Menu

Mode Gelap
BNPB Asbun, Penyelesaian Pembangunan Huntara di Nagan Raya Tak Sesuai Fakta Pemkab Aceh Barat Bentuk Tim Satgas RTLH dan DTSEN Respon Cepat, PUPR Aceh Barat Akan Rehap Jembatan Penghubung Desa Panton Makmur dan Alue Batee, Peredaran Sianida Marak, SaKA Duga Oknum Polisi di Abdya Terima Setoran dari Pemilik Blander Emas PUPR Aceh Barat Mulai Aspal Jalan Menuju Pukesmas Samatiga Pulang Kampung, Masyarakat Aceh Selatan Ramaikan Tabligh Akbar Tgk Habibie Nawawi

Peristiwa

Banjir Mulai Hambat Akses Jalan Nasional di Simeulue

badge-check


					Banjir Mulai Hambat Akses Jalan Nasional di Simeulue Perbesar

 

Narasiterkini.com,Simeulue – Banjir yang terjadi sejak kemaren hingga hari ini selasa, (28/7/2020) masih menggenangi beberapa wilayah di Kabupaten Simeulue dan hambat akses transportasi serta intensitas hujan masih tinggi hingga berita ini di turunkan.

Kades Abail saat dilokasi banjir menjelaskan kepada media ini menjelaskan bahwa banjir sempat surut tadi malam namun kembali merendam wilayahnya sejak tadi pagi.

“Padahal air ini sudah mulai surut, namun tadi pagi kembali naik lagi dikarnakan hujan kembali turun sejak semalam, dan untuk hari ini ada sekitar 75 jiwa masyarakat Desa Abail yang terkena dampak langsung dari banjir ini,” ucap Fuan Sani selaku kades Abail itu.

Salah satunya banjir yang menggenangi jalan Nasional di desa Abail ini dengan ketinggian air hingga satu meter dan sepanjang kurang lebih 300 meter, hingga menyulitkan warga untuk melintasi baik yang menuju ke pusat kota maupuan sebaliknya serta merendam rumah penduduk juga hal ini menghambat aktifitas warga sekitar.

Pantauan media dilapangan, ratusan warga dan kenderaan yang menunggu dari pagi di jalan tersebut. Namun sebagian ada warga yang menggunakan jasa rakit yang ditawarkan warga setempat namun berbayar, dan ada juga perahu karet yang di siapkan dari basarnas,tni,polri khusus membawa orang namun tidak untuk mengangkut kenderaan.

Sementara dikabarkan di sejumlah titik lainya di Kabupaten Simeulue juga terjadi banjir yang sama, bahkan ada jembatan yang longsor, serta desa yang terkepung banjir tidak bisa keluar dari desa tersebut.

Disisi lain, ada masyarakat beranggapan banjir yang sering terjadi di kabupaten ini, selain dari gejala alam seperti banyaknya sungai yang mengalami pendangkalan, juga bisa saja dikarnakan masih adanya orang yang melakukan penebangan kayu secara liar di Simeulue.

“Apa tidak sering banjir pulau kita ini! sungai sungai sudah banyak yang dangkal dan mengalami penyempitan, ditambah lagi adanya orang yang melakukan penebangan liar di hutan, iaach…kalau terjadi seperti ini siapa yang bertanggung jawab?,” cetus seorang warga yang tak mau di sebutkan namanya.(Ar)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Warga Nagan Raya dihebohkan Penemuan Mayat Pria di Areal Perkebunan Sawit 

30 Maret 2026 - 21:46 WIB

Hebohkan Penemuan Mayat Pria di Areal Perkebunan Sawit. | Foto : ist

Harap Berhati-hati, Oknum Gunakan Foto Ketua PWI Aceh Barat Diduga untuk Penipuan

18 Maret 2026 - 16:00 WIB

Korban Banjir di Lamie Tak Dapat Bantuan Serbu Kantor Keuchik, Kapolsek Darul Makmur Tenangkan Massa

18 Maret 2026 - 14:43 WIB

Panitia Lokal Tak Becus, PWI Aceh Tamiang Kecam Pengusiran Wartawan di Acara Santunan Anak Yatim BSI

10 Maret 2026 - 10:51 WIB

Innalillahi, Perjuangan untuk Keluarga Tuha Peut Terpilih ini Berakhir di Lintasan Gunong Trans Gagak

11 Februari 2026 - 12:24 WIB

Trending di Peristiwa