Narasiterkini.com, Meulaboh – Warga dan mahasiswa yang mengatasnamakan dirinya Gerakan Umum Raya (Gempur) Kabupaten Aceh Barat melakukan aksi depan kantor PLN UP3 Meulaboh, terkait pemadaman listrik yang di anggap tidak normal dalam satu pekan terakhir ini.
Aksi yang dilakukan Gempur tersebut merupakan aspirasi dari masyarakat yang dihimpun sejak beberapa hari lalu sehingga mengambil sikap hingga terjadi unjuk rasa depan kantor PLN UP3 Meulaboh untuk mendapatkan pertanggungjawaban atas kerugian warga Aceh Barat akibat arus listrik yang sering melakukan pemadaman sehingga masyarakat merasakan dirugikan.

Deni sebagai koordinator dalam aksi tersebut menyampaikan bahwa pemadam listrik selama satu pekan terakhir ini membuat masyarakat khususnya di Kabupaten Aceh Barat merasa sangat dirugikan, dampak dari pada tersebut kata Deni banyak peralatan elektronik konsumen yang rusak.
“Sebab itu kami datang kesini ingin menyampaikan aspirasi masyarakat selama beberapa hari ini kami mendapat keluhan dari warga bahwa pemadaman listrik yang tidak normal ini telah merugikan banyak pihak termasuk barang elektronik yang rusak akibat ketidaknormalan listrik tersebut,”Katanya.
Para aksi menuntut pihak PLN UP3 Meulaboh semua peralatan elektronik yang rusak harus dipertanggungjawabkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, tidak hanya itu saja sudah berlangsung dua hari para aksi yang tergabung dalam Gempur sudah membuka posko pengaduan menerima kerusakan alat elektronik atas pemadaman listrik.
“Kami hari ini menuntut ganti rugi sesuai dengan UU Ciptaker dan menuntut hak kompensasi dampak dari pemadaman listrik sesuai peraturan yang berlaku,” ujar Deni
Deni juga mendesak Pemerintah Aceh segera membangun pusat unit pengaturan energi kelistrikan di Aceh agar Aceh tidak bergantung dan diatur oleh Sumatera Utara terkait pembagian arus listrik.
Pembangkit listriknya ada di Aceh, tapi kita harus membeli listrik ke Sumatera Utara,” kata Deni.
Ia juga mengharap Pemerintah Aceh jangan tidur ketika rakyat sedang menderita dalam kegelapan. PLN juga jangan hanya berkomentar dengan berbagai argumen sedangkan kerugian yang dialami pelanggan tidak pernah diperhitungkan.
“Jika tuntutan (kompensasi) tidak dipenuhi, kita akan melakukan aksi susulan dengan membawa massa yang lebih banyak lagi,”tutupnya
Sementara itu manajer PLN UP3 Meulaboh Aditya Setiawan kepada media menjelaskan, bahwa tuntutan para aksi hari ini akan menjadi catatan mereka untuk melaporkan kepada pimpinan sebab dirinya bersama staf yang lain tidak bisa mengambil kebijakan secepatnya.
“Kita akan melakukan koordinasi dulu bersama pimpinan kami terkait tuntutan para aksi seperti kompensasi serta ganti barang elektronik konsumen selama pemadaman listrik yang dinilai tidak normal, kami disini hanya menjalankan fungsi pelayanan sementara kebijakan ada sama pimpinan, ,”katanya
Kemudian katanya ketidaknormalan listrik bukan berlaku di Kabupaten Aceh Barat saja tetapi di wilayah Sumatera juga mengalami kondisi yang sama, walaupun demikian PLN UP3 Meulaboh meminta maaf kepada seluruh konsumen atas ketidaknyamanan selama terjadi pemadaman listrik secara tidak normal.
“Kita semua disini memahami kondisi yang dialami oleh masyarakat Kabupaten Aceh Barat dan kami berharap kondisi ini cepat teratasi, insyaallah hari Senin (10/6/2024) akan kita berikan jawaban terkait tuntutan hari ini setelah kita melakukan koordinasi dengan pimpinan,”katanya singkat. (Dan)














