Narasiterkini.com, Suka Makmue — Mantan Komisioner KIP Nagan Raya, Mizwan, S.H., menyampaikan dukungan penuh terhadap langkah Gubernur Muzakir Manaf (Mualem) dalam menunjuk Sunnyl Iqbal sebagai Komisaris Utama PT Pema Global Energi. Minggu, (29/3/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Mizwan kepada awak media sebagai bentuk apresiasi terhadap kebijakan Pemerintah Aceh dalam memperkuat tata kelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), khususnya di sektor energi yang dinilai memiliki peran strategis bagi pembangunan daerah.

Menurut Mizwan, S.H. keputusan tersebut merupakan bagian dari upaya memberi ruang dan kepercayaan kepada generasi muda untuk terlibat langsung dalam sektor penting daerah.
“Kami melihat ini sebagai bentuk kepercayaan kepada generasi muda untuk ikut mengambil peran dalam pembangunan Aceh, khususnya di sektor energi yang sangat penting ke depan,” ujar Mizwan, S.H.
Ia menilai, di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, keterlibatan anak muda dalam posisi penting menjadi hal yang perlu didorong, selama tetap mengedepankan profesionalitas dan tanggung jawab.
“Tentu kita berharap setiap amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan baik, penuh integritas, serta mampu mendorong kinerja perusahaan yang lebih transparan dan berdampak terhadap peningkatan pendapatan daerah,” katanya.
Terkait adanya respons publik di media sosial, Mizwan, S.H. menyebut hal tersebut sebagai dinamika yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Ia juga memahami adanya perhatian publik terhadap setiap kebijakan pemerintah.
“Perbedaan pandangan adalah hal yang biasa. Kami memahami adanya perhatian publik terhadap keputusan ini, namun kami percaya setiap kebijakan tentu melalui pertimbangan yang matang,” ujarnya.
Mizwan, S.H. menambahkan, di bawah kepemimpinan Mualem, pihaknya melihat adanya keberanian dalam mendorong regenerasi kepemimpinan, termasuk di berbagai sektor penting.
“Ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan energi baru dalam pengelolaan sektor penting di Aceh,” katanya.
Ia pun mengajak semua pihak untuk memberikan ruang dan waktu agar kinerja dapat dibuktikan secara nyata, sekaligus tetap melakukan pengawasan secara konstruktif.(*)














