Menu

Mode Gelap
Senyum Bahagia Anak Disabilitas, Kapolres Aceh Selatan Bantu Kursi Roda untuk Ikram Bupati TRK Pimpin Upacara HUT ke-81 RI di Nagan Raya Lukman Terpilih Secara Aklamasi Pimpin Pemuda Pancasila Seunagan Periode 2026–2029 Polisi Tangkap Oknum Brimob Bandar Narkoba, Seorang Anggota POM TNI Gugur Saat Bantu di TKP  Yayasan Putroe Aceh Nanggroe Raya serahkan 73 SK Guru dan Tenaga Kependidikan  ‎ Sang Senior Kembali Dapat Amanah Cak Imin untuk Pimpin PKB Nagan Raya 

Headline

Warga Abdya Diingatkan Tetap Waspada Menghadapi Cuaca Ekstrem

badge-check


					Warga Abdya Diingatkan Tetap Waspada Menghadapi Cuaca Ekstrem Perbesar

 

Narasiterkini.com | Blangpidie – Pemerintah Aceh menetapkan status siaga bencana hidrometeorologi pada 13–20 April 2026 menyusul peringatan dini cuaca ekstrem. Aceh Barat Daya (Abdya) menjadi salah satu wilayah yang diminta meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi hujan lebat, angin kencang, dan petir dalam sepekan ke depan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat dinamika atmosfer di Aceh dipicu pola siklonik, shearline, dan konvergensi yang mempercepat pertumbuhan awan hujan. Kondisi ini berpotensi memicu hujan sedang hingga lebat hampir di seluruh wilayah pada 11–20 April 2026.

Risiko bencana pun meningkat, terutama banjir, tanah longsor, dan angin kencang di kawasan rawan. Pemerintah daerah diminta memperkuat kesiapsiagaan, mulai dari pemantauan hingga respons darurat.

Bupati Abdya, Safaruddin, menegaskan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) harus siaga penuh. Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) diminta memastikan personel dan peralatan siap, serta meningkatkan intensitas pemantauan di titik rawan.

“Warga juga kami imbau menghindari aktivitas di wilayah berisiko saat cuaca ekstrem,” katanya, Selasa, 14 April 2026.

Selain itu, pemerintah gampong diminta segera membersihkan saluran drainase guna mencegah penyumbatan yang dapat memicu banjir. Safaruddin menekankan, deteksi dini dan kesiapan lapangan menjadi kunci menekan dampak bencana.

Ketua DPRK Abdya, Roni Guswandi, mengingatkan seluruh pemangku kepentingan tidak lengah. Ia menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor—mulai dari pemerintah daerah, TNI/Polri, relawan, hingga aparat desa—agar respons darurat berjalan cepat dan tepat.

“Mitigasi harus dilakukan bersama. Kita tidak boleh bergerak sendiri-sendiri,” ucapnya.

Roni juga mendorong pembaruan data wilayah rawan, optimalisasi drainase, serta kesiapan logistik dan alat berat. Menurutnya, kondisi geografis Abdya yang mencakup pegunungan, pesisir, dan aliran sungai memperbesar risiko longsor di hulu dan banjir di hilir. (*)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Stand Dinas TPHP Perkenalkan Pertanian Modern Advanced Agriculture System di Momen HUT Nagan Raya 

21 Juli 2026 - 20:29 WIB

Aksi Tuntutan Berlanjut ke Polda Aceh, Korban Minta Usut Aksi Tandingan Siapa Dalangnya

4 Juli 2026 - 15:51 WIB

Perkuat Sinergi Pemerintah dan Wartawan untuk Kemajuan Daerah, Kadis Kominsa Aceh Barat Kunjungi Sekretariat SWI

3 Juli 2026 - 20:49 WIB

Aksi Tandingan Menimbulkan Tanda Tanya Publik, Ada Apa Dengan Aparat Penegak Hukum di Aceh Barat?

2 Juli 2026 - 23:58 WIB

Puluhan Warga Tuntut Keadilan, Aksi Unjuk Rasa Depan Kantor Polres Aceh Barat, Sampai Bawa Poster Copot Kasat Reskrim

1 Juli 2026 - 00:22 WIB

Trending di Daerah