Menu

Mode Gelap
Sempat di Kritik, Mahasiswa Simeulue ini Apresiasi Sikap Terbuka Ketua Fraksi DPRA Nasdem Dapil 10  Perkuat Nilai Keagamaan, Pemuda Samatiga Gelar Beut Panteu Keude Perdana di Cot Seumeureung Puluhan Tahun Menanti Bantuan Pemerintah Tak Kunjung Tiba, Kini Warga Pasie Kualaba’u Galang Donasi Mandiri  Terkait Reses ke Simeulue, Berikut Klarifikasi Anggota DPR Aceh Dapil 10 Fraksi Nasdem  Kecelakaan Tunggal, Seorang Mahasiswi Aceh Barat Meninggal Dunia Anggota DPR RI Jamaluddin Idham Salurkan 7.500 Bibit Produktif untuk Ketahanan Pangan Aceh

Peristiwa

Sempat Terjadi Perlawanan Pada Saat Satpol PP Tertibkan PKL di Meulaboh

badge-check


					Sempat Terjadi Perlawanan Pada Saat Satpol PP Tertibkan PKL di Meulaboh Perbesar

NarasiTerkini, com, Meulaboh- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) bersama TNI Polri kembali melakukan penertiban terhadap pedagang kaki lima (PKL), di Jalan Nasional, tepatnya depan Suzuya, Meulaboh Aceh Barat, pada Jumat, (13/08/2021) sore.

Penertiban terhadap pedagang PKL tersebut pada awalnya sempat terjadi perlawanan, namun berkat kerjasama petugas gabungan yang juga melibatkan unsur Muspika berhasil membujuk pedagang itu sehingga tenda dan lapak PKL dapat dibongkar.

“Kegiatan penertiban seperti ini rutin kita lakukan terutama PKL yang berjualan di bahu Jalan Nasional, karena dianggap mengganggu kenyamanan lalu lintas, apalagi jalur ini padat kendaraan yang lewat,” kata Kasat Pol PP dan WH Aceh Barat, Dodi Bima Saputra, kepada Media.

Ia menyampaikan, selain di depan Mall Suzuya Meulaboh itu, ada beberapa titik lagi lokasi PKL yang sudah dipantau menganggu fasilitas publik, termasuk juga pengusaha yang mengeluarkan dagangan dari pertokoan sampai ke bahu Jalan Nasional Meulaboh.

Kegiatan ini kata Dodi, tidak bermaksud membuat pedagang susah, hanya saja perlu ditertibkan karena kondisi penempatan lapak dagangan mereka sudah melebihi batas kewajaran.

“Apalagi kita akan memperingati HUT RI Ke-76 tanggal 17 Agustus, jadi di lokasi seperti ini akan di pasangkan bendera dan juga atribut merah putih karenanya kita lakukan pembersihan agar lebih bagus,” ujarnya.

Meskipun melakukan pembongkaran, akan tetapi pihak Sat Pol PP tidak menyita barang dagangan dan juga tidak mengangkut kontruksi kayu dari tenda dan lapak pedagang.

Malahan kata Dodi, pihaknya membeli dagangan yang dijual oleh pedagang yang digusur sebagai cara membantu mereka dimasa pandemi Covid-19.

“Kita tidak hanya membongkar, tetapi juga kita beli dagangannya, setidaknya kita juga membantu ekonomi mereka di masa Pandemi Covid-19, sekalipun harus dilakukan penindakan karena sudah melanggar,” imbuhnya.

Turut hadir juga Camat Johan Pahlawan, Danramil Johan Pahlawan serta pihak Sat lantas Polres Aceh Barat mengatur lalu lintas selama proses eksekusi berlangsung tidak terjadi kemacetan lalulintas. (Dani)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Kecelakaan Tunggal, Seorang Mahasiswi Aceh Barat Meninggal Dunia

17 Juni 2026 - 11:13 WIB

Aliansi GERAM Aceh Barat Gelar Aksi, Desak Presiden RI Turunkan Harga BBM dan Evaluasi yang Merugikan Rakyat

15 Juni 2026 - 22:32 WIB

Warga Geram, Lapor Keuchik Cot Bayu Terkait Pengelolaan Dana Desa Diduga Tidak Transparan

10 Mei 2026 - 15:15 WIB

Mobil Diduga Milik Perusahaan ZTE Terperosok ke Sawah di Abdya

29 April 2026 - 10:22 WIB

Rumah Warga di Perumahan Alue Kambuk Nagan Raya Dibobol, Uang Ratusan Juta Ikut Raib

26 April 2026 - 12:23 WIB

Trending di Peristiwa