Menu

Mode Gelap
Komitmen Beli TBS di Harga Rp3000 Perkilogramnya Belum Terwujud, Bupati Aceh Barat Sidak ke Pabrik Kelapa Sawit Akademisi UIN Lhokseumawe Dukung Kortas Tipikor Polri: Perkuat Pemberantasan Korupsi Putri Kadisparpora Nagan Raya Ukir Prestasi, Raih Emas O2SN Aceh 2026 Presiden Mahasiswa STAIN TDM: Kedepankan Dialog, Jangan Sampai Kritik Publik Diduga Dibalas dengan Gugatan dan Laporan Pidana ‎ Ketua DPM FISIP UTU Soroti Gugatan PT SCY terhadap Masyarakat dan Aktivis: Demokrasi Tidak Boleh Dibungkam Asisten II Buka Evaluasi Qanun, Pemkab Nagan Raya Dorong Regulasi Berkeadilan dan Berperspektif HAM

Peristiwa

Kasus Tabrakan Kapal Nelayan Masih Ngambang, DPR Janji Panggil Pihak PT Mifa Bersaudara

badge-check


					Kasus Tabrakan Kapal Nelayan Masih Ngambang, DPR Janji Panggil Pihak PT Mifa Bersaudara Perbesar

NarasiTerkini.com, Meulaboh- Terkait kecelakaan Kapal Nelayan yang diduga dengan sebuah Kapal Pengangkut Barang Berat yang terjadi pada pekan lalu masih mengambang dan tidak ada satu pihakpun dari Lembaga Pemerintahan Aceh Barat yang mengetahui.

Persoalan tersebut kini mulai di bahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat pada Selasa (31/08/2021) kemarin.

Dalam RDP itu ikut hadir Pihak Syahbandar Meulaboh, Panglima Laot, Dinas Perikanan dan Kelautan, Anggota DPRK, Komisi II, Ketua DPRK, serta Wakil II DPRK yang memimpin RDP.

Dalam kesempatan tersebut,  H. Kamaruddin, SE, selaku Pimpinan RDP menanyakan Kronologis Kejadian Kecelakaan tersebut, pertanyaannya itu dijawab secara bergantian yang ikut hadir pada RDP tersebut.

Salah Satu yang mewakili Pihak Syahbandar Meulaboh menyampaikan Kronologis tersebut bahwa, kejadian hari itu memang ada Satu Kapal yang berangkat dari Perairan Meulaboh menuju India, namun berdasarkan Investigasi Internal terhadap pergerakan Kapal tersebut mereka berangkat pada Pukul 19.25 Wib.

“Kapal tersebut dengan haluan 269 sampai 272 itu memang arahnya ke Srilangka sana, pada Pukul 20.52 Wib Posisi Automatic Identification System (AIS) mati, jadi pihak kami tidak bisa memantau Kapal itu lagi, kemudian Posisi AIS mati berada pada 16 Mil dari Bibir Pantai Meulaboh,” katanya.

Mengenai kejadian tersebut, pihak Syahbandar sudah mencari tahu melalui sistem elektronik bahkan melalui Keagenan Kapal, selanjutnya Syahbandar juga menyuruh keagenan menanyakan kepada Pihak Kapal tersebut, nah sedangkan Pihak Kapal itu menjawab tidak pernah merasa menabrak Kapal Nelayan,” jelasnya.

Kemudian Panglima Laot dalam kesempatan itu juga menjawab, dengan harapan Kapal yang sudah rusak bisa tergantikan dengan baik, dan dia juga berharap kepada DPRK atau Pihak Pemerintah setempat dapat membantu dan bersinergi dalam persoalan ini.

“Kami dari Panglima Laot berharap kepada Pemerintah setempat agar sesegera mungkin persoalan ini diselesaikan, mengingat Korban yang kita ketahui sampai hari ini mengalami kesusahan dibidang pendapat sehari-hari dikarenakan Kapal yang sering digunakan untuk mencari Ikan rusak dan tidak bisa digunakan lagi,” harap panglima laot.

Menanggapi beberapa tanggapan dari berbagai sumber yang terkait, pimpinan RDP H. Kamruddin, SE, menyampaikan bahwa kesimpulan hari tersebut belum bisa memastikan Kapal mana yang menabrak Kapal Nelayan.

Maka Untuk itu agenda Rapat Dengar Pendapat tersebut ditunda dan dilanjutkan pada hari Kamis (02/09/2021) yang nantinya akan memanggil PT Mifa Bersaudara serta Pihak Terkait lainnya, untuk dapat membantu mengungkapkan Peristiwa tersebut. (Dani)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Aksi Tuntutan Berlanjut ke Polda Aceh, Korban Minta Usut Aksi Tandingan Siapa Dalangnya

4 Juli 2026 - 15:51 WIB

Aksi Tandingan Menimbulkan Tanda Tanya Publik, Ada Apa Dengan Aparat Penegak Hukum di Aceh Barat?

2 Juli 2026 - 23:58 WIB

Puluhan Warga Tuntut Keadilan, Aksi Unjuk Rasa Depan Kantor Polres Aceh Barat, Sampai Bawa Poster Copot Kasat Reskrim

1 Juli 2026 - 00:22 WIB

Kecelakaan Tunggal, Seorang Mahasiswi Aceh Barat Meninggal Dunia

17 Juni 2026 - 11:13 WIB

Aliansi GERAM Aceh Barat Gelar Aksi, Desak Presiden RI Turunkan Harga BBM dan Evaluasi yang Merugikan Rakyat

15 Juni 2026 - 22:32 WIB

Trending di Daerah