Menu

Mode Gelap
UNISAI Wisuda 1001 Lulusan, Rektor: Baik Saja Belum Cukup, Kita Harus Berupaya Meraih Unggul PTM Nagan Muda Turunkan 8 Atlet di Turnamen Silapong 5 Antar Divisi 2026 Banda Aceh Kemenag Nagan Raya Raih Tiga Trofi, Soroti Sportivitas di Laga Voli Antarinstansi Kadis Parpora Serahkan Hadiah Perlombaan HUT ke-81 RI Satreskrim Polres Nagan Raya Pasang Spanduk Imbauan, Cegah Aktivitas Penambangan Tanpa Izin Nagan Raya Raih Juara Pertama Inovasi Alat TTG Aceh 2026, Siap Wakili Aceh ke Tingkat Nasional

Daerah

Panti Asuhan Milik Pemkab Tutup, Temuan Adanya Pekerja Anak di Nagan Raya

badge-check


					Panti Asuhan Milik Pemkab Tutup, Temuan Adanya Pekerja Anak di Nagan Raya Perbesar

Narasiterkini.com, Suka Makmue- Tergolong dalam keluarga rentan ekonomi dan bahkan masuk kategori kemiskinan estrim, masih terdapat pekerja anak di Nagan Raya.

Hal itu terungkap dalam kegiatan sosialisasi pencegahan mempekerjakan anak, Selasa, (31/10/2023) yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong, Pengendalian Penduduk dan Pemberdayaan Perempuan (Dpmgp4) Nagan Raya.

Amrina Habibi, SH.,MH Kabid Pemenuhan Hak Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Aceh dalam materinya yang berjudul Perlindungan hukum terhadap pekerja anak dan anak yang bekerja mengupas tuntas dasar hukum terkait hal tersebut.

Seperti Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan terutama pasal 68 yang berbunyi pengusaha dilarang mempekerjakan anak, meskipun ada penjelasan lebih rinci di pasal 69 (terdapat pengecualian). Begitu juga di Undang-undang (UU) Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak memuat beberapa pasal tentang anak dalam kondisi darurat.

Dalam kegiatan yang di hadiri perwakilan perusahaan, unsur Disdik, Dinsos, Dpmgp4, Disnaker dan para keuchik itu terungkap maraknya terlihat pekerja anak baik di sektor perkebunan (ikut orang tua memanen sawit) maupun di usaha jambo bata.

“Kita tidak pungkiri masih banyak anak yang bekerja bahkan putus sekolah, dilema memang mereka harus bekerja membantu orangtuanya untuk kebutuhan sehari hari atau jajan sekolah, kalau kita larang apa solusi yang kita berikan,” ungkap salah seorang keuchik dari salah satu desa di Kecamatan Beutong.

Mengingat UPTD Panti asuhan milik Dinas Sosial telah dibubarkan (sesuai instruksi Permensos peleburan panti milik pemda menjadi LPKS penampungan Anak Berhadapan dengan Hukum) sehingga terpaksa anak anak dikembalikan ke keluarga (meskipun belum tamat SMP dan SMA).

Sementara gedung eks panti milik Pemerintah Aceh masih kokoh berdiri (sebagian digunakan jadi gedung dinas di komplek perkantoran Suka Makmue) banyak pihak menginginkan agar kembali panti asuhan aktif meskipun berbentuk yayasan swasta nantinya pemerintah, dunia usaha bersinergi untuk menghidupkan panti swasta agar anak anak putus sekolah dapat melanjutkan pendidikan melalui yayasan.

“Seperti Yakesma, itu penanggung jawab ada pejabat dan mantan pejabat secara personal di yayasan tersebut milik swasta sampai saat ini masih konsen memberikan pelayanan pengasuhan dan pendidikan kepada anak,” ungkap Amrina Habibi.

Yakesma adalah panti yang berdiri di tanah Pemerintah Provinsi Aceh dan Pemkab Aceh Utara dikelola yayasan dan tetap mendapatkan perhatian pemerintah dan bahkan menjadi mitra pemerintah untuk memastikan pemenuhan hak anak dari kelompok marginal

“Nagan butuh panti dan perlu inovasi dalam pengelolaannya,” tambah Amrina.

Bukan tak mungkin jika di Nagan Raya hal itu dapat terlaksana mengingat di Nagan Raya banyak terdapat perusahaan baik perkebunan, pertambangan, perbankan dan energi listrik saat ini juga diperkuat dengan adanya Qanun Nagan Raya tentang Tanggung jawab sosial perusahaan terhadap lingkungan atau sering juga disebut Coorporate Social Responcibility (CSR).

Jika sinergisitas terjalin dengan baik antara pemerintah dan dunia usaha maka anak anak yang rentan putus sekolah pasti dapat terbantu dengan hadirnya yayasan swasta yang bergerak di bidang pendidikan dan pengasuhan anak. Bahkan amanat negara jelas bahwa Fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara. (**)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

UNISAI Wisuda 1001 Lulusan, Rektor: Baik Saja Belum Cukup, Kita Harus Berupaya Meraih Unggul

23 Agustus 2026 - 10:30 WIB

Kemenag Nagan Raya Raih Tiga Trofi, Soroti Sportivitas di Laga Voli Antarinstansi

20 Agustus 2026 - 23:42 WIB

Satreskrim Polres Nagan Raya Pasang Spanduk Imbauan, Cegah Aktivitas Penambangan Tanpa Izin

20 Agustus 2026 - 23:12 WIB

Teuku Adian Resmi Dilantik Sebagai Ketua KONI Aceh Barat Periode 2026-2030

20 Agustus 2026 - 15:26 WIB

Pemkab Aceh Barat Terima Penghargaan dari Kemenkum Aceh, Lewat Ekonomi Kreatif

20 Agustus 2026 - 14:21 WIB

Trending di Daerah