Menu

Mode Gelap
Pondok Kebun di Desa Lhang Dijadikan Tempat Transaksi Narkoba Pria asal Cot Mane Tuha Peut Desa Cot Bayu Basyarudin Akui Tak Terima Gaji Sepersenpun Setelah SK Berakhir Pansus LKPJ, Zulkarnain: SKPK Bekerja Maksimal Bukan Tak Mungkin PAD 300 Miliar Terwujud  Ketua KNPI Nagan Raya: Dukung Investasi untuk Perkuat Ekonomi dan Kemandirian Daerah Breaking News: Mantan Kadis Lingkungan Hidup Dilantik Sebagai Kacabdin Nagan Raya Masyarakat Gelar Aksi Unjuk Rasa Tolak Segala Jenis Tambang Legal di Beutong Ateuh 

Daerah

Antisipasi PMK, Petugas Gabungan Cegah Angkutan Ternak Masuk ke Aceh Barat

badge-check


					Antisipasi PMK, Petugas Gabungan Cegah Angkutan Ternak Masuk ke Aceh Barat Perbesar

Narasiterkini.com, Meulaboh- Petugas Gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Dinas Peternakan serta masyarakat melakukan pencegatan bagi Angkutan Ternak Sapi yang melewati jalur masuk antar Kabupaten di Pos Cek Point yang berada di Desa Gunung Kleng, Kecamatan Mereubo, Aceh Barat.

“Pencegatan ini dilakukan guna mencegah terinfeksi Penyakit Mulut dan Kuku bagi Ternak Lokal yang berada di Aceh Barat, maka berdasarkan hal tersebut Petugas yang diinstruksikan terus melakukan Pengawasan ketat bagi Hewan yang berpenyakit yang masuk dari luar Daerah, “Kata Kapolres Aceh Barat, AKBP Pandji Santoso melalui Kabag OPS, Iswar kepada Media. Senin, (16/05/2022).

Iswar menjelaskan untuk mengantisipasi penyebaran Virus PMK yang sedang mewabah Petugas Gabungan telah mendirikan Pos Cek Point pengawasan dan penyekatan yang meliputi perbatasan Nagan Raya, Aceh Jaya, dan Wilayah Aceh Pidie atau lebih tepatnya kecamatan Sungai Mas.

“Kita terus berupaya memantau dan melakukan Pengawasan ketat bagi Angkutan Hewan Ternak yang masuk dan keluar Daerah, kemudian jenis Ternak yang diawasi diantaranya, Sapi, Kerbau, Domba dan Babi, jika didapatkan Angkutan Ternak Sapi memasuki kawasan terlarang maka kita suruh putar arah atau kembali ke asalnya,” kata Iswar.

Sejauh ini untuk Wilayah Aceh Barat belum ditemukan Hewan ternak yang terinfeksi Penyakit PMK dan Petugas pun terus berupaya melakukan pengawasan dan penyekatan secara ketat, terhadap angkutan Ternak yang keluar masuk, hal ini dilakukan guna mengantisipasi terjangkit Wabah tersebut terhadap ternak lokal lainnya.

Sementara itu kata Iswar, petugas terus bersiaga selama 24 Jam agar tidak ada yang menyeludup atau mengambil waktu tertentu untuk memasuki Ternak dari luar, dan disarankan bagi warga khususnya yang memiliki Ternak untuk tidak khawatir terkait dengan PMK, petugas akan terus berupaya mengawasi dan memberikan kenyamanan masyarakat semaksimal mungkin,” pungkasnya.(Dani)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Tuha Peut Desa Cot Bayu Basyarudin Akui Tak Terima Gaji Sepersenpun Setelah SK Berakhir

14 Mei 2026 - 11:29 WIB

Pansus LKPJ, Zulkarnain: SKPK Bekerja Maksimal Bukan Tak Mungkin PAD 300 Miliar Terwujud 

14 Mei 2026 - 08:57 WIB

Ketua KNPI Nagan Raya: Dukung Investasi untuk Perkuat Ekonomi dan Kemandirian Daerah

13 Mei 2026 - 19:51 WIB

Menuntut Kepastian Bantuan Banjir 2025, Pemuda Desak Bupati Turun Tangan Selesaikan Konflik Kuta Trieng-Lamie

12 Mei 2026 - 13:09 WIB

Breaking news: Korban Banjir Tuntut Janji Pemerintah, Arus Lalin di Dua Jalur Sempat Terganggu 

11 Mei 2026 - 17:09 WIB

Trending di Daerah