Menu

Mode Gelap
Anggota DPRK Ini Optimis dengan Bupati TRK, Investasi Rp200 Triliun Jadi Kabar Baik Salah Satunya Tekan Angka Pengangguran Manajemen PT Socfindo Seunagan Salurkan Delapan Sapi Qurban, Turut Bergotong Royong Bersama Masyarakat  Petani Muda Aceh Hadir, Menjembatani Rakyat Kecil Untuk Kesejahteraan Pertanian TRK Bertindak Sebagai Khatib, Ribuan Pengikut Abu Habib Muda Seunagan Shalat Hari Raya Idul Adha Hari ini Pemkab Nagan Raya Gelar Evaluasi Kinerja dan Uji Kompetensi JPT Pratama Diskominfo Nagan Raya Gelar Pembinaan Teknis Lanjutan EPSS untuk Perkuat Tata Kelola Data Statistik Sektoral

Headline

Warga Abdya Diingatkan Tetap Waspada Menghadapi Cuaca Ekstrem

badge-check


					Warga Abdya Diingatkan Tetap Waspada Menghadapi Cuaca Ekstrem Perbesar

 

Narasiterkini.com | Blangpidie – Pemerintah Aceh menetapkan status siaga bencana hidrometeorologi pada 13–20 April 2026 menyusul peringatan dini cuaca ekstrem. Aceh Barat Daya (Abdya) menjadi salah satu wilayah yang diminta meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi hujan lebat, angin kencang, dan petir dalam sepekan ke depan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat dinamika atmosfer di Aceh dipicu pola siklonik, shearline, dan konvergensi yang mempercepat pertumbuhan awan hujan. Kondisi ini berpotensi memicu hujan sedang hingga lebat hampir di seluruh wilayah pada 11–20 April 2026.

Risiko bencana pun meningkat, terutama banjir, tanah longsor, dan angin kencang di kawasan rawan. Pemerintah daerah diminta memperkuat kesiapsiagaan, mulai dari pemantauan hingga respons darurat.

Bupati Abdya, Safaruddin, menegaskan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) harus siaga penuh. Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) diminta memastikan personel dan peralatan siap, serta meningkatkan intensitas pemantauan di titik rawan.

“Warga juga kami imbau menghindari aktivitas di wilayah berisiko saat cuaca ekstrem,” katanya, Selasa, 14 April 2026.

Selain itu, pemerintah gampong diminta segera membersihkan saluran drainase guna mencegah penyumbatan yang dapat memicu banjir. Safaruddin menekankan, deteksi dini dan kesiapan lapangan menjadi kunci menekan dampak bencana.

Ketua DPRK Abdya, Roni Guswandi, mengingatkan seluruh pemangku kepentingan tidak lengah. Ia menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor—mulai dari pemerintah daerah, TNI/Polri, relawan, hingga aparat desa—agar respons darurat berjalan cepat dan tepat.

“Mitigasi harus dilakukan bersama. Kita tidak boleh bergerak sendiri-sendiri,” ucapnya.

Roni juga mendorong pembaruan data wilayah rawan, optimalisasi drainase, serta kesiapan logistik dan alat berat. Menurutnya, kondisi geografis Abdya yang mencakup pegunungan, pesisir, dan aliran sungai memperbesar risiko longsor di hulu dan banjir di hilir. (*)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Warga Geram, Lapor Keuchik Cot Bayu Terkait Pengelolaan Dana Desa Diduga Tidak Transparan

10 Mei 2026 - 15:15 WIB

Pastikan stok pangan aman, Anggota DPR RI tinjau Gudang Bulog Blangpidie

9 Mei 2026 - 21:16 WIB

Upaya Membuka Akses Transportasi, Wabup Aceh Selatan dan Dandim Tinjau Lokasi Rencana Pembangunan Jembatan Bailey 

9 Mei 2026 - 10:23 WIB

Wabup Zaman Akli Minta Forum Muafakat Menjadi Solusi bagi Petani Abdya

7 Mei 2026 - 14:45 WIB

Pemuda Muhammadiyah Desak Kajati Aceh Usut Tuntas Temuan 17 M di Dinas Pertanian Aceh Selatan

5 Mei 2026 - 10:55 WIB

Trending di Headline