Menu

Mode Gelap
Inspektorat Nagan Raya Bersama BPKP Aceh Gelar Bimtek Penguatan Penyelenggaraan Maturitas SPIP Terintegrasi Perputaran Uang Capai Rp9,2 Miliar di Acara Bhayangkara Fest 2026 Polda Aceh, Tercatat 85 Ribu Lebih Pengunjung Hadir Investasi Tembus Rp406 Miliar di Awal 2026, TRK: Peluang Investasi Besar yang Tengah Dipersiapkan 200T STIMI Meulaboh Lepas KKN-KPM, Camat Kaway XVI: Kehadiran Mahasiswa Harus Memberikan Manfaat Nyata  Sempat di Kritik, Mahasiswa Simeulue ini Apresiasi Sikap Terbuka Ketua Fraksi DPRA Nasdem Dapil 10  Perkuat Nilai Keagamaan, Pemuda Samatiga Gelar Beut Panteu Keude Perdana di Cot Seumeureung

Daerah

Penelitian Dosen STIAPEN: Digital Marketing sebagai Solusi untuk UMKM Kasab di Nagan Raya

badge-check


					Penelitian Dosen STIAPEN: Digital Marketing sebagai Solusi untuk UMKM Kasab di Nagan Raya Perbesar

Narasiterkini.com, Suka Makmue – Tim Peneliti dari Dosen Program Studi Administrasi Bisnis Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Pelita Nusantara (STIAPEN), yang terdiri dari Adria, SE, M.Si, Banta Diman, S.Sos.I, M.Si, dan Ida Fujari, berhasil mengungkap peluang besar bagi Pengrajin Kasab di Gampong Parom, Kecamatan Seunagan, Kabupaten Nagan Raya, untuk mengembangkan usaha melalui strategi digital marketing. Sabtu, (18/1/2025).

Penelitian ini berjudul “Analisis Marketing 4C pada UMKM Kasab Khas Aceh Gampong Parom Kabupaten Nagan Raya di Era Society 5.0” hibah penelitian dari Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) Kemendikbud Ristek tahun 2024.

Salah satu temuan utama penelitian adalah rendahnya keterampilan pengrajin Kasab dalam memanfaatkan Pemasaran digital. Meskipun para pengrajin menyadari pentingnya adaptasi dengan tren digital dan ingin memperluas jangkauan pasar, keterbatasan keterampilan masih menjadi hambatan utama.

Ketua tim peneliti, Adria, SE, M.Si., menjelaskan bahwa pengrajin membutuhkan pelatihan khusus dalam strategi digital marketing, terutama dalam pembuatan konten visual dan pengelolaan media sosial.

“Kolaborasi antara pengrajin, pemerintah, dan stakeholder lokal sangat diperlukan untuk membantu pengrajin menghadapi tantangan digital serta meningkatkan daya saing mereka,” ujar Adria.

Ia juga berharap hasil penelitian ini menjadi pedoman bagi pemerintah daerah dan lembaga terkait untuk menyediakan pelatihan dan fasilitas pemasaran digital yang lebih baik bagi UMKM Kasab, khususnya di Gampong Parom.

“Dengan memadukan tradisi dan teknologi, UMKM kasab di Gampong Parom tidak hanya berpotensi meningkatkan perekonomian lokal, tetapi juga dapat menjadi simbol budaya Aceh yang dikenal secara global,” tutup Adria, yang juga Ketua Program Studi Administrasi Bisnis STIAPEN. (Ro)

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Inspektorat Nagan Raya Bersama BPKP Aceh Gelar Bimtek Penguatan Penyelenggaraan Maturitas SPIP Terintegrasi

23 Juni 2026 - 16:26 WIB

Perputaran Uang Capai Rp9,2 Miliar di Acara Bhayangkara Fest 2026 Polda Aceh, Tercatat 85 Ribu Lebih Pengunjung Hadir

23 Juni 2026 - 10:21 WIB

Investasi Tembus Rp406 Miliar di Awal 2026, TRK: Peluang Investasi Besar yang Tengah Dipersiapkan 200T

22 Juni 2026 - 23:24 WIB

Puluhan Tahun Menanti Bantuan Pemerintah Tak Kunjung Tiba, Kini Warga Pasie Kualaba’u Galang Donasi Mandiri 

18 Juni 2026 - 19:14 WIB

Kecelakaan Tunggal, Seorang Mahasiswi Aceh Barat Meninggal Dunia

17 Juni 2026 - 11:13 WIB

Trending di Daerah