Menu

Mode Gelap
Ikuti Pendataan, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah Ajak Masyarakat Ikut Partisipasi Sensus Ekonomi 2026 Senyum Bahagia Anak Disabilitas, Kapolres Aceh Selatan Bantu Kursi Roda untuk Ikram Bupati TRK Pimpin Upacara HUT ke-81 RI di Nagan Raya Lukman Terpilih Secara Aklamasi Pimpin Pemuda Pancasila Seunagan Periode 2026–2029 Polisi Tangkap Oknum Brimob Bandar Narkoba, Seorang Anggota POM TNI Gugur Saat Bantu di TKP  Yayasan Putroe Aceh Nanggroe Raya serahkan 73 SK Guru dan Tenaga Kependidikan  ‎

Hukum

Mosi Tak Percaya Kepada Keuchik, Akhirnya Muspika Kuala Pesisir Mediasi Rapat Desa

badge-check


					Mosi Tak Percaya Kepada Keuchik, Akhirnya Muspika Kuala Pesisir Mediasi Rapat Desa Perbesar

 

Narasiterkini.com, Suka Makmue-Mosi tak percaya kepada keuchik Gampong Lhok Kecamatan Kuala Pesisir Kabupaten Nagan Raya, Aceh akhirnya “rapat terbuka” dengan masyarakat yang turut difasilitasi oleh
Muspika setempat, Jumat (19/6/2020) siang.

Pertemuan mediasi tersebut di fasilitasi dan di mediasi Camat Kuala Pesisir Halaina,SE Kapospol Aiptu Amrizal dan Danposramil Pelda Suwandi serta turut dihadirkan Keuchik Gampong Lhok, T Adnan, Sekdes, Tuha Peut, ketua pemuda dan masyarakat Gampong Lhok.

Masyarakat dan aparatur sama-sama memberikan penjelasan masing-masing. Adapun yang dibahas perihal aset desa mulai dari penggunanaan hand traktor, teratak desa, pengelolaan tanah pasir, ternak desa, dana pemuda serta dana olahraga dan dana Covid-19.

Camat Kuala Pesisir, Halaina kepada wartawan mengungkapkan, persoalan ini diselesaikan melalui musyarawah bersama antara warga dengan aparatur desa.

“Kami dari Muspika hanya memfasilitasi saja,” katanya.

Menurutnya, ada beberapa poin sudah saling menjelaskan dan sudah saling memahami. Namun ada beberapa poin lain akan dibahas lebih lanjut antara aparatur desa dengan masyarakat.

Halaina mengaku, pihaknya bersama Muspika akan terus memantau terhadap poin-poin yang telah dibahas serta penyelesaian lanjutan pada Jumat pekan depan.

Wakil Ketua Tuha Peut, Adlin kepada awak media menjelaskan selama inu pihaknya tidak mengetahui apa apa terkait pengelolaan dana desa baik penggunaan dana covid 19, termasuk nama nama penerima BLT DD.

“Tidak merasakan pembagian masker belum ada, kami dari tuha peut tidak tahu apa apa. penyegelan itu karena pemuda sudah tiga kali surati keuchik untuk rapat tapi keuchik tidak datang,” terang Adlin.

Ia berharap semoga setelah semuanya tranparan desanya aman selalu dan berjalan dgn baik seperti apa yang telah diatur oleh pemerintah (semua berjalan sesuai koridor hukum yang berlaku).

Pantauan media, rapat yang dimulai usai pelaksanaan shalat jumat hingga berakhir pukul 18.00 wib itu telah membuahkan hasil. namun ada hal hal yang belum memuaskan warga maka akan diatur rapat susulan yang dihadiri oleh perwakilan warga, tuha peut, keuchik dan perangkat desa serta aparat keamanan yang bertugas di desa tersebut. (*)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Polisi Tangkap Oknum Brimob Bandar Narkoba, Seorang Anggota POM TNI Gugur Saat Bantu di TKP 

26 Juli 2026 - 18:06 WIB

Akademisi UIN Lhokseumawe Dukung Kortas Tipikor Polri: Perkuat Pemberantasan Korupsi

14 Juli 2026 - 17:59 WIB

Diduga Bantu Pelangsir Solar Subsidi, Dua Operator SPBU di Darul Makmur Ditetapkan Sebagai Tersangka

8 Juli 2026 - 15:50 WIB

Aksi Tuntutan Berlanjut ke Polda Aceh, Korban Minta Usut Aksi Tandingan Siapa Dalangnya

4 Juli 2026 - 15:51 WIB

Tak ada Pemilik, Polisi Temukan 2.000 Liter Diduga BBM Bio Solar Bersubsidi di Gunong Nagan 

3 Juli 2026 - 14:28 WIB

Trending di Hukum