduga Bantu Pelangsir Solar Subsidi, Dua Operator SPBU di Darul Makmur Ditetapkan Sebagai Tersangka

8 Juli 2026 - 15:50 WIB

Tak ada Pemilik, Polisi Temukan 2.000 Liter Diduga BBM Bio Solar Bersubsidi di Gunong Nagan 

3 Juli 2026 - 14:28 WIB

Coba Main Minyak Solar Subsidi Secara Ilegal di Nagan Raya, Dua Warga Pidie Terpaksa Berurusan dengan Polisi

25 Juni 2026 - 23:26 WIB

Usai Polda Aceh Terbitkan DPO Oknum ASN di DSI Tersangka Pelecehan Seksual, Berikut Rangkaian Proses Hukumnya….

11 Juni 2026 - 18:46 WIB

Trending di Hukum