Menu

Mode Gelap
Petani Muda Aceh M.Khaisar Ikut Membersamai Aksi Bakti Untuk Bumi di Meulaboh Melalui Kegiatan Aksi Bakti Untuk Bumi, Mifa Bersaudara Ajak Masyarakat Bangun Budaya Peduli Lingkungan Sistem Penjualan Tiket Lambat, DEMA STIS Al-aziziyah Sabang Desak PT ASDP Segera Evaluasi Menyeluruh  Coba Main Minyak Solar Subsidi Secara Ilegal di Nagan Raya, Dua Warga Pidie Terpaksa Berurusan dengan Polisi Kerap Terjadi Kecelakaan, Jalan Generasi Menuju Jembes Tanpa PJU Perkuat Semangat Berbagi, Kemenag Nagan Raya Santuni Anak Yatim dan Penyandang Disabilitas

Daerah

ODGJ di Abdya 576 Orang, Ini Faktor Penyebabnya

badge-check


					ODGJ di Abdya 576 Orang, Ini Faktor Penyebabnya Perbesar

Narasiterkini.com, Blangpidie – Jumlah orang gila ditahun 2022 yang tercatat di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mencapai 576 orang.
Angka tersebut masih sama dibandingkan tahun 2021 dengan jumlah 576 orang. Namun, ditahun 2022 ada tiga Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) meninggal dunia.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Abdya, Ika Puspita, mengatakan adapun 576 ODGJ tersebar di 13 Puskemas diantaranya kecamatan Lembah Sabil sebanyak 57 orang, Puskesmas Manggeng 58 orang.
Kemudian, di Tangan-tangan terdapat dua Puskesmas yakni Puskesmas Bineh Krueng 28 orang dan Puskesmas Tangan-tangan sebanyak 45 orang. Selanjutnya, di Puskesmas Lhang kecamatan Setia terdapat 34 orang.
“Sedangkan di kecamatan Blangpidie ODGJ terdapat 87 orang, dan di kecamatan Susoh terdapat dua Puskesmas juga dimana Puskesmas Susoh 74 dan Puskesmas Sangkalan 17 ODGJ,” ungkapnya, saat diwawancarai awak media di ruangannya,  Rabu (18/1/2023).
Selanjutnya, jelas Ika, di kecamatan Jeumpa Puskesmas Alue Sungai Pinang terdapat 49 orang. Lalu di kecamatan Kuala Bate Puskesmas Alue Pisang 38 dan Puskesmas Kuala Batee 32 orang.
“Kalau di kecamatan Babahrot Puskesmas Ie Mirah ODGJ sebanyak 19 orang dan Puskesmas Babahrot terdapat 38 pernah. Jadi semua ODGJ ini dibawah pengawasan kita,” jelasnya.
Dikatakan Ika, dari jumlah 576 orang ODGJ tersebut terbagi dari empat kriteria yakni kriteria mandiri, bantuan, ketergantungan dan kriteria pasung.
“Dari jumlah total ODGJ tahun 2021 dan 2022, ada tiga orang meninggal dunia, yaitu satu orang dari kecamatan Babahrot, dan dari kecamatan Kuala Batee dua orang,” jelasnya.
Ia menjelaskan, ada beberapa faktor penyebab terjadinya ODGJ yaitu akibat depresi, narkoba dan epilepsi yang berimbas kepada gangguan saraf sehingga perlahan-lahan mulai lupa dengan kehidupan normal.
“Kita juga meminta kepada masyarakat dan keluarga yang ada merawat ODGJ untuk di pantau dan selalu diberikan perhatian, kemudian bagi keluarga yang ODGJ nya sudah menampakkan perubahan perilaku yang baik agar tetap dijaga lingkungan bermain sehingga tidak kembali terjerumus kepada hal-hal negatif,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Petani Muda Aceh M.Khaisar Ikut Membersamai Aksi Bakti Untuk Bumi di Meulaboh

27 Juni 2026 - 18:08 WIB

Melalui Kegiatan Aksi Bakti Untuk Bumi, Mifa Bersaudara Ajak Masyarakat Bangun Budaya Peduli Lingkungan

27 Juni 2026 - 17:08 WIB

Kerap Terjadi Kecelakaan, Jalan Generasi Menuju Jembes Tanpa PJU

25 Juni 2026 - 23:21 WIB

Perkuat Semangat Berbagi, Kemenag Nagan Raya Santuni Anak Yatim dan Penyandang Disabilitas

25 Juni 2026 - 19:12 WIB

Sejumlah Kapolsek dan Kasat Berganti di Lingkup Polres Nagan Raya, Berikut Namanya…

25 Juni 2026 - 16:58 WIB

Trending di Daerah